Menggantung (Hari Menggantung) Pada poin ini, kita masuk kepada upacara tradisional Riau yang bernama Menggantung. Tradisi ini merupakan suatu pertanda bahwa perhelatan pernikahan akan segera dilangsungkan. Di tahapan ini, Mak Andam menghias rumah, salah satunya yang dilakukan dengan memasang gerai pelaminan di rumah pengantin perempuan. Pemasangannya dilakukan dengan cara menggantungkan hiasan-hiasan pelaminan serta tabir yang berwarna merah, kuning dan hijau. Karena itu disebut hari Menggantung. Biasanya Mak Andam akan dibantu oleh anak-anak muda laki-laki dan perempuan serta didampingi perempuan setengah baya yang dilakukan lima atau tujuh hari menjelang hari pernikahan. Dimulai dengan memasang pentas pelaminan, kemudian diberi tepung tawar dan dilanjutkan dengan pemasangan hiasan berupa tabir belang yang digantung pada 4 sisi pelaminan dan dilengkapi tabir gulung dan tabir jatuh serta tabir perias yang dipasang pada bagian atas tabir belang. Warna tabir belang diatur...
Berandam Upacara tradisional Riau Berandam merupakan kegiatan mencukur bulu roma diwajah sekaligus membersihkan muka, membentuk alis, dan anak rambut dibagian muka dan di belakang tengkuk. Makna dalam upacara Berandam ini tiada lain adalah untuk pembentukkan keindahan lahiriah guna perwujudan kecantikan bathiniahnya serta sebagai lambang persiapan diri calon pengantin perempuan untuk menjadi seorang perempuan yang sempurna lahir batinnya, dan siap menjadi ibu rumah tangga sejati. Tradisi ini dilakukan pada pagi hari sehari sesudah berinai curi terhadap pengantin perempuan yang dilaksanakan di rumah pengantin perempuan dan dihadiri oleh semua keluarga terdekat serta dipimpin oleh Mak Andam. Dilakukan pada pagi hari dengan maksud mengambil seri dari matahari pagi sepenggalahan agar pengantin selalu bercahaya dan cerah secerah matahari pagi. https://www.silontong.com/2018/11/06/upacara-tradisional-riau/
Menetau Tanah Upacara Menetau Tanah Riau adalah tradisi membuka lahan untuk pertanian atau mendirikan bangunan. Upacara ini bertujuan untuk memohon keberkahan dari lahan yang akan digunakan oleh masyarakat. https://www.silontong.com/2018/11/06/upacara-tradisional-riau/
Museum Negeri Provinsi Riau "Sang Nila Utama" Jl. Jenderal Sudirman No. 194 Tangkerang Selatan, Pekanbaru 28282 Telp. : (0761) 33466 Faks. : (0761) 40195 Banyaknya benda budaya maupun sumber daya alam di Riau mendorong pemerintah daerah Provinsi ini untuk menganggarkan pengumpulan benda-benda tersebut secara bertahap sejak tahun anggaran 1977/1978. Pembangunan gedung museum sendiri baru dimulai pada tahun anggaran 1984/1985 dan peresmiannya dilaksanakan pada 9 Juli 1994 oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Prof. Edi Sedyawati. Nama “Sang Nila Utama” berasal dari nama seorang raja Bintan yang berkuasa sekitar abad ke-13 Masehi di Pulau Bintan. Setelah ditetapkannya Undang-undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah, pengelolaan museum ini diserahkan kepada Pemerintah Daerah, di bawah Dinas Kebudayaan, Kesenian, dan Pariwisat...
