Kalau kalian mendaratkan kaki di Selo, Boyolali jangan sampai kelupaan mencicipi dodol susu ya. Dodol yang satu ini pure terbuat dari susu sapi yang diberi gula kemudian dimasak lama hingga bertekstur lengket. Rasanya manis-legit dan beraroma khas susu sapi. Cocok nih buat yang nggak begitu doyan minum susu sapi murni, dodol bisa jadi solusi. Tapi hati-hati juga, ya jangan sampai makan kebanyakan karena kadar gula dodol sapi tergolong cukup tinggi. Sumber : https://www.idntimes.com/food/dining-guide/angel-ai-rose/5-kuliner-olahan-susu-dan-daging-sapi-khas-boyolali-ini-dijamin-nagih-c1c2/full
Move on dari olahan susu, yuk kita beralih ke olahan daging sapi khas Boyolali. Salah satu cara mengawetkan daging adalah dengan dibuat dendeng. Seperti halnya daging sapi yang tergolong melimpah di kota ini. Bagi kamu yang belum tahu, dendeng adalah potongan tipis daging sapi yang diberi bumbu rempah kemudian diawetkan dengan cara dikeringkan. Biasanya dendeng sapi tersedia dalam dua rasa yakni manis-gurih dan pedas. Nikmat banget disantap dengan nasi. Sumber : https://www.idntimes.com/food/dining-guide/angel-ai-rose/5-kuliner-olahan-susu-dan-daging-sapi-khas-boyolali-ini-dijamin-nagih-c1c2/full
Umumnya petis yang kita kenal terbuat dari udang. Tapi di Kabupaten Boyolali, punya petis berbahan dasar daging sapi. Waduh, jadi gimana rasanya ya? Katanya, cita-rasa petis ini hampir sama dengan abon. Bedanya, bila tekstur abon kering berserat, petis punya tekstur yang halus dan kental. Kalau kalian penasaran dengan petis sapi ini, bisa datang ke pusat oleh-oleh yang ada di sepanjang jalan di Kabupaten Boyolali. Tapi karena tanpa pengawet, petis ini tidak begitu bertahan lama. Gimana, tertarik mencicipi keju Meneer? Atau kamu penasaran sama rasa Petis Sapi? Yuk-lah langsung jadwalkan liburan ke Boyolali. Sumber : https://www.idntimes.com/food/dining-guide/angel-ai-rose/5-kuliner-olahan-susu-dan-daging-sapi-khas-boyolali-ini-dijamin-nagih-c1c2/full
Dapat ditemui di kawasan pecinan di Pasar Gang Baru, serta beberapa pedagang keliling, minuman ini terbuat dari campuran air, tepung beras, tepung ketan, santan, gula pasir, gula jawa, daun pandan serta 18 jenis rempah yang di sebut sariwangi batanget. Ada juga bahan dari rempah antara lain jahe, serai, merica dan kayu manis, sehingga kalau diminum membuat tubuh menjadi hangat. Dalam menyajikannya pun biasanya ditambahi bubuk putih atau selo ditambah merica. Jamu ini agak kental biasanya ditaruh dalam mangkuk dan ditambah bola-bola kecil berwarna coklat yang biasa disebut krasikan yang terbuat dari parutan kelapa, jahe dan gula merah. Sumber : https://dotsemarang.blogspot.com/2015/12/5-kuliner-minuman-khas-semarang.html
Sama seperti namanya yang ada pisangnya tentu bahan dasarnya adalah Pisang. Mudah dijumpai di warung-warung. Sumber : https://dotsemarang.blogspot.com/2015/12/5-kuliner-minuman-khas-semarang.html
Kalo soal soto, Semarang juga mempunyai soto khasnya sendiri. Namanya adalah Soto Bangkong. Soto Bangkong sendiri sebenarnya adalah tempat rumah makan Semarang yang didirikan di Perempatan Bangkong, Semarang. Karena itulah nama rumah makan ini dinamakan Soto Bangkong. Selain di Perempatan Bangkong, rumah makan ini juga sudah mendirikan cabang di kota-kota lain di Pulau Jawa. Soto Bangkong memilki ciri khas kuah yang agak kecoklatan karena adanya tambahan kecap. Di dalamnya terdapatan suiran daging ayam, bihun, irisan tomat, tauge serta taburan bawang putih dan bawang merah. Soto bangkong ini menjadi lebih mantap apabila dinikmati dengan sateng kerang, sate ayam, sate talur puyuh, tempe, tahu atau perkedel. Sumber : https://lagimakan.com/makanan-minuman-khas-semarang/
Batu Kalbut dikenal juga sebagai batu Lingga Muka atau batu Pujaan. Dalam kompleks situs Batu Kalbut kecamatan Ayah terdapat tiga buah benda berbahan andesit. Benda pertama berada paling depan (menghadap selatan) berupa Lingga – Yoni. Benda kedua dan ketiga berupa batu berlubang yang kemungkinan berfungsi sebagai peti kubur batu. Kedua benda tersebut berbeda dimana salah satunya berukir kepala ular naga jawa dan yang lain berbentuk polos. Selain dua batu tersebut, di tempat yang sama terdapat pula beberapa sisa batuan lempeng yang berserakan. https://kebumen2013.com/situs-batu-kalbut-di-kecamatan-ayah-kebumen/
Masyarakat Kebumen bahkan cenderung tidak percaya jika ada ulasan sejarah peradaban kuno mengenai daerahnya dikarenakan terlalu lamanya data – data peradaban kita ditutup oleh penjajah dan kelompok tertentu saat ini dengan tujuan masing – masing. Ditinjau dari ilmu geologi, sebenarnya sulit dibantah bahwa keberadaan dataran Kebumen terbukti sebagai dataran pertama yang muncul di asia akibat tumbukan (subduksi) lempeng samudera dan benua. Dengan kata lain dataran Kebumen merupakan dataran tertua dimana seharusnya peradaban telah muncul sejak lama di tempat itu. Sampai saat ini Kebumen masih sangat miskin akan data sejarah. Hanya seputar kisah Badranala, Bumidirdjo, Kalapaking, Arungbinang dan tokoh – tokoh lain semasa itu yang sumbernya pun masuk dalam kategori sekunder dan tersier dikarenakan kebanyakan bersifat volklore (cerita lisan).Berangkat dari itu, Komunitas Wahyu Pancasila berusaha keras untuk mencari data – data baik artefak maupu...
Situs Pertabatan Brawijaya V (Ratu Kembar) adalah tempat bertapabratanya Brawijaya V (Ratu Kembar). Situs ini terletak di Gunung Koembang yang oleh masyarakat setempat disebut dengan Gunung Puyuh desa Suratrunan kecamatan Alian kabupaten Kebumen (nama baru dari Panjer yang sebelumnya merupakan sebuah Nagara pada masa Majapahit). https://kebumen2013.com/situs-pertabatan-brawijaya-v-ratu-kembar-raden-suputra-di-suratrunan-alian-kebumen/