Kemiringan pulau Jawa mulai membuat khawatir para dewa di kahyangan. Mereka khawatir seisi pulau Jawa akan tenggelam ke laut selatan. Tidak hanya manusia yang akan tenggelam, tapi juga binatang-binatang liar. Para dewata akhirnya berunding guna mencari solusi permasalahan ini. Setelah sekian lama berunding, akhirnya para dewata sepakat untuk menggunakan Gunung Jamurdwipa sebagai pemberat pulau Jawa. Para dewa berencana untuk memindahkan Gunung Jamurdwipa ke tengah-tengah pulau Jawa agar kondisi tanahnya menjadi seimbang. Para dewa kemudian memberitahu mahluk-mahluk gaib penghuni Gunung Jamurdwipa untuk pindah, karena Gunung Jamurdwipa akan diangkat dan dipindahkan ke pulau Jawa. Begitu pula dengan wilayah pulau Jawa di bagian tengah, para dewa mengutus Dewa Panyarikan dan Batara Narada untuk memberitahu penghuni tempat tersebut agar pindah. Di bagian tengah pulau Jawa, yang berupa hutan belantara, tinggal dua orang empu ahli pembuat keris bernama Mpu Permadi dan Mpu Rama. Keduanya...
khitpbah merupakan ajang adu bakat santri untuk menjadi generasi muda yang tangguh cerdas dan beradi di depan, khitobah juga dapt dikategorikan sebagai wadah mengasah diri, mengasah mental dan uji mental, biasanya khithobah dilakaukan pada malam jum'at ketika kegiatan santri libur, untuk terima kasih bigrospace
Dugderan merupakan sebuah tradisi yang diadakan untuk menyambut datangnya bulan Ramadan. Tradisi ini sudah ada sejak tahun 1881, sejak masa penjajahan kolonial. Untuk memeriahkan dugderan, biasanya muncul pasar tiban. Pasar ini menawarkan berbagai kuliner, pakaian, mainan, termasuk kerajinan tradisional selama seminggu sebelum bulan suci dimulai. Tepat sehari sebelum umat muslim menjalankan ibadah puasa, sebuah karnaval akan diadakan. Karnaval dimeriahkan dengan kirab, arak-arakan pasukan berpakaian tradisional, drumband, dan kesenian tradisional lainnya. Ada juga arak-arakan Warak Ngendok yang merepresentasikan keberagaman suku, budaya, dan agama di Semarang. Warak Ngendok sendiri merupakan perwujudan tiga unsur binatang; kepala naga, badan unta, dan kaki kambing. Mulainya acara dugderan ditandai dengan pemukulan beduk oleh pejabat setempat dan dilanjutkan dengan penyalaan meriam. Suara beduk dug dug dug dan diakhiri dentuman meriam der der der itulah yang mendasari penamaan trad...
Di Sendang, Bringin, Semarang, ada sebuah tradisi unik yang diadakan pada hari Jumat Kliwon di bulan Agustus setiap tahunnya. Tradisi ini disebut popokan yang dipercaya sebagai penolak bala dan kejahatan. Popokan juga diselenggarakan sebagai wujud syukur atas berkah panen yang melimpah. Dalam tradisi popokan, warga laki-laki—mulai dari anak-anak sampai orang dewasa—akan saling melempar lumpur di jalan utama desa. Lumpur ini diambil dari sawah setempat. Tubuh kotor karena terkena lumpur bukan masalah. Tidak ada emosi, hanya ada sukacita semata selama popokan. Warga justru percaya bahwa terkena lumpur menandakan mereka mendapat berkah. Sebelum acara lempar lumpur, masyarakat akan membersihkan sendang, berdoa bersama, dan mengadakan berbagai kesenian serta hiburan. Gunungan hasil bumi dan sesaji akan diarak dan selanjutnya diperebutkan oleh warga. Ada juga arak-arakan dekorasi berwujud macan yang menjadi maskot tradisi popokan.[ bigrospace ]
Dolalak banyak diperkirakan berasal dari kota-kota tangga nada Do-la-la, kemudain diucapkan dengan lafal daerah menjadi dolalak. Pengucapan/sebutan tersebut ada yang berpendapat alur kesenian tradisional pada waktu itu banyak disenagi atau diminati oleh serdadu Belanda yang berada di wilayah Purworejo. Bahkan ada yang beranggapan kesenian tradisional tersebut diciptakan sedikit banyak atas pengaruh kehidupan tangsi, sehingga model pakaian dan perlengkapannya ada kesamaan dengan pakaian serdadu Belanda. Dolalak saat ini baru dikenal oleh masyarakat Purworejo dan sekitarnya. Kesenian tersebut telah mengalami pasang surut. Saat ini kesenian itu banyak dipentaskan saa ada hajatan atau upacara hari besar atau menyambut kedatangan tamu. Mendem merupakan bagian dari kesenian itu yang banyak di tunggu oleh penontonnya, terlebih jika penarinya para gadis.
Pengobatan alternatif, khususnya tradisional sesungguhnya adalah bukan barang baru. Karena hal ini memang peninggalan nenek moyang. Oleh karena pengobatan medis "Teteg untu" masih hidup di kalangan masyarakat pedesaan dan masih dipercaya oleh masyarakat pendukungnya. Dukun Teteg untu-adalah pengobartan-alternatif tradisional atau pengobatan sakit gigi, yang dilakukan seorang dukun di daerah pedesaan di Jawa yaitu di Prambanan, Klaten, Jateng, pengobatan dengan cara amat tradisional (hanya dengan) pengasapan) dan Jopo Montro (membaca matra) kurang lebih 30 menit max 60 menit langsung sembuh. Kapan saja pasien datang langsung diobati. Gigi yang sakit diobati dengan cara diasapi dengan uap air panas di bagian pipi yang giginya dirasakan sakit.
Sedekah bumi merupakan acara ruwatan yang dilaksanakan oleh masyarakat Kab.Cilacap yang terutama tinggal di pedesaan. Upacara ini berkaitan dengan alam sekitar tempat tinggal manusia. Upacara ini diadakan pada bulan Sura (Jawa) yang bertujauan untuk melestarikan hubungan yang harmonis antara manusia dan alam. Alam sekitar dianggap manusia mempunyai kekuatan yang besar, sehingga manusia merasa perlu menjalin hubungan. Sarana menjalin hubungan tersebut adalah dengan cara manusia melakukan upacara yang dipersembahkan kepada alam, dengan harapan alam pun akan berbuat baik kepada manusia. Upacara ini dilakukan satu tahun sekali yaitu pada bulan Sura (Jawa). Biasanya pelaksanaan upacara sedekah bumi diawali dengan pembentukan panitia yang terdiri dari warga masyarakat setempat. Sebelum pelaksanaan upacara dilaksanalkan kerja bakti/ gotong royong membersihkan lingkungan sekitar. Pada malam 1 Sura diadakan tirakatan oleh masyarakat yang di pimpin oleh sesepuh setempat. Pada pagi akhirnya d...
https://www.si.edu/object/batik-napkin:nmnhanthropology_13001708?page=1&edan_q=indonesian&destination=/search/collection-images&searchResults=1&id=nmnhanthropology_13001708
https://www.si.edu/object/batik-kain-panjang:nmnhanthropology_13001652?page=1&edan_q=indonesian&destination=/search/collection-images&searchResults=1&id=nmnhanthropology_13001652