Sumber : Arsip Museum Provinsi Riau Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah Alamat : Kota Tanjung Pinang Pada zaman kemerdekaan gedung ini difungsikan sebagai Sekolah Rakyat dan akhirnya dijadikan SD 01 sampai tahun 2004. Mengingat gedung ini memiliki nilai penting bagi sejarah awal mula pendidikan di Tanjungpinang, maka direkomendasikan untuk dijadikan Museum Kota Tanjungpinang dengan nama Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah.Koleksi yang dipamerkan di museum menceritakan tentang sejarah kota Tanjungpinang mencakup seni dan keragaman budaya, serta berbagai jenis keramik yang dikumpulkan dari Tanjungpinang dan daerah sekitarnya. Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah ditujukan sebagai pusat studi wisata budaya, pelestarian, dan upaya menjadikan masyarakat lebih menghayati nilai luhur kebudayaan. Sumber :https://asosiasimuseumindonesia.org/anggota/47-museum-sultan-sulaiman-badrul-alamsyah.html
Informasi Lagu Zapin Pantai Solop Judul : Zapin Pantai Solop Pencipta : HM. Rusli Zaenal Daerah : Riau Golongan : lagu daerah / lagu wajib daerah Lirik Lagu Zapin Pantai Solop Terkuak indah alam membentang di rantau bumi sri gemilang pulau cawan aduhai negeri mandah Pantai Solop berbilang pesona Pasirnye *** kilau kemilau serpihan kulit satwa lautnye Bermain ombak aduhai tercerlah bakau Terhampar putih eloknye bagai permate Nuanse alamnye bagai surgawi, membawe teduh suasane hati Kicauan burung nyanyian sunyi Pantai soloooop rahmat ilahi. Penduduknye ramah juge berbudi Pancaran budaya khasanah negri Lestarikanlah warisan ini Pantai soloop, pantai soloop, pantai solooop Pantai sejati Nuanse alamnye bagai surgawi, membawe teduh suasane hati Kicauan burung nyanyian sunyi. Pantai soloooop rahmat ilahi. Penduduknye ramah juge berbudi Pancaran budaya khasanah negri ...
Pedang Jenawi Senjata tradisional Riau yang pertama dan yang paling populer bernama pedang jenawi. Pedang ini adalah senjata yang dahulunya kerap digunakan oleh para panglima perang kerajaan Melayu saat menghadapi musuh-musuhnya. Ukurannya yang cukup panjang, yakni sekitar 1 meter membuat ia digunakan dalam perang tanding jarak dekat. Secara sekilas, pedang Jenawi nampak seperti samurai khas Jepang. Oleh karenanya, banyak ahli sejarah dan budayawan yang berpendapat bahwa senjata ini berasal dari budaya Jepang kuno yang mengalami akulturasi dengan budaya Melayu. Terlepas dari pendapat-pendapat tersebut, yang jelas saat ini pedang Jenawi telah dianggap sebagai identitas masyarakat melayu Riau di kancah nasional. https://www.silontong.com/2018/05/03/senjata-tradisional-riau/
Keris Sebagian besar dari kita sering menganggap bahwa keris hanya ada di Jawa, maka sebaiknya Anda coba menjelajahi dan berkeliling ke daerah Sumatera atau negeri Jiran Malaysia. Pasalnya, dalam budaya masyarakat daerah tersebut Anda juga akan menemukan keris sebagai warisan dari leluhur mereka. Keris juga dapat ditemukan dalam budaya masyarakat Riau. Kendati demikian, keris Riau memiliki keunikan, yaitu jumlah luk (lekukan) yang sedikit serta ukiran pada gagang dan sarungnya yang lebih banyak bermotif flora. https://www.silontong.com/2018/05/03/senjata-tradisional-riau/
Beladau Beladau merupakan senjata jenis tusuk yang ditemukan dalam budaya masyarakat Riau. Senjata ini berupa pisau belati yang tajam di satu sisi. yang membuat beladau ini berbeda dengan pisau belati pada umumnya adalah beladau cenderung memiliki kelengkungan di pangkal pegangannya, sehingga gagang lebih mudah dipegang dan didorong saat digunakan. Sesuai dengan panjangnya yang hanya 24 cm, senjata tradisional Riau satu ini kerap digunakan sebagai sarana perlindungan diri dari serangan jarak dekat. https://www.silontong.com/2018/05/03/senjata-tradisional-riau/