tahun baru islam
1.027 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Candi Mleri
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Candi Mleri terletak di Desa Bagelenan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar yang secara astronomis berada di antara 08⁰ 03 374' LS dan 112⁰ 05 099' BT. Candi  ini diyakini oleh masyarakat sekitar sebagai candi yang tertua yang ada di Kabupaten Blitar. Menurut informasi dari Suswandi – yang mengaku sebagai cucu buyut dari Kyai Tafsir Anom – kata candi berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti makam. Karena memang di kompleks tersebut yang tampak seperti makam kuno, sehingga lebih dikenal sebagai kekunaan Mleri.   Di kekunaan Mleri ini diyakini sebagai makam raja Singasari III, yang bergelar Sri Wisnu Wardhana. Nama aslinya adalah Ranggawuni, yang merupakan putra Anusapati atau cucu Tunggul Ametung dengan Ken Dedes. Makam ini diperkirakan sudah ada sejak tahun 1222 M. Hal ini didasarkan kepada prasasti yang berhuruf Pallawa yang ada di kompleks makam tersebut dengan lambang  kalamakara...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Asal Usul Kota Bojonegoro Jawa Timur
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Di waktu masa maha raja balitung (tahun - 910 M) yang menguasai jawa tengah dan jawa timur daerah yang sekarang dikenal dengan nama Bojonegoro belumlah ada. Yang ada hanyalah hutan luas yang di impit oleh pegunungan kapur di sebelah selatan dan utara yang dilewati sungai bengawan solo dan sungai brantas. Kira-kira tahun 1000 masehi baru hutan ini yang menduduki yaitu orang-orang keratin madang kemulan. Awal mulanya hutan ini diberi nama "Alas Tuo" namaun setelah didatang masyarakat imigran dari jawa tengah. Mulai banyak didirikan desa-desa disekitar hutan. Diantaranya adalah Desa Gadung, Desa dander dan sebagainya. Para pendatang yang mendirikan desa-desa itu membuat masyarakat sendiri berdasarakan hubungan keluarga. Di tiap-tiap masyarakat tersebut terdapat kepala desa. Di antara kepala desa tersebut ada seorang kepala desa yang bernama Ki Rahadi yang menguasai Dukuh Randu Gempol. Akibat masuk kebudayaan hindu yang di terima Ki Rahadi maka cara pemerentahan meniru cara peme...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Candi Plumbangan
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Candi Plumbangan terletak di  Desa Plumbangan , Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Tidak seperti candi lain pada umumnya, Candi Plumbangan menyerupai  paduraksa  dengan puncak berbentuk kubus. Candi Plumbangan terbuat dari batu andesit yang direkatkan satu sama lain dengan sistem gosok.   Denah Candi Plumbangan berukuran panjang 4,09 m, lebar 2,27 m dan tinggi 5,6 m. Pintu gerbang candi memiliki sayap pada kanan kirinya dan tidak mempunyai relief, namun hanya mempunyai pelipit garis saja. Pada bagian atas ambang pintu terdapat pahatan angka tahun 1312 Saka atau 1390 M.   Ditinjau dari pahatan angka tahun tersebut, diperkirakan Candi Plumbangan dibangun pada era Kerajaan Majapahit pada awal pemerintahan Wikramawardana. Namun uniknya, benda-benda cagar budaya yang terdapat di sekeliling Candi Plumbangan justru berasal dari masa yang berbeda. Misalnya saja Prasasti Plubangan (Panumbangan) yang merupakan peninggalan dari era Raja Bames...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Candi Simping
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Candi Simping terletak di Dusun Simping, Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Blitar. Candi tersebut dibangun sebagai tanda peringatan atau penghormatan terhadap pendiri Kerajaan Majapahit, Raden Wijaya (Sri Kertarajasa Jayawardana) yang meninggal pada tahun 1309 Masehi.   Banyak arkeolog mempercayai bahwa Candi Simping merupakan candi pertama masa Majapahit. Kitab Negarakertagama di dalam pupuh XLVII/3 menjelaskan tentang candi ini: " ... Tahun Saka mengitari tiga bulan (1231 S), Sang Prabu (Nararya Sanggramawijaya/Kertarajasa Jayawardhana) mangkat, ditanam di dalam pura Antahpura, begitu nama makam beliau, dan di makam Simping ditegakkan arca Syiwa".   Rahasia yang terungkap, Raden Wijaya atau Raja Kertarajasa diwujudkan sebagai arca Harihara karena peranannya besar dalam sejarah Singasari sampai Majapahit. Dia dianggap sebagai Wisnu karena berhasil menyelamatkan Singasari dari kehancuran akibat serangan Jayakatwang dan dianggap sebagai Syiwa karena dia p...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Candi Tepas
