Awalnya merupakan kegiatan yang dilakukan oleh petani sehabis panen untuk mengisi waktu luang sekaligus menjadi sarana hiburan masyarakat setempat, kini balapan sapi (atau jawi dalam bahasa setempat) rutin diselenggarakan secara bergiliran selama empat minggu di empat kecamatan di Kabupaten Tanah Datar sejak ratusan tahun lalu, yaitu Kecamatan Sungai Tarab, Rambatan, LimaKaum, dan Pariangan. Berbeda dengan karapan sapi di Madura yang diadakan di lintasan kering, pacu jawi dilakukan di tengah-tengah persawahan yang habis panen dalam kondisi berlumpur. Sepasang sapi yang menarik bajak akan berlari di lintasan tanpa lawan karena yang dinilai bukan kecepatan, melainkan lurus atau tidaknya sapi ketika berlari. Biasanya akan terlihat banyak sapi yang berbelok, bahkan berlari ke sawah lain. Karena ini jugalah, pencinta fotografi biasanya sibuk mengoperasikan kamera karena momen sapi berlari di lintasan hanya berlangsung dalam hitungan detik.
Rendang (bahasa Minang: Randang) adalah salah satu masakan tradisional Minangkabau yang menggunakan daging dan santan kelapa sebagai bahan utama dengan kandungan bumbu rempah-rempah yang kaya. Masakan dengan citarasa yang pedas ini digemari oleh seluruh kalangan masyarakat, dan dapat ditemukan di seluruh Rumah Makan Padang di Indonesia, Malaysia, ataupun di negara lainnya. Masakan ini kadang lebih dikenal dengan nama Rendang Padang, padahal rendang merupakan masakan khas Minang secara umum. Pada tahun 2011, rendang dinobatkan sebagai hidangan peringkat pertama dalam daftar World’s 50 Most Delicious Foods (50 Hidangan Terlezat Dunia) yang digelar oleh CNN International. TEMPAT RUMAH MAKAN: Restoran Sederhana, Jl. Ampera Raya No. 99 Jakarta Selatan, +(021) 78840042 Restoran Sederhana, Pasar Bendungan Hilir Los H Blok A 47/51 Jakarta Pusat, +(021) 5736810 / 5705049 Restoran Sederhana, Jl. Dewi Sartika No. 238 Cawang - Jakarta T...
Jika berwisata ke Sumatera Barat, Anda akan menyesal jika tidak pergi ke Pariaman, karena apa? Karena disana ada makanan khas Sala Lauak. Apa itu sala lauak? Sala lauak adalah Gorengan berbentuk bulat terbuat dari bahan baku ikan asin yang dihaluskan dan dicampur bersama adonan tepung beras yang dibumbui bawang putih. Sala jenis ini memiliki tekstur bagian luar yang sedikit keras dan bagian dalam yang lebih lunak. Sala lauak umumnya disajikan sebagai hidangan pelengkap ketika sarapan pagi. Hidangan utama yang biasanya disajikan bersama sala lauak antara lain adalah ketupat gulai. Cita rasanya yang unik, membuat kuliner ini menjadi menu sarapan khas Kota Pariaman.
Sama seperti daerah nusantara yang lain Sumatera Barat juga mempunyai masakan sate yang khas. Sate Padang adalah sebutan untuk tiga jenis varian sate di Sumatera Barat, yaitu Sate Padang, Sate Padang Panjang dan Sate Pariaman. Sate Padang memakai bahan daging sapi, lidah, atau jerohan (jantung, usus, dan tetelan) dengan bumbu kuah kacang kental (mirip bubur) ditambah cabai yang banyak sehingga rasanya pedas. Sate padang panjang dibedakan dengan kuah sate nya yang berwarna kuning sedangkan sate pariaman kuahnya berwarna merah (pedas). Rasa kedua jenis sate ini juga berbeda. Sedangkan sate Padang mempunyai bermacam rasa perpaduan kedua jenis varian sate di atas. Daging ayam segar dimasukkan dalan drum besar berisi air dan direbus dua kali agar lunak menggunakan drum dan air yang berbeda. Daging diiris-iris dan dilumuri dengan bumbu dan rempah-rempah. Sementara air rebusan digunakan sebagai kuah kaldu, bahan membuat kuah sate. Lalu kuah kaldu ini dicampur denga...
