Resep Dasar Roti Tawar: Bahan : 250 ml air 100 g mentega tawar Bahan A, aduk: 500 g tepung terigu khusus roti 2 sdt ragi instan 3 sdm susu bubuk ½ sdt garam Bahan B: 4 kuning telur ayam 40 ml putih (dari 1 butir) telur ayam 70 g gula pasir Olesan, kocok lepas: 1 kuning telur ayam 1 sdm air Cara Membuat : Campur bahan A bersama bahan B, aduk hingga rata. Tuangi air secara bertahap, uleni adonan hingga kalis. Tambahkan mentega. Uleni kembali hingga rata dan kalis. Simpan adonan dalam wadah, tutup dengan plastik. Diamkan hingga mengembang (± 30 menit). Kempiskan adonan. Gilas. Roti Tawar Talas Pontianak Bahan : 1 resep dasar roti tawar *) Adonan talas, aduk: 300 g talas pontianak, kukus, haluskan **) 100 ml santan ken...
Bahan-bahan ( 5-6 porsi) 250 gram tau suan -rendam 2 jam- 1 L air secukupnya air secukupnya daun pandan secukupnya pengental Langkah ( 30 menit) Steam tau suan + daun pandan ð' 10-15 menit Rebus air hingga mendidih Add gula + daun pandan + tau suan + pengental Sumber : https://cookpad.com/id/resep/1974602-tau-suan-vegan
Bahan-bahan: 250 gr tepung ketan putih 350 cc air kacang tanah goreng gula pasir Cara membuat: Blender ato tumbuk halus kacang tanah campur dgn gula pasir Campur tepung ketan dan air masak sambil di aduk terus sampai matang Potong potong adonan dgn spatula campur ke kacang tanah, siap di santap Sumber: https://cookpad.com/id/resep/892606-kaloci Lokasi penjual: makanan Khas pontianak kaloci Alamat: jl.H Agus Salim Sebelah Rumah Makan Bambu Emas, Benua Melayu Darat, Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78122 Telepon: 0813-8398-9338
Tumpi and Lemang for Naik Dango (Dayaknese Thanksgiving) Every 20th of May, Dayaknese in West Borneo, Indonesia celebrates Naik Dango/Gawai Dayak to give thanks for the blessing of the harvest to Jubata (God). It is an annual massive celebration since 1986. All of Dayaknese in town will gather near the traditional Dayak house (Rumah Betang) to pray towards Jubata. They will also bring their own cooked harvest crops (mainly rice-based product) to eat it together as a Dayaknese society. In these modern days, instead of a plain gathering, Dayaknese also celebrates Naik Dango with traditional performances such as singing, dancing, and playing traditional music instruments. As an Indonesian staple food, rice is highly appreciated by Dayaknese. The high appreciation are show through their food offering ritual to Jubata. The food offering consists of 3 different types of food such as Bontokng (seasoned rice wrapped with vegetable leaves), Lemang (glutinous rice cooked inside...
Masyarakat Dayak Ngaju di daerah Kalimantan Barat mempunyai senjata khas yang bernama Dohong . Senjata ini berbentuk sebuah mata tombak yang juga dapat dialih fungsikan sebagai pisau. Dulunya Dohong berfungsi sebagai senjata perang, namun saat ini Dohong digunakan masyarkat setempat untuk berburu, bercocok tanam, memotong tali pusar dan menyembelih hewan kurban. Maka dari itu, orang yang memilik dohong hanya ketua adat dayak atau seorang pisur. Senjata tradisional tersebut dipercaya oleh banyak masyarakat Dayak sebagai senjata tertua yang dimiliki oleh mereka. Dalam perkembangannya, saat ini sudah jarang digunakan sebagai senjata melainkan disimpan sebagai benda pusaka. Sumber: https://suka-suka.web.id/35-senjata-tradisional-indonesia/ https://asyraafahmadi.com/in/pengetahuan/spesialisasi/persenjataan/senjata-tradisional/dohong/
Urang tue nang jauh di mate Salo' inyan rase atiku Rase tirrabang mun dapat na' pulang Memang mun salo' inda' dapat na' ditahan Urang tue nang jauh di kampung Lama' inyan inda' bejumpe Rase tibayang in sanak ngan kawan Bille ke kame' barru sampat dapat pulang Sumber: http://www.lagu-daerah.com/2015/06/lirik-lagu-daerah-kalimantan-barat.html
Home » Cerita Rakyat Kalimantan Barat » Asal Mula Nama Sintang Monday, 10 October 2016 Cerita Rakyat Kalimantan Barat Asal Mula Nama Sintang Alkisah Rakyat ~ Sungai Kapuas di propinsi Kalimantan Barat merupakan sungai yang terbesar dan terpanjang. Sungai ini merupakan urat nadi kehidupan rakyat di daerah itu sejak berabad-abad lamanya. Sungai ini menghubungkan daerah pedalaman Kalimantan dengan daerah-daerah pesisirnya. Salah satu kota yang terletak di ujung pedalaman sungai Kapuas adalah Kota Sintang, Kota Sintang terletak diatas tanah jepitan dua buah sungai. Sebelah kanan dengan sungai Melawi dan sebelah kiri dengan sungai Kapuas. Daerah ini disebut juga daerah Tanjung Puri. Dulunya kota Sintang terletak di seberang kanan hilir sungai Kapuas. Nama Sintang pada mulanya menurut istilh/bahasa suku-bangsa Dayak yang mendiami daerah sungai Kapuas pedalaman, bernama "SENENTANG." Karena sekitar dae...
Kalau kamu mendengar hantu jaring ini mungkin kamu bakal menyangka kalau bentuk hantu ini seperti jaring-jaring atau jaring nelayan yang biasa dipakai mencari ikan? Hmm bukan-bukan. Hantu jaring ini kegemarannya menjaring atau membawa anak kecil di saat hujan panas, kemudian anak kecil tersebut akan disembunyikan olehya. Kalau dengar cerita hantu ini persis sama dengan hantu Wewe Gombel yang suka menyembunyikan anak kecil. Jadi, jaga adik-adikmu ya agar tidak bermain saat hujan. Menurut masyarakat Kalimantan Barat, hantu ini bisa dihindari dengan cara memakaikan atau menyelipkan rumput atau daun di telinga. Hantu ini juga senang mendiami sawah, lapangan, atau daerah belakang rumah yang kotor. Sumber: http://www.kejadiananeh.com/2016/03/legenda-hantu-mengerikan-indonesia.html
Cap Go Meh merupakan hari dimana suku Tionghoa merayakan hari ke-15 dari Tahun Baru Imlek, sekaligus menjadi sebuah highlight dan menutup perayaan Tahun Baru Imlek. Pada saat Cap Go Meh, keluarga suku Tionghoa biasa merayakannya dengan makan bersama keluarga besar, entah itu di rumah maupun di restoran. Selain itu, diadakan juga parade naga dan barongsai di sekitar jalan raya, terutama di Jalan Gajahmada Kota Pontianak. Parade naga dan barongsai selalu disambut dengan meriah oleh warga setempat karena bisa menjadi hiburan yang hanya diadakan satu kali setiap tahunnya. Tidak hanya diramaikan oleh naga dan barongsai, ada juga tatung yang melakukan aksi-aksi ekstrim seperti menusuk dirinya sendiri dengan pisau dan paku, koko mei-mei Kalimantan Barat, dan masih banyak lagi. Parade ini biasanya berlangsung lebih ramai dan meriah pada malam hari, karena banyak naga yang dihiasi dengan lampu-lampu gemerlap dan bahkan ada yang glow in the dark loh ! Setelah naga...