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Berbagai kerajaan besar pernah menancapkan pengaruhnya di Kabupaten Blitar, mulai dari Mataram Kuno di Jawa Tengah, Kerajaan Kediri, Singosari sampai dengan Majapahit. Oleh karena itu, di daerah Kabupaten Blitar ditemukan warisan cagar budaya, baik berupa prasasti, arca-arca, gapura maupun candi.  Salah satu tinggalan candi yang terdapat di Kabupaten Blitar adalah Candi Tepas. Candi ini terletak di Dusun Dawung RT. 02 RW. 03 Desa Tepas, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Lokasi candi ini berada ± 200 meter sebelah barat laut Pasar Tepas, atau tepatnya berada di samping Pura Surya Darma. Dari Jalan Raya Blitar-Malang berjarak sekitar 3 kilometer ke arah utara dengan jalan menanjak, sedangkan dari Kota Blitar berjarak 22 kilometer ke arah timur.   Alvin Abdul Jabbaar Hamzah dalam skripsinya yang berjudul  Identifikasi Bentuk Arsitektur Candi Tepas  (FIB UI, 2011) menerangkan, bahwa penelitian terhadap Candi Tepa...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Sejarah Kabupaten Mojokerto Jawa Timur
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Setelah raja S’ri Kerta-negara gugur, kerajaan Singhasa-ri berada di bawah kekuasaan raja Jayakatwang dari Kadiri. Salah satu keturunan penguasa Singhasari, yaitu Raden Wijaya, kemudian berusaha merebut kembali kekuasaan nenek moyangnya. Ia adalah keturunan Ken Angrok, raja Singha-sa-ri pertama dan anak dari Dyah Le(mbu Tal. Ia juga dikenal dengan nama lain, yaitu Nararyya Sanggramawijaya. Menurut sumber sejarah, Raden Wijaya sebenarnya adalah mantu Ke(rtana-gara yang masih terhitung keponakan. Kitab Pararaton menyebutkan bahwa ia mengawini dua anak sang raja sekaligus, tetapi kitab Na-garakerta-gama menyebutkan bukannya dua melainkan keempat anak perempuan Ke(rtana-gara dinikahinya semua. Pada waktu Jayakatwang menyerang Singhasa-ri, Raden Wijaya diperintahkan untuk mempertahankan ibukota di arah utara. Kekalahan yang diderita Singhasa-ri menyebabkan Raden Wijaya mencari perlindungan ke sebuah desa bernama Kudadu, lelah dikejar-kejar musuh dengan sisa pasuka...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Asal Usul Kota Probolinggo Jawa Timur
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Berbicara tentang sejarah lahirnya kota Probolinggo, kita tidak akan lepas dari sejarah kerajaan besar yang pernah berdiri di pulau Jawa, yaitu kerajaan Majapahit. Pada zaman pemerintahan Raja Majapahit ke IV, yaitu Prabu Radjasanagara atau Sri Nata Hayam Wuruk (1350-1389), daerah Probolinggo dikenal dengan nama “Banger”, sesuai dengan nama sungai yang mengalir ditengah daerah ini. Di dalam Kakawin Nagarakertagama, Prapanca, pujangga Majapahit yang terkenal menyebutkan bahwa Banger, yang semula merupakan pedukuhan kecil di muara kali Banger berkembang menjadi Pakuwon yang dipimpin oleh seorang Akuwu di Sukodono di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit. Pada saat Bre Wirabumi (Minakjinggo) bertahta sebagai Raja Blambangan, Banger masuk ke dalam daerah kekuasaan Bre Wirabumi. Perselisihan menyebabkan Banger yang merupakan perbatasan antara Majapahit dan Blambangan menjadi kancah peperangan antara Bre Wirabumi (Blambangan) dengan Prabu Wikramawardhana (Majapahit) yang...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Candi Surowono
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Candi Surowono terletak di Desa Surowono, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Candi Surowono terbuat dari batu andesit yang direkatkan satu sama lain dengan sistem gosok sedangkan untuk fondasi, Candi Surowono menggunakan bata. Denah Candi Surowono berukuran panjang 7,8 m dan lebar 7,8 m. Di tubuh candi, terdapat relief cerita Arjuna Wiwaha dan Bubuksah Gagang Aking. Pada bagian kaki candi memuat relief Ramayana sedangkan di pipi tangga candi bercerita binatang.   Candi Surowono atau Candi Bloran berdenah bujur sangkar terdiri dari bagian  batur , kaki, tubuh dan atap candi. Bagian atap, kaki dan sebagian tubuh candi dalam keadaan baik, sedangkan tubuh bagian atas dan atap candi sudah rusak. Diduga Candi Surowono ini adalah Candi Surabhana yang disebut dalam Kitab Negarakertagama.   Menurut kitab ini, Candi Surabhana dibangun oleh Bhre Wengker Wijayarajasa, yang pada tahun 1361 M dikunjungi oleh Hayam Wuruk dalam perjal...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Candi Tegowangi
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Kabupaten Kediri merupakan salah satu tujuan wisata budaya yang memiliki potensi peninggalan sejarah yang menarik. Sebagai kawasan bekas kerajaan kuno, Kediri menyisakan beberapa buah cand. Salah satunya adalah Candi Tegowangi. Candi ini terletak di Dusun Candirejo, Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur. Lokasi candi ini berada di timur laut Kota Kediri ± 24 Km atau 4 Km dari Kota Pare.   Untuk menuju candi ini tidak tergolong sulit karena Jalan Pare – Papar cukup halus aspalnya. Penanda untuk masuk lokasi candi ini dari jalan tersebut adalah pertigaan SDN Tegowangi ke utara melewati Kantor Desa Tegowangi.   Lingkungan candi ini merupakan kawasan pemukiman yang masih tergolong asri. Di sekeliling Candi Tegowangi terdapat beberapa pohon sonokeling ( Dalbergia latifolia ) dan pohon sengon ( Albizia chinensis ), dan tepat di sebelah utara candi ada lapangan milik Desa Tegowangi.   Menuru...

avatar
Arum Tunjung