Dalam perkembangannya, pakaian adat Kalimantan Selatan khas pengantin Banjar ini juga masih tetap lestari.Pakaian adat ini pun tak luput dari sentuhan mode masa kini tapi tetap tidak meninggalkan pakem dan keindahan alami adat yang berlaku. Seperti pada pakaian adat yang asli menggunakan baju poko untuk mempelai wanita. Dengan menyesuaikan karakter si pemakai juga sentuhan Islami dalam masyarakat Banjar, kerap diganti dengan pakaian kebaya panjang. Bahkan juga dilengkapi dengan jilbab tetapi tetap dihiasi dengan amar atau mahkota serta aksesori lainnya. Pasangan mempelai pun masih menggunakan pakaian adat ini untuk tampil menerima restu dari sanak famili. Sumber : http://meandyouculture.blogspot.com/2018/05/pakaian-adat-kalsel.html
Cerita Legenda Putri Junjung Buih Fakta menarik yang terdapat pada kain Banjar ini ( kain sasirangan adalah cerita dibaliknya. Konon katanya, Patih Lambung Mangkurat pernah dikabarkan pernah bertapa sekitar empat puluh hari. Sebelum mengakhiri pertapanya, ia mendengar suara seorang wanita yang berasal dari buih air sungai. Wanita tersebut dikenal sebagai Putri Junjung Buih. Dia akan menampakkan wujudnya jikalau permintaannya sudah dikabulkan. Tak disangka, putri meminta sebuah permintaan yaitu ingin dibuatkan istana serta selembar kain yang ditenun dan juga diwarnai oleh sekitar empat puluh putri. oleh : idnewsmedia sumber : https://www.idnewsmedia.com/kain-batik/sasirangan/kain-sasirangan/