Gambus Gambus merupakan alat musik petik tradisional yang seperti mandolin yang berasal dari Sulawesi Tenggara. Meiliki senar yang hanya tiga senar paling banyak. Sebenarnya, alat musik ini asalnya dari daerah Timur Tengah. Berdasarkan sejarah , awal masuknya alat musik Gambus ini ke tanah air sebenarnya karena pengaruh dari penyebaran agama Islam di beberapa daerah di Indonesia termasuk di Sulawesi Tenggara ini. Sesuai perkembangan zaman, alat musik Gambus ini pada akhirnya juga digunakan untuk melantunkan lagu-lagu tidak hanya berbahasa Arab seperti aslinya, namun juga berbahasa Melayu. https://www.silontong.com/2018/10/18/alat-musik-tradisional-sulawesi-tenggara/
Bou Kinadepe Nibumbu Sulawesi Tenggara (sumber: E-b ook Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Gandu Hinela Sulawesi Tenggara (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Ikan Mas dalam Bumbu Sulawesi Tenggara (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Kagule Sulawesi Tenggara (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Kainsu Sulawesi Tenggara (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Kakakoko (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Kandara Sulawesi Tenggara (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Hoinu atau tumbuhan yang memiliki nama Abelmoschus esculentus (L.) Moench merupakan salah satu tumbuhan yang digunakan dalam perawatan paska persalinan yaitu dengan cara mengkonsumsi sayuran dari daun dan buahnya. Tanaman ini bukan tumbuhan asli Indonesia, diduga berasal dari Asia Tenggara (Siemonsma, 1994), namun telah beradaptasi dengan kondisi alam pulau Wawonii dan diperkirakan telah dibudidayakan oleh masyarakat setempat lebih dari 100 tahun yang lalu. Menurut kepercayaan, bibit atau biji jenis tumbuhan ini dibawa masuk oleh saudagar-saudagar dari luar ke Pulau Wawonii melalui Pulau Buton (Bau-Bau) yang merupakan pintu gerbang perdagangan rempah-rempah untuk kawasan Indonesia bagian timur. Penanaman tumbuhan ini umumnya bersamaan dengan penanaman padi ladang, pemanenan pertama dilakukan setelah 3-4 bulan masa tanam. Pemanfaatan lain tumbuhan ini sebagai obat yaitu untuk obat penurun panas/demam dengan cara menumbuk daun tua kemudian ditapelkan di dahi.