Alkisah pada jaman dahulu kala, hiduplah seorang putri yang bernama Ta Ina Luhu dari Negeri Luhu di Pulau Seram. Ia adalah anak dari Raja Negeri Luhu yang begitu bijaksana, baik, dan berbudi pekerti luhur. Suatu ketika Belanda menguasai Negeri Luhu dan seluruh keluarga Raja tewas dibantai Belanda kecuali sang putri yang ditangkap namun berhasil melarikan diri. Singkat cerita, ia diselamatkan oleh kerajaan lain yang bernama Soya. Sang putrid diperlakukan layaknya keluarga kerajaan. Namun, ternyata Putri Ta Ina Luhu dihamili oleh para serdadu Belanda yang menangkapnya. Ia merasa tidak enak merepotkan Raja Soya dan melarikan diri dari Kerajaan Soya. Sang Putri Ta Ina Luhu ingin hidup sendiri dengan keadaannya saat ini. Ia kabur dari Istana Soya dengan menaiki kuda kerajaan dan pergi menyusuri hutan belantara yang dingin dan mencekam. Setelah berjalan jauh, akhirnya Ta Ina Luhu kelelahan dan terjatuh dari kuda. Setelah istirahat, Putri Ta Ina Luhu pun melanjutkan perjalanan dengan b...
Alkisah, Di sebuah desa di Bali, tinggallah suami istri yang rukun dan kaya raya. Namun kebahagiaan mereka belum sempurna karena setelah lama menikah, mereka belum juga dikaruniai anak. Serasa tak putus-putusnya mereka berdoa dan meminta dikaruniai anak. Doa dan permintaan mereka akhirnya dikabulkan Sang Hyang Widi Wasa. Sang istri mengandung dan kemudian melahirkan seorang bayi lelaki. Bayi lelaki itu tumbuh sangat cepat. Ia sangat kuat nafsu makannya. Meski masih bayi, nafsu makannya telah setara dengan sepuluh orang dewasa. Seiring bergulirnya sang waktu, si bayi berubah menjadi kanak-kanak. Sangat besar tubuhnya dan kian meningkat kuat nafsu makannya. Ia pun diberi nama Kebo Iwa, paman kerbau makna namanya. Bertambah hari bertambah besar tubuh Kebo Iwa. Bertambah kuat pula nafsu makannya. Sehari kebutuhan makannya sama dengan kebutuhan makan seratus orang dewasa. Kedua orangtuanya benar-benar kewalahan memenuhi hasrat makan Kebo Iwa. Kebo Iwa terkenal pemarah. Ke...
Alkisah, Di sebuah desa di Bali, tinggallah suami istri yang rukun dan kaya raya. Namun kebahagiaan mereka belum sempurna karena setelah lama menikah, mereka belum juga dikaruniai anak. Oleh karena itu, pergilah mereka ke pura untuk sembahyang dan memohon kepada Yang Maha Kuasa agar dikaruniai seorang anak. Mereka melalukan sembahyang setiap hari tanpa hentinya. Setelah sekian lama waktu berlalu, si istri mulai mengandung. Suami istri itu pun merasa bahagia dan tak lupa mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa. Akhirnya, setelah sembilan bulan lamanya mengandung, lahirlah seorang bayi laki-laki. Waktu pun berlalu. Sang istri mulai mengandung. Betapa bahagianya mereka. Beberapa bulan kemudian, lahirlah seorang bayi laki-laki. Ternyata yang lahir bukanlah bayi biasa. Ketika masih bayi pun ia sudah bisa makan makanan orang dewasa. Setiap hari anak itu makan makin banyak dan makin banyak Anak itu tumbuh menjadi orang dewasa yang tinggi besar. Karena itu ia dipanggil dengan...
Sebagaimana diketahui banyak orang bahwa Bali ialah pusatnya bangunan Pura atau tempat peribadatan Umat Hindu di Bali karena mayoritas penduduknya beragama Hindu. Oleh sebab itu, hampir di seantero Bali bangunan relijius ini bisa dengan mudah ditemukan. Tak terhitung secara pasti berapa banyak pura yang ada di Bali ini. Masing-masing pura tentunya memiliki kelebihan dan daya tariknya tersendiri, terutama bagi para wisatawan baik domestik maupun asing. Pura Dalem Jagaraga ialah salah satu pura yang penuh dengan daya tarik bagi wisatawan yang mengunjunginya. Pura ini merupakan salah satu dari lingkungan Pura Kahyangan Tiga Jagaraga yang secara umumnya memiliki ciri-ciri yang sama dengan Pura Dalem lainnya di Bali seperti lokasinya yang dekat dengan kuburan, memiliki hiasan-hiasan patung yang berwajah seram dan menakutkan yang diantaranya patungnya Betara Durga yang terkenal itu. Beberapa keunikan bisa terlihat di lingkungan Pura Jagaraga ini diantaranya m...
