Bahan-bahan 4-5 porsi 500 gram Tuna fillet 2 batang bunga kecombrang 8 siung bawang merah 3 siung bawang putih 7 buah cabe rawit 5 buah cabe merah keriting 1/4 sendok teh terasi Secukupnya garam Secukupnya gula Minyak sayur Langkah 10-15 menit Bersihkan tuna, lalu goreng diminyak panas. Boleh goreng setengah matang ataupun cukup kering sesuai selera. Tiriskan dan suwir kasar. ...
Bahan-bahan 1/2 kg ikan peda 2 batang kecombrang 5 buah bawang merah diiris tipis 4 buah bawang putih diiris tipis 3 buah cabe keriting diiris tipis 2 buah cabe rawit diiris tipis Bumbu halus: 5 buah Bawang merah 3 buah bawang putih 5 buah cabe rawit Terasi Gula Garam secukupnya Minyak goreng Langkah Goreng ikan...
Bahan-bahan 4 porsi 1/2 kg Ikan pari 1 buah Jeruk nipis secukupnya Ketumbar secukupnya Gula secukupnya Garam 7 siung Bawang putih 5 siung Bawang merah 5 buah Cabe merah 10 buah Cabe kecil 1 buah Kecombrang secukupnya Terasi secukupnya Merica Langkah 30 menit Lumuri ikan pari dengan ketumbar, bawang putih, jeruk nipis dan merica , diam kan sejenak lalu goreng hingga kering...
Bahan-bahan 4 porsi Ikan Bakar : 2 ekor ikan bawal besar 1 buah jeruk nipis 1 sendok makan garam kasar Sambal Rias (Kecombrang) : 1 buah tomat 10 buah cabai merah 10 buah cabai rawit 5 siung bawang merah 3 butir kemiri 1 batang rias (kecombrang) secukupnya air masak secukupnya garam Langkah Pertama bersihkan ikan. Setelah bersih gurat ikan lalu taburi g...
Bahan-bahan 2 kg Kentang Minyak untuk menggoreng Bumbu Halus 100 gr Lengkuas 50 gr Jahe 1 Batang Serai 5 bj Bawang Merah 3 bj Bawang Putih 7 bj Kemiri 1 bj Pala 15 bj Cabe tiung 10 bj Cabe merah 5 lbr Daun jeruk 250 ml air Bahan Tambahan 6 sdm Minyak untuk menumis bumbu...
Tari Wirayuda Tari Wirayuda berasal dari daerah Bali. Nama lainnya adalah tari perang bali Wirayuda yang berasal dari dua kata, yakni Wira berarti pahlawan dan Yudha artinya perang. Jadi kesimpulan sederhananya, Tari Wirayuda merupakan tari yang bertemakan peperangan dan menunjukkan kegagahan sosok laki-laki prajurit kerajaan. Tari ini ditarikan oleh 2 sampai 4 pasang penari pria yang membawa senjata tradisional Bali tombak. Tari yang diciptakan pada tahun 1979 ini menggambarkan sekelompok prajurit Bali Dwipa yang sedang bersiap-siap untuk maju ke medan perang dengan alat perang tradisional . Karena bertemakan perang, maka penari Wirayuda ini mengenakan hiasan ikat kepala berbentuk udeng-udengan. Tarian ini merupakan seni kreasi tari tradisional modern yang diciptakan oleh I Wayan Dibia. https://www.silontong.com/2018/09/18/tarian-adat-tradisional-daerah-bali/
Tari Gopala Tari Gopala adalah tari tradisi Bali yang menceritakan tingkah laku sekelompok pengembala sapi di suatu ladang / tempat penggembalaan. Kata Gopala sendiri diambil dari bahasa Kawi yang berarti penggembala sapi. Jumlah penari Tari Gopala yaitu 4 sampai 8 orang penari putra. I Nyoman Suarsa (penata tari) dan I Ketut Gede Asnawa (sebagai penata iringan) adalah dua seniman yang menciptakan Tari Gopala. Yang menarik dari tari Gopala adalah sebuah ekspresi gerakan tari yang humoris dengan materi gerak yang merupakan perpaduan antara gerak-gerik tari Bali yang sudah ada. https://www.silontong.com/2018/09/18/tarian-adat-tradisional-daerah-bali/
Berikut merupakan hal-hal yang perlu diketahui dan dipersiapkan oleh calon orang tua, untuk persiapan kelahiran anak. Menurut tradisi Agama Hindu di Bali 1. Ketika Anak Baru Lahir Ucapkan Mantram Gayatri sebanyak mungkin, minimum tiga kali. Kalau bisa sambil membawa Japamala (ganitri). Maha Mantra Gayatri disebut juga sebagai Mantra Savitri atau Mantra Savita, sebagai ibu dari Veda yang memberikan pencerahan kepada kecerdasan dalam menapak kehidupan menuju kesempurnaan. Bisikkan Maha Mantra Gayatri tiga kali masing-masing di telinga kanan (dharma) dan kemudian di telinga kiri (sakti). 2. Waktu Dikasi Ari-Ari Ketika sudah diberikan ari-ari dari pihak rumah sakit, bidan dll. Bungkus dengan kain putih sukla, sebaiknya sudah disiapkan payuk tanah yang cukup besar, dengan tutupnya, lalu ari-ari itu dimasukkan ke dalam payuk setelah itu di bawa pulang 3. Mencuci Ari-Ari Setelah sampai di rumah maka oleh ayah si anak ari – ari diletak...
Seringkali kita menemukan penggunaan benang pada beberapa upacara agama Hindu khususnya di Bali. Penggunaan benang sebagai simbol suci tali pengikat dalam proses kehidupan yang ada pada upacara yadnya dan tetandingan banten. Benang-Benang yang biasanya digunakan pada upacara yadnya ialah sebagai berikut : 1. Benang Putih . yang biasanya digunakan saat otonan dan diikatkan pada pergelangan tangan sebagai simbol agar hati kita selalu di jalan yang lurus/benar dalam kehidupan ini. Sedangkan penggunaan benang Putih pada saat mabeakala saat upacara pawiwahan, benang papegat yang berwarna putih sebagai simbol dari lapisan kehidupan, berarti sang pengantin telah siap untuk meningkatkan alam kehidupannya menuju Grehasta Asrama (berkeluarga). 2. Benang Tri Datu, sebagai simbol ikatan akan tiga perjalanan hidup di dunia ini yang disebut Tri Kona (Lahir, Hidup & Mati). Benang Tri Datu juga sebagai lambang Kesucian Tuhan dalam manifest...