Prasasti Suruaso merupakan salah satu dari prasasti yang ditinggalkan oleh Adityawarman.Prasasti ini juga dinamakan dengan Prasasti Batu Bapahek. Prasasti ini dinamakan Prasasti Suruaso karena pada manuskripnya tersebut kata Sri Surawasa yang merupakan asal kata dari nama nagari Suruaso di (wilayah Kabupaten Tanah Datar sekarang). Kira-kira 1 km dari Suruaso terdapat sebuah pengairan menembus bukit yang dipahat, jaraknya hanya sekitar 2 meter dari tepi Batang Selo, dan pada bahagian kiri dan kanan saluran irigasi ini terdapat prasasti, dan salah satunya adalah prasasti ini. Prasasti ini menggunakan aksara Melayu dan sebuah lagi menggunakan aksara Nagari (Tamil). Pembangunan saluran irigasi ini dapat menunjukan kepedulian Adityawarman untuk peningkatan taraf perekonomian masyarakatnya dengan tidak bergantung dengan hasil hutan dan tambang saja. Saat ini, prasasti masih berada di lokasi penemuannya (in situ) dan telah diberi atap tradisional Minangkabau sebagai pelindun...
Tari Piring Tari Piring (Tari Piriang) adalah salah satu seni tari tradisional di Minangkabau yang berasal dari kota Solok, provinsi Sumatera Barat. Kenapa disebut Tari Piring? Karena Tarian ini dimainkan dengan menggunakan piring sebagai media utama. Piring-piring tersebut kemudian diayun dengan gerakan-gerakan cepat yang teratur, tanpa terlepas dari genggaman tangan. Tari Piring merupakan sebuah simbol masyarakat Minangkabau. Di dalam tari piring gerak dasarnya terdiri daripada langkah-langkah Silat Minangkabau atau Silek. Konon, tari Piring ini merupakan ritual ucapan rasa syukur masyarakat setempat kepada dewa-dewa setelah mendapatkan hasil panen yang melimpah ruah. Ritual dilakukan dengan membawa sesaji dalam bentuk makanan yang kemudian diletakkan di dalam piring sembari melangkah dengan gerakan yang dinamis. Setelah masuknya agama Islam ke Minangkabau, tradisi tari piring tidak lagi digunakan sebagai ritual ucapan rasa syukur kepada dewa-dewa. Akan tetapi, tar...
Tarian Baralek Gadang Tari Baralek Gadang ini menceritakan kehidupan masyarakat Minang, dari kehidupan sehari – hari mulai dari rumah turun kesawah bertanam padi, memanen dan menumbuk padi sampai makan bajamba. Tarian Baralek Gadang pada umumnya dilakukan guna menyambut atau merayakan suatu momentum penting dalam kehidupan Masyarakat Minang. Bisa Pernikahan atau hajatan lainnya yang dianggap penting. https://www.silontong.com/2018/08/28/tarian-daerah-sumatera-barat/
Tari Galombang Minangkabau Tari Galombang Minangkabau adalah suatu jenis tarian yang dimainkan untuk upacara dalam tradisi adat maupun acara perkawinan . Tarian ini biasanya dimainkan oleh sepuluh orang atau lebih yang dibagi dalam dua kelompok. Masing-masing kelompok berperan sebagai rombongan pengawal. Jika rombongan tamu utama maupun tuan rumah yang mengadakan perjamuan datang maka akan didahului oleh panari galombang yang melangkah bagaikan pamain silat. Setiap membuat langkah maju, panari akan bertepuk tangan, sahingga gerakan panari ini berbentuk dua pasukan yang akan berperang. https://www.silontong.com/2018/08/28/tarian-daerah-sumatera-barat/
Tari Barabah Merupakan tarian tradisional Sumatera Barat yang menggunakan gerakan pencak silat dengan iringan drum atau talempong. Tari barabah minimal dilakukan oleh dua orang yaitu laki-laki dan perempuan. Peralatan yang diperlukan untuk tari barabah adalah pakaian adat dan belati. https://www.silontong.com/2018/08/28/tarian-daerah-sumatera-barat/
Tari Paten Tarian yang dilakukan masyarakat Minang untuk menyambut panen padi. Gerakan-gerakan dalam tarian ini adalah gerakan yang dilakukan para petani ketka mereka mencangkul, membajak dan memanen padi mereka. https://www.silontong.com/2018/08/28/tarian-daerah-sumatera-barat/
Tari Sinar Riau Tari Sinar Riau adalah tarian tradisional Sumatera Barat. Cipt. Ajis St. Sati. Tari sinar riau tidak menggunakan alat khusus untuk tariannya, selain pakaian adat. Gerakan umumnya gemulai dan diiringi dengan musik yang dinamis. https://www.silontong.com/2018/08/28/tarian-daerah-sumatera-barat/
Tari Tempurung Tari Tempurung merupakan tarian yang menggunakan tempurung sebagai properti tariannya. Tarian tradisional Sumatera Barat ini diperkenalkan oleh Ali Muhammad sekitar tahun 1952. Popularitas tari tempurung berkembang sampai ke Nagari Ayei Dingin Padang Sibusuk tahun 1970 hingga 1980. Perkembangan tersebut menurun pada tahun 1990 sampai sekarang, masyarakat di Kanagarian Batu Manjulur tidak lagi menarikan tarian tersebut. Tari tempurung pada umumnya ditujukan sebagai hiburan dan media komunikasi bagi masyarakat Batu Manjulur. Tari Tempurung menggunakan busana khas Minangkabau berwarna hitam. Kurang minatnya generasi muda untuk mempelajari tari tradisional membuat Tari Tempurung saat ini kurang eksis di masyarakat Kanagarian Batu Manjulur. https://www.silontong.com/2018/08/28/tarian-daerah-sumatera-barat/
Gonjong Ampek Baanjuang Rumah adat ini merupakan rumah adat Padang dari rumah adat lainnya. Bangunan rumah gadang dengan gonjong Ampek (empat) merupakan suatu keharusan di kawasan Luhak Nan Tigo, dan ini sebuah pertanda adat, walapun bangunannya lebih dari 7 ruang. Ciri bangunan beranjung adanya tambahan anjung pada kiri dan kanan bangunan. https://www.silontong.com/2018/07/31/rumah-adat-padang/