Sebagai daerah wisata populer sudah sepantasnya kalau bali digempur dari sana-sini soal budaya karena sejatinya yang datang ke Bali bukan hanya turis nasional saja, melainkan turis asing dari berbagai macam suku dan bangsa yang memiliki karakter, adat-istiadat, dan kebudayaan yang berbeda. Meski demikian, yang patut diacungi jempol dari Bali karena meski gempuran modernitas begitu masif menerjang namun mayoritas masyarakatnya tak sedikitpun melupakan akar sejarah dan tradisi nenek moyangnya yang sudah sewajibnya dipertahankan sampai kapanpun. Salah satunya ialah Tari Gebug Ende. Apa itu Gebug Ende? Secara gerakan, tarian ini memiliki gerakan yang hampir sama dengan gerakan silat namun yang membedakannya ialah pada sarana yang digunakannya. Tarian Gebug Ende menggunakan Tamiang (Perisai) yang terbuat dari kulit sapi dan rotan sebagai alat pemukulnya. Atraksi tarian ini tak ubahnya seperti perang tanding yang saling berbalas pukulan diantara pesertanya. I...
Pura Keraban Langit merupakan salah satu pura yang terpenting di Bali. Keberadaannya cukup unik yakni di tepi tebing sebuah sungai. Ketika jatuh hari kelahiran atau persembahan maka akan banyak warga sekitar yang melakukan penyucian di pura ini karena juga termasuk dalam Pura Dang Kahyangan. Pura ini begitu sakral sehingga banyak orang yang melakukan meditasi disini. Didalam pura terdapat sebuah mata air yang dipercaya penduduk sekitar bisa membawa berkah. Ada beberapa dewa yang dipuja di pura ini seperti Dewa Wisnu, Ratu Gede Lingsir, Ratu Ayu dan Ratu Made. Pada hari-hari tertentu seperti hari Raya Saraswati dan Siwalatri banyak wisatawan yang berkunjung kesini untuk melakukan pemujaan dan bersemedi memohon agar apa yang menjadi harapan dan keinginan bisa tercapai. Konon menurut cerita kenapa air di dalam goa ini dianggap suci?Berawal dari sepasang suami istri yang ingin mempunyai anak setelah sekian lama berumah tangga, lalu suami tersebut memohon ke...
Pura Agung Jagatnatha merupakan pura yang paling besar di Kota Denpasar. Pura ini selain sebagai tempat sembahyang umat Hindu yang merupakan mayoritas di Bali, juga menjadi objek wisata sejarah-keagamaan para pengunjung. Pura Jagatnatha sendiri dibangun pada tahun 1953 dengan posisi menghadap ke barat, ke Gunung Agung, yang dipercaya sebagai istananya para Dewa. Pura Agung Jagatnatha merupakan tempat pemujaan kepada Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa). Dilihat dari bentuknya pura ini berjenis Pura Penyungsungan Jagat dengan rancangan bangunan yang sangat indah dipenuhi dengan berbagai ornamen etnik dan relijius. Tepat di tengah pura ini ada menara yang menjulang tinggi yang dinamakan Padmasana. Padmasana sendiri merupakan bentuk bangunan yang bertingkat dibuat untuk singgasana atau istananya para Dewa. Padmasana pada pura ini terbuat dari batu karang putih, pada bagian menara terdapat ukiran wajah dan tangan Bhoma (anak bumi) yang dipercay...
Eksistensi candi di Bali sudah mafhum adanya karena memang Pulau Bali yang berjuluk Pulau Dewata ini mayoritas beragama Hindu dimana tempat ibadahnya di candi/pura. Namun menjadi unik, malah mungkin aneh tatkala sebuah candi yang keberadaannya tepat di tebing sebuah sungai. Candi ini bernama Candi Tebing Tegallinggah dan termasuk situs purbakala yang baru beberapa tahun lalu ditemukan. Adalah seorang ahli purbakala berkebangsaan Belanda yang berhasil menemukan situs sejarah yang kaya akan nilai historis-filosofis ini di sebuah tebing Sungai Pakerisan, Gianyar, Bali. Krijsman menemukan candi ini saat tengah melakukan penggalian penyelidikan terhadap sebuah bangunan kecil yang sebelumnya hanya dianggap gapura biasa saja oleh penduduk setempat. Nilai Historis Berpadu dengan Keindahan Alam Anda yang ingin melihat bangunan Candi Trebing Tegallinggah ini terlebih dahulu akan dibawa untuk menuruni tangga sebelum akhirnya sampai ke lokasi. Namun...
Puri merupakan tempat istirahat atau tempat bermainnya para istri, selir maupun anak raja. Bangunan yang indah, unik dan membetahkan tentu akan selalu menjadi ciri khas dari puri-puri itu. Salah satu puri di Bali yang hingga saat ini masih lestari ialah Puri Jro Kuta. Puri ini merupakan peninggalan kerajaan kecil di Bali yang hebatnya sampai sekarang masih tetap terawat dan bersih. Puri Jro Kuta merupakan salah satu objek wisata budya di Bali yang didalamnya memiliki beberapa bangunan unik seperti ancak saji, semanggon, ranggu, sareng kangen, paeban, pemerajaan agung, dan pewaregan daren raja. Pura ini juga dilindungi oleh tembok yang tinggi yang dinamai denan Pekandelan sehingga dari luar sukar untuk melihat puri ini secara langsung. Puri Jro Kuta sendiri dibangun sekitar tahun 1808 dimana kala itu pemerintahan dipegang oleh Raja Ida Jro Kuta Kahuningan yang juga berfungsi sebagai pusat pemerintahan sekaligus tempat tinggal keluarga raja. Masyarakat ya...