Jali Berbumbu (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Jantung Pecel DKI Jakarta (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Jongkong DKI Jakarta (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Jongkong Segar (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Jus Blewah (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Jus Tomat Wortel (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Kakap Bungkus Salad (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Kongahyan merupakan alat musik gesek mirip rebab yang dapat ditemukan di Jawa , Bali , dan Sunda , tetapi ukurannya lebih kecil. Alat musik ini digunakan dalam pementasan kebudayaan suku-suku di daerah tersebut. Alat musik ini berukuran lebih kecil dibandingkan tehyan dan sukong. Kongahyan sekarang ini merupakan adaptasi dari alat musik gesek yang berasal dari Tiongkok . Bangsa Tiongkok sendiri memiliki alat musik yang dinamakan erhu . Erhu merupakan alat musik gesek yang terdiri dari dua buah senar. Erhu tersebar luas ke daerah Eurasia melalui jalur sutra yang merupakan jalur perdagangan dari bangsa Tiongkok. Alat musik erhu diketahu memiliki kemiripan dengan kongahyan, lalu terdapat sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa alat musik erhu telah banyak mengalami perkembangan, sedangkan kongahyan yang berada di Tangerang tidak mengalami...
Lenong adalah kesenian teater tradisional atau sandiwara rakyat Betawi yang dibawakan dalam dialek Betawi yang berasal dari Jakarta, Indonesia.Kesenian tradisional ini diiringi musik gambang kromong dengan alat-alat musik seperti gambang, kromong, gong, kendang, kempor, suling, dan kecrekan, serta alat musik unsur Tionghoa seperti tehyan, kongahyang, dan sukong. Lakon atau skenario lenong umumnya mengandung pesan moral, yaitu menolong yang lemah, membenci kerakusan dan perbuatan tercela. Bahasa yang digunakan dalam lenong adalah bahasa Melayu (atau kini bahasa Indonesia) dialek Betawi. Lenong berkembang sejak akhir abad ke-19 atau awal abad ke-20. Kesenian teatrikal tersebut mungkin merupakan adaptasi oleh masyarakat Betawi atas kesenian serupa seperti "komedi bangsawan" dan "teater stambul" yang sudah ada saat itu. Selain itu, Firman Muntaco, seniman Betawi, menyebutkan bahwa lenong berkembang dari proses teaterisasi musik gambang kromong dan sebagai tontonan sudah dikenal sejak t...