Selain makanan rendang, dendeng balado dan sate padang ternyata ada lagi makanan yang tidak kalah untuk dicoba saat berwisata ke Sumatera Barat yaitu Katan Durian. Siapa yang tidak tahu dengan buah durian, buah yang berduri tajam dengan isi yang sangat lezat menggoda seluruh orang untuk mencobanya. Ado katan ado lo durian tu baru sero ". Begitulah orang Minang menyebut tentang kuliner yang satu ini yang berarti "ada ketan ada juga durian ini baru nikmat". Ya, bagi masyarakat Sumatera Barat menikmati durian belum lengkap rasanya tanpa kehadiran ketan. Katan merupakan olahan beras ketan yang dikukus hingga matang. Dalam proses pengukusan beras ketan ditambahkan irisan daun pandan agar wangi. Dalam penyajiannya bersama durian, katan ditaburi kelapa parut yang telah ditambahkan garam halus secukupnya. Buah durian yang telah dikupas disajikan diatas piring dengan katan dan kelapa parut. Legitnya buah durian nan manis dan lembut dimakan bersamaan dengan gurihnya kata...
Lamang adalah makanan khas berasal dari Sumatera Barat beras ketan yang dimasak dengan santan dalam bambu muda. Bahan utamanya adalah beras ketan putih, santan kelapa, daun pandan, dan sedikit garam. Beras ketan dicuci bersihkan dulu dan dimasukan ke dalam ruas bambu muda yang terlebih dahulu dilapisi dalamnya dengan daun pisang kemudian baru dituangkan santan ke berasnya dan di bakar dengan bara api, dijaga jangan sampai ruas bambu terbakar cara melihat matangnya adalah dari warna bambu hijau menjadi warna gelap kekuning-kuningan. Makan lamang ada yang kurang tanpa ditemani tapai. Tapai adalah tape beras ketan hitam yang dibuat dengan memfermentasikan beras ketan dengan ragi. Makanan yang khas dengan penyajian yang unik namun rasa yang lezat dan gurih. Macam-macam lemang diantaranya : Lamang katan dan lamang pisang mudah ditemukan di pasar tradisional.
Galamai merupakan cemilan sejenis dodol atau jenang yang berkembang di Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat. Selain di Payakumbuh, cemilan ini juga ditemukan di berbagai tempat di Sumatera Barat, antara lain Solok, Pariaman, dan Pasaman. Penyebutan kuliner ini juga bervariasi di tiap daerah. Antara lain, galamai, kalamai, calamai dan gelamai. Makanan yang satu ini terbuat dari tepung beras ketan (pulut), gula aren, dan santan. Ketiga jenis bahan ini dimasak dalam suatu kuali besar hingga membentuk gumpalan yang liat dan berwarna kecokelatan. Gumpalan ini akan dipotong dan dibentuk sebelum adonannya dingin. Sepanjang 3-4 jam proses pemasakan, adonan galamai di atas kuali tidak boleh berhenti diaduk dengan nyala api yang harus benar-benar pas. Karenanya, kualitas dari galamai yang dihasilkan sangat ditentukan oleh kelihaian dan pengalaman dari orang yang membuatnya.
Palai rinuak adalah masakan khas dari daerah Maninjau Agam Sumatra Barat, Palai rinuak terbuat dari ikan rinuak yang diberikan bumbu dan parutan kelapa lalu dibungkus dengan daun pisang kemudian di kukus, palai yang berarti pepes dalam bahasa minang dan rinuak adalah sejenis ikan yang berukuran sebesar korek api yang banyak terdapat di danau maninjau, rasa ikan rinuak sangatlah gurih dan kita tidak akan menemuinya selain di Maninjau, namun ikan rinuak dapat kita ganti dengan ikan teri apabila kita susah mencarinya, Bagi anda penggemar masakan ikan harus menco palai rinuak ini dijamin tidak akan menyesal dengan ke khas palai rinuak ini. Sebenarnya Olahan rinuak sangat banyak, mulai digoreng biasa, goreng balado, dipalai (dipepes), dibuat jadi godok-godok (gorengan), digulai, dan masih banyak macam olahan rinuak lainnya. Panganan rinuak tersebut hanya bisa dinikmati di Maninjau Provinsi Sumatera Barat.
Teh Talua atau teh telur adalah minuman khas Sumatera Barat yang merupakan menu wajib di warung tradisional maupun restoran Padang. Minuman ini terdiri dari campuran teh, gula dan telur dan sedikit perasan jeruk nipis. Telur yang digunakan biasanya adalah telur ayam kampung karena berdasarkan penelitian telur banyak mengandung protein yang baik untuk meningkatkan energi. Teh talua biasanya diminum oleh para petani yang hendak meladang, sebagai penambah stamina kerja. Jika anda berwisata ke Sumatera Barat, luangkanlah waktu Anda untuk mencoba teh talua. Sangat cocok di minum saat pagi hari maupun malam hari. Telur (ayam kampung/itik) di kocok dengan gula pasir sesuai selera, setelah mengembang disiram dengan air teh yang telah diseduh dengan air panas.