Bagi masyarakat suku Batak khususnya Batak Toba, kain ulos adalah barang adat yang bernilai tinggi dan tidak dipandang dari harga beli kain ulos dimaksud. Namun sebelum membahas tentang ulos, kami ingin bercerita tentang eksistensi masyarakat Batak Toba saat ini di tengah masyarakat Sumatera Utara. Bila dilihat dari jumlah komunitas atau jumlah penduduk berdasarkan etnik dan sub etnik, masyarakat Batak Toba tidak bisa disebut sebagai komunitas terbesar dari masyarakat suku Batak secara umum. Masih ada Batak Simalungun, Batak Mandailing, Karo dan Pakpak meskipun mereka menolak disebut Batak, namun dalam pergaulan sehari-hari masyarakat Batak Toba dipandang lebih dominan dibandingkan masyarakat Batak lainnya. Lebih dari itu sebagian orang Indonesia khususnya di luar Sumatera Utara menganggap bahwa suku Batak itu hanya ada satu. Bila dilihat dari realita hari ini, semua sub etnik Batak memiliki kain ulos masing-masing bahkan di antara kain ulos yang beredar di tengah masyarakat, setiap...
Tari Ranup lampuan adalah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah Aceh. Tarian ini termasuk tarian penyambutan yang biasanya dibawakan oleh penari wanita dengan menyuguhkan sirih sebagai tanda terima masyarakat. Tari Ranup Lampuan merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di Aceh, dan sering ditampilkan untuk menyambut para tamu terhormat maupun acara penyambutan adat lain. Tari Ranup Lampuan biasanya dibawakan oleh para penari wanita. Jumlah penari tersebut biasanya terdiri dari 5-7 orang penari. Dalam pertunjukannya, para penari dibalut dengan busana tradisional yang cantik serta membawa puan dan sirih yang nantinya akan disuguhkan kepada para tamu. Dengan diiringi oleh alunan musik tradisional, mereka menari dengan gerakannya yang khas di hadapan para tamu dan penonton. Gerakan dalam Tari Ranup Lampuan ini biasanya didominasi oleh gerakan lemah lembut yang melambangkan kesopanan dan ketulusan para penari. Apabila di perhatikan secara seksama, setiap g...
Secara garis besar Tari Andun bermakna sebagai puja-puji atau ucapan rasa terima kasih terhadap Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan hasil panen yang melimpah. Untuk penampilannya sendiri cari ini dimainkan oleh pria dan wanita serta bisa kamu saksikan di berbagai acara-acara adat maupun informal lainnya misalnya seperti pernikahan. Keunikan dari tarian ini adalah di awal penciptaannya pada zaman dahulu, tarian ini dijadikan sebagai ajang pencarian jodoh bagi para muda-mudi di sana. Namun seiring berkembangnya zaman prakteknya hari ini telah berubah fungsi yakni sebagai hiburan Semata, serta sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang melimpah.
Tari Ayun Pala adalah tarian suku Dayak Mualang, Kalimantan Barat dan merupakan sebuah tarian tunggal tradisional yang di sajikan kepada masyarakat mualang setelah para kesatria ( Sabung ) Mualang pulang dari Mengayau dan membawa kepala musuh yang sudah ia kalahkan, sebagai bukti kemenangan tersebut, kepala hasil kayau, mereka hantar dan disambut oleh seorang penari wanita. Tari ini lebih menekankan pada gerakan – gerakan menyambut dan menimang kepala manusia yang di dapatkan dari ekspedisi Mengayau pada masa lalu. Adapun property yang digunakan dalam menari tersebut yakni sebuah kain tenun yang dilipatkan atau di lingkarkan di bagian bahu, ibarat menggendong bayi, kepala tersebut disambut dan di timang, kemudian baru di serahkan kepada orang – orang tertentu yang dipilih, untuk di upacarakan. Upacar menyambut kepala hasil kayau di sebut Mulai Burung ( mengembalikan semangat perang ) yang di hadiri oleh kesatria yang telah mengalahkan dan memenggal kepala tersebut. Iringan musik u...
