Thulup merupakan alat untuk berburu. Tulup berupa bambu kecil dan agak panjang. Dengan cara meniup lubang bambu, maka peluru yang tebuat dari tanah liat atau buah kecil akan melesat mengenai sasaran. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2015/03/senjata-tradisional-daerah-istimewa-yogyakarta/
Tameng adalah senjata untuk membela diri. Tameng biasanya dipakai oleh prajurit pada waktu perang, ronda, dan lain sebagainya. Tameng berfungsi untuk perisai tubuh terhadap senjata tajam yang melukainya. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2015/03/senjata-tradisional-daerah-istimewa-yogyakarta/
Panggang artinya dipanaskan di atas bara api. Sedangkan pe berati dijemur. Rumah panggang Pe merupakan bangunan kecil yang terdiri dari sebuah atap dengan empat buah tiang atau lebih yang di atasnya biasanya dipergunakan untuk menjemur barang-barang. 1.a. Panggangpe Gedhang Selirang Merupakan rumah Panggang Pe Pokok yang ditambah atap emper di bagian belakang. 1.b. Panggangpe Trajumas Merupakan rumah yang memakai tiga buah pengeret dan enam buah tiang. 1.c. Panggangpe Barengan Merupakan rumah yang berderet terdiri dari beberapa rumah Panggang Pe, dimana rumah yang satu membelakangi yang lain dan saling menggunakan balok blandar dan tiang sesamanya. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2014/03/rumah-adat-daerah-istimewa-yogyakarta/
Rumah Adat Kampung merupakan rumah dengan denah empat persegi panjang, bertiang empat dengan dua buah atap persegi panjang pada sisi samping atas ditutup dengan tutup keyong. Rumah ini kebanyakan dimiliki oleh orang kampung atau orang jawa menyebutnya desa. 2.a. Kampung Srotong 2.b. Kampung Dara Gepak Merupakan Rumah Kampung yang beratap emper pada keempat sisinya. 2.c. Kampung Gajah Njerum Merupakan Rumah Kampung dengan tiga buah emper terdiri dari dua atap emper di muka dan belakang dan sebuah lagi pada sisi samping. Sedangkan sisi samping yang lain tidak diberi atap emper. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2014/03/rumah-adat-daerah-istimewa-yogyakarta/
Dinamakan Limasan, karena jenis rumah tradisional ini mempunyai denah empat persegi panjang atau berbentuk limas. Rumah bentuk limasan yang sederhana terdiri dari empat buah atap, terdiri dua buah atap bernama kejen atau cocor serta dua buah atap bernama bronjong yang berbentuk jajaran genjang sama kaki. Kejen berbentuk segi tiga sama kaki seperti enam atap keyong, namun memiliki fungsi yang berbeda. Pada perkembangan selanjutnya rumah limasan diberi penambahan pada sisi-sisinya yang disebut empyak emper atau atap emper. 3.a. Limasan Apitan Merupakan Rumah Limasan bertiang empat dengan sebuah ander yang menopang molo di tengah-tengahnya. 3.b. Limasan Klabang Nyander Merupakan Rumah Limasan yang mempunyai pengeret lebih dari empat buah sehingga kelihatan panjang. Bentuk rumah ini semata-mata dilihat banyaknya pengeret dan tiang (tengah) serta susunan tiang. 3.c. Limasan Pacul Gowang Merupakan Rumah Limasan memakai sebuah atap emper terletak pada salah satu sisi panja...
a. Joglo Sinom b. Joglo Pangrawit Rumah Joglo Pengrawit karena memakai lambang gantung, atap bronjong merenggang dari atap penanggap, atap emper merenggang dari atap penanggap, tiap sudut diberi tiang (saka) bentung tertancap pada sudut, tumpang lima buah, memakai singup dan geganja. c. Joglo Semar Tinandu Rumah Joglo yang memakai dua buah pengeret dan dua buah tiang (saka) guru diantara dua buah pengeret. Biasanya dua buah tiang tadi diganti dengan tembok sambungan dari beteng kebanyakan rumah bentuk ini dipakai sebagai regol (gapura). Susunan ruangan yang terdapat dalam rumah tradisional ini tergantung pada besar kecilnya rumah, fungsi ruangan dan kebutuhan keluarga. "Panggangpe" adalah bentuk rumah dengan susunan ruangan yang paling sederhana sedangkan bentuk "joglo" mempunyai susunan ruangan yang lebih banyak. Untuk bangunan tempat ibadah (langgar dan masjid) arsitektur tradisionalnya berbentuk "tajug". "Tajug" ini mirip "joglo" hanya atapnya tidak berbentuk " br...
Musik Krumpyung bisa ditemukan di Kulon Progo. Seni musik Krumpyung digunakan bersamaan dengan iringan alat musik yang sebelumnya terbuat dari bambu. Lagu yang diiringi oleh kesenian ini adalah Langgam Jawa. Langgam Jawa adalah bentuk perubahan dari musik keroncong yang masuk ke idiom musik tradisional Jawa. Kesenian ini memiliki keunikannya adalah nada yang digunakan merupakan Pelog dan Slendro yang idealnya menyerupai gamelan Jowo, hanya saja dalam kesenian ini ada Gong tiup yang ikut ambil bagian. Kesenian ini dapat ditemui pada sebuah dusun yang bernama Tegiri, Desa Hargowilis, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sumber: https://alatmusik.org/alat-musik-tradisional-yogyakarta/
Demung adalah alat musik tradisional sekaligus menjadi salah satu instrumen gamelan yang termasuk keluarga balungan. Dalam sebuah set gamelan, umumnya terdapat dua buah demung yang versi nadanya berbeda ( slendro dan pelog ). Demung mempunyai wilahan yang lebih tipis dibandingkan dengan saron, namun ukurannya sangat nampak lebih lebar sehingga nada yang didengar-pun lebih rendah. Alat memukul demung biasanya terbuat dari kayu yang dibentuk seperti palu atau alat pemukul yang mempunyau ukuran lebih besar dan lebih berat dibandingkan alat pemukul Saron. Demung digunakan dengan cara ditabuh. Teknik menabuhnyapun tak asal, ada yang menabuhnya biasa sesuai dengan aturan nadanya, atau ditabuh dengan cara bergantian antara demung yang pertama dengan yang kedua yang nantinya bisa menghasilkan nada yang bervariasi dan seakan saling menjawab. Polanya pun memiliki aturan sendiri. Pada Gendhing Gangsaran contohnya yang menggambarkan s...
Peking adalah alat musik tradisional Yogyakarta. Gamelan Jawa yang sejenis dengan Saron. Alat musik ini sering disebut dengan “Saron Penerun”. Peking memiliki oktaf tinggal dengan nada suara yang paling tinggi. Di daerah Jawa Tengah, Peking terkenal dengan nama Saron Panacah, Slukat, Penitil, Cente, Tetelile. Ala musik ini berbentuk bilahan dengan 6-7 bilah yang di taruh pada bingkai kayu yang di gunakan sebagai resonatornya. Peking memiliki ukuran yang paling kecil jika dibandingkan dengan Demung atau Saron. Sumber: https://alatmusik.org/alat-musik-tradisional-yogyakarta/#forward Sumber: https://alatmusik.org/alat-musik-tradisional-yogyakarta/#forward