"Panget ingkang piagem kanjeng ing ki Rangga gede ing gadehi piagem, Sun kongkon anggraksa kagengan dalem siti nagara agung, kilen wates Cipamingkis, wetan wates Cilamaya, serta kon anunggoni lumbung isine pun pari limang takes punjul tiga welas jait. Wodening pari sinambut dening Ki Singaperbangsa, basakalatan anggrawahi piagem, lagi lampahipun kiayi yudhabangsa kaping kalih Ki wangsa Taruna, ingkang potusan kanjeng dalem ambakta tata titi yang kalih ewu; wadana nipun Kyai Singaperbangsa, kalih Ki Wirasaba kang dipunwadanahakeun ing manira. Sasangpun katampi dipunprenaharen ing Waringinpitu lan ing Tanjungpura. Anggraksa siti gung bongas kilen. Kala nulis piagem ing dina rebo tanggal ping sapuluh sasi mulud tahun alif. Kang anulis piagem manira anggrapana titi". Isi dari piagam pelat kuningan kandang sapi gede asli yang ditulis oleh Anggaprana pada hari rabu tanggal 10 bulan mulud tahun alif.
sekitar tahun 1976 di Karawang, jaipongan merupakan garapan yang menggabungkan beberapa elemenseni tradisi karawang seperti pencak silat, wayang golek, topeng banjet, ketuk tilu dan lain-lain. Jaipongan di karawang pesat pertumbuhannya di mulai tahun 1976 , di tandai dengan munculnya rekaman jaipongan SUANDA GROUP dengan instrument sederhana yang terdiri dari gendang, ketuk, kecrek, goong, rebab dan sinden atau juru kawih. Dengan media kaset rekaman tanpa label tersebut (indie label) jaipongan mulai didistribusikan secara swadaya oleh H Suanda diwilayah karawang dan sekitarnya. Tak disangka Jaipongan mendapat sambutan hangat, selanjutnya jaipongan menjadi sarana hiburan masyarakat karawang dan mendapatkan apresiasi yang cukup besar dari segenap masyarakat karawang dan menjadi fenomena baru dalam ruang seni budaya karawang, khususnya seni pertunjukan hiburan rakyat. Posisi Jaipongan pada saat itu menjadi seni pertunjukan hiburan alternative dari seni tradisi yang sudah tumbuh dan berke...
Makanan khas karawang ? Bagi yang bingung ketika berkunjung ke Karawang sedikit informasi tentang makanan khas dari Karawang. Bontot merupakan salah satu makanan khas dari karawang, makanan ini mirip dengan kerupuk udang namun lebih tebal, bontot terbuat dari tepung dengan campuran udang. Bontot dibuat dipabrik khusus yang berada di daerah Rengasdengklok. Tak banyak yang menjual salah satu makanan ini, namun bagi anda yang berkunjung ske Karawang bisa mengunjungi sentra pembuatan bontot untuk melihat proses pembuatan dan bisa membeli langsung disana.
Katimus merupakan makanan tradisional yang biasa disantap bersama kopi. Katimus dibuat dari singkong, gula merah, dan kelapa, dibungkus dengan daun pisan, lalu di kukus. Cara lain menyantap katimus ialah dengan bajigur panas.
Panggal salah satu jenis permainan yang mirip dengan gangsing, dibuat menggunakan kayu, dan tali untuk melilit. Cara memainkan panggal cukup mudah, pertama dicari panggal yg berputar paling lama, yang paling lama berputar menjadi raja dan yang sebentar menjadi kucit (bawahan). Setiap tingkat menghantam panggal yang di putar, panggal yang ditimpa berhenti berputar dinyatakan kalah.
Permainan ini menggunakan dua buah kayu sebagai pemukul dan pelontar, mula-mula pemain di bagi dua kelompok, kelompok pertama sebagai penagkap kayu dan yang kedua sebagai pelontar. Kayu pelontar di letakan di atas batu lalu di pukulkan ke kayu yang diletakan di batu, regu penangkap harus bisa menangkap kayu yang dilontarkan, jika tertangkap maka regu pelontar menggendong regu penangkap, jika tidak tertangkap maka regu penangkap yang menggendong regu penangkap.
Daun pete dapat mengobati penyakit kulit yang biasa disebut rarawit. Dengan cara daun pete ditumbuk halus lalu di tempelkan kekulit yang terkena penyakit.
Ngemitan merupakan salah satu tradisi yang sampai sekarang masih dilaksanakan. Ngemitan adalah menunggu dirumah warga yang istrinya melahirkan, ngemitan dimulai dari selepas isya sampai subuh, biasanya para pelaku kaum laki-laki yang sambil bermain kartu domino.
Empal gentong merupakan salah satu makanan khas Cirebon, empal gentong biasanya dibuat dari jeroan sapi, bumbu rempah. Rasa empal gentong sangat gurih dan tidak peda.