Kue ali agrem merupakan salah satu makanan tradisional Sunda yang berasal dari Karawang, yang sekilas bentuknya mirip dengan donat karena berbentuk bulat dan bolong pada bagian tengahnya. Konon kue ini disebut ali agrem, merujuk kepada bentuknya menyerupai cincin, dimana dalam bahasa Sunda cincin adalah ali. Kue berbahan tepung beras dicampur dengan gula merah lalu digoreng ini, dahulu selalu hadir dalam berbagai acara yang berkaitan dengan tradisi yang berlangsung dalam masyarakat Sunda seperti pernikahan, khitanan, tujuh bulanan, ataupun dalam perayaan hari besar keagamaan seperti Idul Fitri. Bahan - bahan yang diperlukan untuk kue ali agrem: 1 buah Kelapa setengah tua, kupas, parut kasar, terus sangrai sampai berwarna coklat 75 gra Gula Merah 150 ml Air 250 gr Tepung Beras 75 gr Gula pasir 1/4 sendok teh Garam Minyak untuk menggoreng Cara Membuat kue ali agrem : Campurkan bahan-bahan seperti tepung ketan, tepung beras, garam dan parutan kelapa, lalu tambahkan air dan aduk-ad...
Umat muslim di Indonesia, kususnya di daerah jawa memiliki tradisi bersalam-salaman setelah melaksanakan shalat ied. Terutama setelah shalat ied saat idul fitri maupun setelah shalat ied saat idul adha. Setelah melaksanakan shalat berjamaah 2 rakaat dan mendengarkan khutbah, jamaah akan berdiri dan bersalam salaman. Di mulai dari imam, lalu shaf pertama, dilanjut shaf ke dua dan seterusnya sampai shaf paling belakang. Imam akan memgikuti jalur shaf sehingga dapat bersalaman dengan semua jamaah, setiap jamaah yang telah bersalaman akan megikuti imam dana melanjutkan bersalaman hingga ke shaf yang paling belakang. Ikwan dan akhwat tidak di satukan, keduanya punya jalur masing masing. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk memeperkuat tali silaturahmi atau dengan kata lain persaudaraan. Setelah melaksanakan kegiatan ini di harapkan jadi saling mengenal atau setidaknya tau siapa saja orang yang berada di daerahnya. Jauhnya lagi bisa tau kabar, terutama orang orang yang sedang ditimpa mu...
Terdapat sebuah tradisi perayaan Idul Adha dari Cirebon yang dipercaya merupakan dakwah dari Sunan Gunung Jati sebagai penyebar agama Islam di tanah Cirebon. Tradisi ini disebut tradisi Gamelan Sekaten yang selalu dibunyikan setiap perayaan hari besar agama Islam yaitu, Idul Fitri dan Idul Adha. Alunan Gamelan yang berada di sekitar area Keraton Kasepuhan Cirebon, menjadi penanda bahwa umat Muslim di Cirebon merayakan hari kemenangan. Rangkaian Gamelan dibunyikan sesaat setelah sultan Keraton Kasepuhan keluar dari Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Referensi: https://www.indonesia.travel/id/id/ide-liburan/tradisi-unik-perayaan-idul-adha-di-indonesia-aja-yang-perlu-kamu-tahu https://cirebon.tribunnews.com/2020/05/24/sejarah-tradisi-penabuhan-gamelan-sekaten-di-keraton-kasepuhan-cirebon-setiap-idulfitri-dan-iduladha