Kisah Mandathar ini merupakan salah satu dari kisah dari kitab Avadhana yang digambarkan dalam 20 panel di lantai kedua bagian dalam Candi Borobudur. Tepat di atasnya adalah bagian dari kisah Lalitavistara (Kisah Hidup Buddha) dan berada pada satu deret panel yang sama dengan relief kisah Manohara . Berikut ini adalah hasil dokumentasi yang dilakukan disertai dengan kisahnya terkait kitab Mandathar. Catatan: 1. Halaman ini memuat beberapa puluh gambar, tunggu beberapa saat untuk bisa me-load semua gambar 2. Keterangan tentang adegan yang digambarkan dalam relief terdapat dalam keterangan tiap gambar.
Wayang Kulit Solo: Kangsa Kangsa adalah anak jadah dari Dewi Maerah,istri Prabu Basudewa dgn raksasa Gorowangsa yg beralih rupa/menyamar sebagai Basudewa palsu ketika Maerah ditinggal Basudewa untuk berburu.Kemudian Basudewa mengasingkan Dewi Maerah kehutan dan dijaga oleh adik Gorowangsa bernama Suratrimantra.Kangsa yg lahir dan dewasa selalu diasuh oleh Suratrimantra,setelah dewasa datang keMandura meminta negeri tsb.Anak2 Basudewa--Baladewa;Kresna dan Dewi Subrada untuk menghindari bahaya sejak kecil telah diungsikan dan disembunyikan.Kangsa yg angkara murka;selalu menurutkan kata hatinya,melakukan pemberontakan berniat merebut tahta kekuasaan Mandura dan selalu mencari tahu dan memburu keberadaan anak2 Basudewa.Akan tetapi,setelah Baladewa dan Kresna dewasa dgn kesaktian senjata2 Nanggala dan Cakra yg diperolehnya serta bantuan Pandawa,akhirnya Kangsa dapat dibunuh,Suratrimantra tewas oleh Bima sedangkan Gorowangsa mati oleh Pandu.
Dalam pewayangan,LIMBUK anak Cangik adalah seorang pelayan/emban yg melayani/mengasuh para putri dikeputren. Berperawakan sangat gemuk;berhidung pesek;berbibir tebal dan besar.Oleh karena itu sering dijadikan perumpamaan bagi gadis yg berbadan gemuk.Lagak lagunya genit,senang berhias,kemana saja pergi selalu membawa sisir ditangannya.Meyakini dirinya mempunyai daya tarik yg tinggi.Sering tampil dalam adegan minta kawin,tetapi dinasehati oleh ibunya untuk mempelajari hal2 kepandaian wanita lebih dahulu. CANGIK adalah pelayan tua yg melayani/mengasuh putri2 Kerajaan.Cangik kurus,lehernya panjang;kepalanya menjungkur kedepan.Meskipun sudah tua namun masih juga genit,ke-mana2 selalu membawa sisir dan menyisir.Suaranya kecil seperti suara orang yg tidak punya gigi.Dalam lakon biasanya berpasangan dgn anaknya Limbuk yg berperawakan gemuk.Munculnya mereka dalam lakon selalu memberikan hiburan dan gelak tawa bagi para penonton
Sirup Buah Carica diolah dari Buah Carica yang tumbuh di Dataran Tinggi Dieng, merupakan sejenis buah pepaya, tetapi berukuran lebih kecil, aroma yang lebih wangi, daging buah lebih kenyal, dan rasanya asam. Cara membuat: - Kupas buah carica dan cuci hingga bersih, potong carica susuai selera - Rebus gula pasir dan tambahkan biji buah carica hingga mendidih - Angkat dan masukkan buah carica ke dalam ari gula, tunggu hingga dingin - Sirup buah carica dapat dihidangkan panas ataupun dingin dengan menambahkan es.
Buntil merupakan lauk yang terbuat dari daun talas yang digulung dengan isi parutan kelapa ditambah bumbu pedas. Biasanya disajikan dengan nasi jagung dan keripik teri, juhi, dan pete. Biasa disajikan kering (buntil lilin) ataupun berkuah santan pedas (buntil kambang).
Dawet Banjarnegara disebut juga: Dawet Ayu Banjarnegara (konon nama "ayu" diberikan oleh Presiden Soeharto) Perpaduan antara cendol beraroma pandan, santan yang dipadu dengan gula aren dan durian. Biasanya disajikan dengan menambakan es. Konon, bagi yang meminumnya akan serasa sepuluh tahun lebih muda dan menjadi "ayu". Bahan pembuat: Cendol Tepung Beras (biasanya berwarna hijau), gula aren, gula kelapa, dan santan. Terkadang dikombinasikan dengan buah nangka.