1 miljoen fc coins kopen Besuche die Website Buyfc26coins.com. Einfach fantastisch..iBra
5.016 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Adat Upacara Larung Sesaji Jawa Tengah bagian pesisir Utara dan Selatan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Upacara Larung Sesaji Larung Sesaji merupakan upacara yang di lakukan masyarakat Jawa Tengah bagian pesisir Utara dan Selatan. Motivasi melakukan tradisi ini yaitu wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta atas hasil ikan tangkapan mereka selama melaut. Dan memohon agar selalu di beri keselamatan dan hasil yang cukup dalam usahanya. Kebiasaan ini di tandai berbagai bahan pangan dan hewan sembelihan yang di hanyutkan ke  lau t . Dan di laksanakan pada tanggal 01 muharram.   https://www.silontong.com/2018/12/01/upacara-adat-jawa-tengah/

avatar
Roro
Gambar Entri
Adat Upacara Ngapati
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Upacara Ngapati   Upacara Ngapati yaitu ketika ada seorang wanita hamil yang masa kehamilan tersebut telah mencapai 4 bulan. Biasanya, orang jawa melakukan acara ini yaitu karena di usia 4 bulan janin akan diberi nyawa oleh Allah SWT sehingga orang Jawa akan mendoakannya. Dan sebagai rasa syukur atas karunia yang telah di berikan dengan cara Ngapati. Ketika proses Ngapati yaitu berdoa bersama agar kelak ketika sudah lahir akan menjadi orang yang bermanfaat dan di jauhkan dari larangan agama.   https://www.silontong.com/2018/12/01/upacara-adat-jawa-tengah/

avatar
Roro
Gambar Entri
Adat Upacara Siraman Adat Jawa
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Siraman Tradisi Siraman merupakan upacara adat khas Semarang dimana calon pengantin wanita harus dimandikan dan disucikan dengan air bunga 7 rupa. Tradisi ini dilakukan dengan cara menguyurkan dan memandikan calon pengantin perempuan agar dirinya bisa suci sebelum prosesi pernikahan digelar. Usai Siraman selesai biasanya calon pengantin perempuan akan dibopong oleh ayahnya atau keluarganya guna dirias untuk acara sungkeman meminta doa restu kepada pihak ayah dan ibunya agar pernikahannya bisa lancar dan berkah.   https://www.silontong.com/2018/12/01/upacara-adat-jawa-tengah/

avatar
Roro
Gambar Entri
Jawi Jangkep Pria Suku Jawa
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Tengah

  Jawi Jangkep Jawi Jangkep merupakan pakaian resmi yang dipakai oleh kaum pria suku Jawa. Terdiri dari baju atasan yang memiliki motif bunga-bunga sedangkan yang bagian bawah adalah berupa Jarik dengan memiliki motif atau corak batik yang dipakai dengan melilitkan bagian atas di pinggang, aksesoris penutup kepala adalah Blangkon. Blangkon terbuat dari kain dengan beragam corak, ada yang polos ada juga yang memiliki corak batik. Seperti pakaian adat lainnya, keris juga di sematkan pada pakaian ini dan biasanya keris di selipkan di bagian belakang, selain itu dilengkapi dengan alas kaki, sepatu sandal.   https://www.silontong.com/2018/05/01/pakaian-adat-tradisional-jawa-tengah/

avatar
Roro
Gambar Entri
Blangkon Batik Khas Jawa Tengah
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Tengah

Blangkon Blangkon adalah semacam penutup kepala tradisional yang banyak digunakan oleh masyarakat Jawa, terutama di Jawa Tengah. Dikaji lebih jauh, Blangkon bukan sekedar sebagai penutup kepala. Tetapi Blangkon memiliki filosofis, sekaligus merupakan simbol status bagi pemakainya. Tulisan Blangkon namun biasa disebut “Belangkon” oleh banyak orang.    https://www.silontong.com/2018/05/01/pakaian-adat-tradisional-jawa-tengah/

avatar
Roro
Gambar Entri
Adat Pakaian Kuluk Blangkon Jawa
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Tengah