ari Belian bawo merupakan tarian yang berasal dari suku Dayak dan ditampilkan dalam berbagai upacara adat suku Dayak. Suku Dayak yang berada di Kutai menyebut tarian Belian Bawo ini digunakan pengobatan. Selain sebagai pengobatan tarian Belian Bawo juga digunakan untuk pemanggilan hantu atau yang sering disebut dalam bahasa benuaq “Belih atau Uo’q”.
ari Belian bawo merupakan tarian yang berasal dari suku Dayak dan ditampilkan dalam berbagai upacara adat suku Dayak. Suku Dayak yang berada di Kutai menyebut tarian Belian Bawo ini digunakan pengobatan. Selain sebagai pengobatan tarian Belian Bawo juga digunakan untuk pemanggilan hantu atau yang sering disebut dalam bahasa benuaq “Belih atau Uo’q”.
Tari Balean Dadas adalah tarian adat masyarakat Dayak di Kalimantan tengah untuk meminta kesembuhan kepada Ranying Hatala langit (Tuhan) bagi mereka yang sakit. Tarian ini biasanya di lakukan oleh dukun perempuan suku Dayak. Nama Balean Dadas sendiri di ambil dari sebutan dukun perempuan, yang dalam masyarakat Dayak disebut Balean Dadas. Dalam pertunjukan Tari Balean Dadas sangat kental akan nuansa mistis. Karena awalnya tarian ini di gunakan masyarakat dalam ritual penyembuhan warga yang sakit. Namun seiring perkembangan, tarian ini di adaptasi menjadi tarian kebudayaan oleh masyarakat Dayak di Kalimantan tengah sebagai pelestarian kebudayaan asli masyarakat Dayak. Tradisi ini juga masih di lakukan oleh masyarakat Dayak di pedalaman. Seiring dengan perkembangannya tarian ini tidak hanya di gunakan dalam ritual adat saja. Namun juga di gunakan dalam acara seperti acara penyambutan, peresmian dan juga festival budaya.
Ma' Pasilaga Tedong atau lebih dikenal dengan Tedong Silaga merupakan salah satu tradisi unik dari daerah Toraja. Tradisi ini rutin dilakukan pada saat upacara pemakaman orang yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, biasa disebut Rambu Solo. Acara Mapasilaga Tedong ini dilakukan sebelum upacara adat di mulai. Adu kerbau ini dilakukan sebelum upacara adat Rambu Solo dilakukan. Kerbau yang diadu bukanlah kerbau sembarangan. Jenis kerbau yang istimewa adalah kerbau bule (Tedong Bonga) atau kerbau albino. Kerbau pilihan ini masuk dalam kelompok kerbau lumpur (Bubalus bubalis) dan hanya ditemukan di Tana Toraja. Di antara jenis terbaik adalah tedong salepo, yaitu kerbau yang memiliki bercak hitam di punggung. Ada juga jenis lontong boke, yaitu kerbau yang memiliki punggung berwarna hitam. Namun, jenis yang paling sering dijumpai dalam ritual Ma' Pasilaga Tedong adalah tedong pudu. Jenis kerbau berkulit legam ini dipilih karena mudah dilatih dan harganya tidak semahal kerbau lain. Be...
Sebentar lagi bulan Ramadan tiba. Bulan yang dinanti-nanti oleh para muslimin di seluruh dunia. Di Indonesia bulan Ramadhan memiliki keistimewaan dibanding bulan-bulan yang lainnya. Karena pada bulan ini lah banyak kegiatan keagamaan dan juga kegiatan budaya yang timbul dari akulturasi agama dan budaya setempat. Banyak kegiatan-kegiatan agama yang mengakar sehingga menjadi tradisi yang tidak boleh ditinggalkan oleh segenap masyarakat setempat. Rentetan kegiatan budaya dimulai dari datangnya bulan Ramadan seperti pawai menyambut Ramadan -dalam istilah kami disebut Grebeg Ramadhan- sampai di penghujung Syawal ada tradisi syawalan sampai tradisi weh-wehan (saling memberi). Tradisi ini patut kita jaga dan lestarikan supaya bangsa Indonesia mempunyai identitas diri dihadapan masyarakat dunia. Menunjukkan bangsa Indonesia punya peradaban yang tinggi dibanding negara-negara yang lainnya. Salah satu dari rentetan budaya pada saat datangnya bulan ramadhan adalah budaya mudik lebaran....