1. Tari Sembah Tari sembah merupakan tarian tradisional dari Provinsi Lampung yang berasal dari Suku Pepadun. Pada awalnya Tari Sembah ditampilkan pada acara penyambutan para raja dan tamu-tamu istimewa. Saat ini Tari Sembah dikenal sebagai tari penyambutan yang tujuannya adalah menghormati tamu yang datang. Selain ditampilkan pada upacara adat penyambutan tamu, tari sembah juga ditampilkan pada upacara pernikahan dengan tujuan yang sama yaitu menyambut para tamu yang hadir pada acara tersebut. Busana yang dikenakan oleh para penari adalah busana asli daerah seperti yang dikenakan pengantin wanita asli suku Lampung lengkap dengan siger dan tanggainya. Busana yang dipergunakan oleh penari Sembah ini adalah Sesapur yaitu baju kurung bewarna putih atau baju yang tidak berangkai pada sisinya namun pada sisi bagian bawah terdapat hiasan berbentuk koin berwarna perak atau emas yang digantung secara berangkai (rumbai ringgit). Sedangkan busana yang digunakan...
Cipt. Syaiful Anwar J ak ujung Danau Ranau Dari ujung danau ranau Teliu di Way Kanan Melewati way kanan Sampai pantai lawok jaoh sampai pantai laut jawa Pesisir rik Pepadun pesisir dan pepadun Jadi sai delom lambang Bersatu di dalam lambang Lampung sai kaya-raya lampung yang kaya raya Kik ram aga burasa jika kita mau merasakan Hujau ni pemandangan hijaunya pemandangan Kupi lada di pematang kebon lada di pematang Api lagi cengkeh ni apalagi cengkehnya Telambun beruntaian Banyak beruntaian Tandani kemakmuran tandanya kemakmuran Lampung sai… lampung satu, Sang bumi ruwa jurai Satu bumi dua macam Cangget bara bulaku Penghormatan pemuka adat [Pepadun] Sembah jama saibatin Penghormatan pemuka adat [Sebatin] Sina gawi adat sikam itulah aturan adat kami Manjau...
Jemamok adalah sebutan anak-anak di Desa Peraduan Waras, Lampung Utara , bagi sebuah permainan mencari tempat persembunyian pemain sambil menjaga "benteng" pertahanan agar tidak disentuh atau dipegang oleh pemain lain. Dalam konteks ini, "benteng" adalah sebuah batang pohon - disebut asinan - yang harus dijaga oleh seorang pemain dari "serangan" (sentuhan) pemain lain. Kapan dan dari mana permainan ini berasal sudah tidak diketahui lagi, namun menurut penuturan penduduk setempat, sejak zaman penjajahan Jepang jemamok sudah dimainkan oleh anak-anak Desa Peraduan Waras. Permainan jemamok dapat dimainkan secara bersama-sama oleh 5-20 orang laki-laki dan perempuan berusia antara 7-13 tahun. Dari sekian banyak pemain tersebut, nantinya hanya satu orang yang menjadi penjaga asinan, sedangkan sisanya akan bersembunyi sambil menunggu waktu tepat untuk "menyerang" asinan yang dapat berada di halaman rumah, halaman rumah adat, halaman sekolah, atau di kebun. ...
Sesat agung sai wawai Talo butabuh takhi cangget Gawi adat tanno tegow cakak pepadun Adat budayo Lampung Nayah temon ragom wawai no Jepana, gerudo no rata sebatin Cangget agung 2x Muli batangan Dilom kutomaro 2x Mejeng busanding Gawi adat lampung 2x Jak zaman tohow Lapah kham jamo-jamo Ngelestariko adat lampung Cipt. Syaiful Anwar
Jak Ranau Tigoh Di Teladas Jak Palas Munggah Mit Bengkunat Gunung Rimba Tiuh Pumatang Pulau-Pulau Di Laok Lepas Reff Bumiku Tanoh Lampung Kulawi Panjak Wah-Wah Di Nusantara Tani Tukun Sangun Jak Jebi Tanoh Lampung Tanoh Lado Meregai Buai Rik Bahasa Nayah Sina Tanda Ram Kaya Adat Rik Budaya Suratni Kaganga Jadi Warisan Jama-Jama Tabikpun Jama Sai Tuha Raja Penyimbang Sebatin Semerga Salah Rik Cempala Tian Sai Ngura-Ngura Kilu Tawai Sikam Kiluyang Bumiku Tanoh Lampung Kulawi Panjak Wah-Wah Di Nusantara Tani Tukun Sangun Jak Jebi Tanoh Lampung Tanoh Lado
Jak ujung Danau Ghanau Teliyu mit Wai Kanan Sampai pantai Lawok Jawo Pesisigh ghik pepadun Jadi sai dilom lambang Lampung sai kayo ghayo Lampung sai, Sang bumi ghua jughai 2x Ki gham haga bughasa Hujauni pemandangan Huma lada di pematang Apilagi cengkehni Telambun beghuntaian Tandani kemakmughan Lampung sai, Sang bumi ghua jughai 2x Canggot pagha penglaku Sembah jama sebatin Sina gawi adat sikam Manjau ghik sebambangan Taghi ghakot ghik Melinting Cihgini ulun Lampung
Kekiciran merupakan tradisi yang berkembang di Kec. Pesisir Utara hingga Lemong. Tradisi ini tidak ditemukan pada masyarakat lainnya di Lampung. Biasanya kekiciran dilakukan selama tujuh hari dan dilakukan berpindah-pindah kampung. Kekiciran merupakan ungkapan sukacita menyambut hari raya Idulfitri, biasanya dimulai selepas isya hingga subuh tiba. Kekiciran merupakan festival tari adat antarkampung. Setiap kampung akan menampilkan tariannya masing-masing. Tari dengan ragam yang unik dan penuh dengan unsur adat mereka tampilkan dalam setiap gerakan. Tari dengan penilian terbaik dari juri akan tampil menjadi pemenang.
Gamolan hampir sama dengan alat musik gamelan di daerah Jawa. Hanya saja Gamolan yang ada di Lampung ini terbuat dari susunan bambu yang kemudian diikat dengan tali senar yang dibuat dengan rancangan khusus. Gamolan di Lampung ada yang disebut Gamolan Pekhing dan aja juga yang menyebutnya dengan nama Gamolan Cetik. Gamolan ini dimainkan dengan cara dipukul seperti gamelan. Biasanya musik yang dimainkan dengan gamolan ini diadakan pada saat pelaksanaan acara-acara adat tertentu di Lampung.
Merupakan alat musik yang terbuat dari kayu (baiknya kayu nangka)dan kulit, berdawai, bersenar. Alat musik ini mengiringi lagu-lagu, baik berfungsi sebagai hiburan atau sebagai musik pengiring tari.Alat musik gambus lunik ini merupakan bukti langsung pengaruh kebudayaan Islam yang dibawa pedagang-pedagang arab ke nusantara.