Rama merupakan senjata melaut sejenis trisula yang memiliki gagang dari kayu atau besi dengan panjang 1.5-2 meter. Ujung dari senjata melaut ini menyerupai garpu yang tajam, adapula yang berupa paku-paku berukuran besar. Warga membuat senjata ini sendiri, sehingga setiap rama dapat berbeda bentuk, tergantung dari kreativitas pembuatnya. Rama sendiri memiliki beberapa nama berbeda karena terdapat dialek yang beragam dari setiap daerah. Sumber: https://kumparan.com/mahitala-unpar1483969525114/senjata-melaut-rote-ndao-part-i
Sosoro' adalah alat yang digunakan untuk menangkap ikan yang terjebak di bebatuan karang saat air laut surut. Biasanya digunakan oleh ibu-ibu rumah tangga yang pergi ke laut untuk meting dan pele. Sosoro' terdiri dari dua gagang kayu yang berukuran 1.2 meter dan terdapat jaring jenis tali kasur berdiameter 2 milimeter yang dikaitkan pada kedua gagang kayu dengan mengikatkan tali raï¬a. Sumber: https://kumparan.com/mahitala-unpar1483969525114/senjata-melaut-rote-ndao-part-i
Lo'at adalah sebuah wadah untuk menaruh hasil buruan laut yang terbuat dari anyaman daun lontar dan bambu. Lo'at dilengkapi dengan penutup wadah dan memiliki tali yang berfungsi untuk dikaitkan ke pinggang dengan cara diikat (seperti tas pinggang). Ketika nelayan mendapatkan ikan dari hasil meting atau pele, maka ikan tersebut akan langsung disimpan didalam lo'at bersama dengan hasil buruan lainnya. Selain dari kelima senjata melaut tersebut, agar dapat pergi ke laut dalam, nelayan menggunakan perahu mesin dengan muatan 6-7 orang yang biasa disebut bodi. Namun, apabila nelayan tidak berniat pergi jauh, alat transportasi yang digunakan adalah perahu sampan yang dikemudikan dengan cara menggunakan dayung berukuran kecil dengan muatan maksimal 3 orang. Sumber: https://kumparan.com/mahitala-unpar1483969525114/senjata-melaut-rote-ndao-part-i
Buat para cowok, masih ada yang inget nggak gimana rasanya waktu disunat? Hipwee yakin semua udah pada lupa. Tapi beda cerita soal rasa pasca sunat. Beuhhh, jadi penderitaan sendiri deh pokoknya. Gerak dikit aja perih. Ngelihat ada temen main bola aja bikin sakit hati. Rasanya itu pengen banget ikutan, tapi apa daya, takut si otong kena bola terus entar disuruh sunat lagi. Begitulah penderitaan kaum cowok dalam masa recovery dari cedera sunat. Enaknya cuma pas diamplopin banyak orang doang. Pada masa penyembuhan luka akibat sunat, umumnya, kaum cowok akan menggunakan bantuan angin untuk membuat sakitnya lebih reda. Entah itu pakai kipas tangan, kipas angin, atau bahkan sampai minta ditiupin ayah ibunya (ngaku aja!). Nah kalau kita pakai angin buat meredam rasa sakit, beda sama orang-orang sebuah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Suku Atoni Meto adalah salah satu dari 300 lebih suku yang berada di Indonesia. Namun mereka memiliki keunikan tersendiri dalam masalah suna...
Sumber: Katalog Kain Tenun Tradisional Timor Tengah Selatan #SBJ
Sumber: Katalog Kain Tenun Tradisional Timor Tengah Selatan #SBJ
Sumber: Katalog Kain Tenun Tradisional Timor Tengah Selatan #SBJ
Sumber: Katalog Kain Tenun Tradisional Timor Tengah Selatan #SBJ