Kuluk Persis halnya penutup kepala yang bernama Blangkon, Kuluk juga merupakan penutup kepala bagi pria Jawa. Kuluk adalah kopiah kebesaran yang biasanya berbentuk kaku dan tinggi, digunakan oleh pengantin pria dalam momen tertentu di upacara pernikahan adat Jawa. Pada zaman dahulu, Kuluk juga dipakai oleh raja-raja pada acara tertentu. Bagi Anda yang merasa sebagai raja, silahkan pakai Kuluk   https://www.silontong.com/2018/05/01/pakaian-adat-tradisional-jawa-tengah/

avatar
Roro
Gambar Entri
Tong Tong Prek
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Tong tong prek, merupakan salah satu tradisi dibulan ramadhan yang hingga kini masih terus di pertahankan oleh remaja masjid di Desa Pasir. Tong tong prek merupakan sebuah istilah membangunkan orang sahur dengan cara menabuh alat-alat sederhana seperti bambu, ember, kaleng cat, kaleng roti atau benda lain yang bisa menghasilkan suara.  Benda-benda tersebut dipukul menggunakan alat pukul sederhana seperti ranting pohon yang dipotong kecil-kecil menyerupai stik drum. Bentuk bambu yang digunakan mirip seperti kentongan pos ronda, yaitu diberi lubang sehingga akan menimbulkan suara yang cukup keras. Panjangnya bambu bervariasi, mulai dari 30 sampai 60 cm. Masing-masing personil membawa satu buah bambu dan dibunyikan secara bergantian sehingga akan menghasilkan suara yang berirama. Sebagai variasi, beberapa personil ada yang membawa ember atau pun benda lain. Murni tanpa alat musik modern seperti gitar, kendang ataupun yang lain.  Selain menabuh alat-alat tradisional te...

avatar
Roro
Gambar Entri
Kesenian Incling Desa Semagung
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

iwayat singkat Kesenian  Incling  ini sebenarnya bersumber dari sebuah cerita yang terdapat di Jawa Timur dan khususnya  Karesidenan Madiun  yang berpusat di Ponorogo.   Adapun cerita ringkasnya adalah sebagai berikut : Di Ponorogo ada seorang  bernama  Suromenggolo, ia seorang yang sakti mandraguna. Dalam hidupnya ia mempunyai seorang anak perempuan yang bernama Sarinten, ia adalah wanita yang sangat cantik sekali. Karena kecantikannya itu ia dilamar oleh seorang dari Trenggalek bernama Singalodra. Karena Sarinten tidak mau, maka Sarinten dibunuh oleh Singajaya atas perintah Singalodra. Karenanya marahlah Suromenggolo. Sehubungan dengan itu ia memasang umbul-umbul sebagai tanda menantang perang terhadap Singalodra. Umbul-umbul tersebut terlihat pula oleh Singalodra dan kawan-kawannya. Terjadilah peperangan. Dalam peperangan ini mereka masing-masing saling mengerahkan prajurit. Keduanya sangat kuat. Sin...

avatar
Roro
Gambar Entri
Kesenian Soyar Maole
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

Kesenian  kentrung  rebana Soyar Maole saat ini sebarannya meliputi beberapa dusun di  Desa Kaligono, Kecamatan Kaligesing.  Untuk gambaran kesenian Soyar Maole di Dusun Jetis Desa Kaligono Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo sebagai berikut : Menurut riwayat tidak tertulis dari para pendahulu/leluhur Desa Kaligono, kesenian Kentrung Rebana Soyar Maole sudah ada sejak tahun 1907, yang kemudian secara tradisi diteruskan oleh generasi ke generasi walaupun menjalani pasang surut, masih tetap bertahan sampai sekarang. Konon  menurut  cerita, pada tahun 1907 terdapat seorang warga Desa Kaligono yang menunaikan ibadah haji. Sekembali dari ibadah haji, beliau mengajarkan agama Islam di Desa Kaligono. Metode dakwah yang dilakukannya dengan berbagai cara, salah satunya adalah lewat kesenian yang berkembang pada masa itu. Metode dakwah tersebut konon diperoleh dari Sunan Kalijaga. Kesenian ini disajikan oleh 6 orang atau lebih pemusik dan 10...

avatar
Roro