Pikon berasal dari kata pikonane. Dalam bahasa Baliem, Pikonane berarti alat musik bunyi. Alat ini terbuat dari sejenis bambu yang beruas-ruas dan berongga bernama Hite. Pikon yang ditiup sambil menarik talinya ini hanya akan mengeluarkan nada-nada dasar, berupa do, mi dan sol.
Berbeda dengan Tifa yang dipukul seperti gendang, Triton adalah alat musik tradisional Papua yang berupa alat tiup. Triton terdapat dihampir seluruh wilayah pantai seperti Kepulauan Raja Ampat , Biak, Teluk Wondama, Yapen Waropen, dan Nabire. Triton terbuat dari cangkang kerang dalam bahasa papua disebut "Bia". Triton merupakan alat komunikasi masyarakat papua.
Alat musik petik ini sering disebut juga dengan nama Tatabuhan. Bentuknya seperti siter yang memiliki senar. Dimainkan dengan cara dipetik senarnya. Bagian utamanya terbuat dari kayu yang diukir dan dibentuk sedemikian rupa.
Tari legong, merupakan tarian yang berlatar belakang kisah cuinta Raja dari lasem. Diterikan secara dinamis dan memikat hati.
Tari Kecak, sebuah tari berdasarkan cerita dan Kitab Ramayana yang mengisahken tentang bala tentara monyet dari Hanuman dari Sugriwa.
Tari Pendet pada awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura, tempat ibadat umat Hindu di Bali, Indonesia. Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia. Lambat-laun, seiring perkembangan zaman, para seniman Bali mengubah Pendet menjadi “ucapan selamat datang”, meski tetap mengandung anasir yang sakral-religius. Pencipta/koreografer bentuk modern tari ini adalah I Wayan Rindi.
Tari Andun, dari Bengkulu Selatan ini merupakan sebuah tarian guna menyambut para tamu yang dihormati.
Tari Saman Meuseukat, di lakukan dalam posisi duduk berbanjar dengan irama yang dinamis. Suatu tari dengan syair penuh ajaran kebajikan, terutama ajaran agama Islam
Gending Musik Jawa atau yang biasa disebut Gamelan Jawa. Musik yang mengedepankan alunan musik lembut. Gamelan sendiri terdiri dari beberapa alat musik yaitu kendang, bonang, bonang penerus, demung, saron, peking, kenong dan kethuk, slenthem, gender, gong, gambang, rebab, siter, suling, kempul. Banyak orang yang kadang mereferensikan gending musik jawa sebagai lantunan yang mengundang arwah-arwah atau aroma mistik lainnya. Padahal tidak semua alunan gending jawa ini mengandung unsur mistik. Sebab dahulu para Sunan (wali songo) banyak yang menggunakan media gamelan sebagai sarana penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Gamelan banyak dijumpai di Indonesia, tapi gamelan jawa lah yang lebih kental dengan mitos-mitos spiritual dibandingkan dengan gamelan asal daerah lain. Beberapa mitos tentang Gamelan ialah larangan melangkahi nya. Orang-orang terdahulu mengatakan jika ada yang melangkahi gamelan, maka akan mengancam sang pelaku. Mitos lainnya adalah jika mendengar alunan gamelan pada mala...