Cerita Rakyat Bali Kebo Iwa : Asal Muasal Gunung dan Danau Batur Pada zaman dahulu di sebuah desa hiduplah seorang raksasa yang sangat besar. Raksasa itu bernama Kebo Iwa. la sering menolong penduduk desa membangun rumah, membuat sumur dan mengangkat batu-batu besar. Kebo lwa tidak minta imbalan apapun, hanya saja masyarakat desa harus menyiapkan makanan yang banyak untuknya secara teratur. Semakin hari tubuh Kebo Iwa semakin besar, makannya sangat banyak sekali. Penduduk desa kerepotan harus menyediakan makanan itu setiap waktu. Porsi makan Kebo Iwa setara dengan menyiapkan makanan untuk seratus orang dewasa. Walaupun masyarakat desa sudah tidak membutuhkan kemampuan dan tenaganya, mereka tetap wajib menyiapkan masakan dan minuman untuk Kebo Iwa. Apabila Kebo Iwa tidak diberi makanan sampai dua hari misalnya, dia akan mengamuk dan melakukan pengrusakan apa saja yang ditemuinya, termasuk rumah warga dan pura. Kebun, sawah, dan ladang juga dirusaknya. Hal itu membuat pend...
Rindik merupakan salah satu alat musik tradisional Bali. Alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul tersebut terbuat dari susunan bambu. Terdapat lima nada dasar yang dimiliki oleh Rindik. Rindik biasa digunakan sebagai musik pengiring hiburan rakyat "Joged Bumbung. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, kini Rindik sudah lebih fleksibel dalam pemakaiannya. Beberapa diantaranya adalah sebagai pelengkap untuk acara pernikahan/resepsi serta dapat pula untuk menyambut tamu. Sumber : http://www.tradisikita.my.id/2014/10/5-alat-musik-tradisional-bali.html#ixzz49CitUBe7 ---------------------- https://qlapa.com/blog/info-lengkap-alat-musik-bali Rindik terbuat dari bambu bernada selendro dan dimainkan dengan cara dipukul. Instrumen ini biasanya dimainkan oleh grup (sekitar 3 – 5 orang). Dua orang memainkan rindik sedangkan sisanya mengi...
Ceng ceng adalah musik yang berbentuk seperti 2 buah keping simbal yang terbuat dari logam, yang dimainkan dengan carame madukan keping simbal tersebut. Alat musik tradisional Bali yang satu ini dipakai untuk mengiringi gamelan maupun rindik. elevatewomen.id Alat musik ceng-ceng merupakan elemen penting dalam perangkat gamelan Bali. Ceng-ceng terbuat dari bahan dasar logam (umumnya tembaga) mirip seperti simbal dan dihias menggunakan benang berumbai-rumbai. Ceng-ceng teridi atas 6 buah logam bundar di bagian bawah dan 2 buah logam bundar di bagian atas. Tali pada bagian atas ceng-ceng berfungsi sebagai alat pegangan. Ceng-ceng dimainkan dengan cara dipukulkan satu sama lain pada bagian lingkaran tembaganya. Pukulan tersebut akan menghasilkan suara “ceng-ceng-ceng” sesuai namanya. Semakin keras pukulan, semakin keras suara yang dihasilkan. Ceng-ceng biasa digunakan pada barungan gamelan, gong gede, semar pegulingan, barongan, gong gebyar, pe...
Pereret dari Bali merupakan alat musik kuno sejenis trompet yang terbuat dari bahan kayu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menjadi trompet. Alat musik ini banyak dibuat di daerah Jembrana, Bali. Biasanya alat musik ini digunakan untuk mengiringi kesenian Sewo Gati. Cara menggunakan Pereret ini adalah dengan meniup alat tersebut sehingga keluar suara yang sangat merdu dan menawan hati. Di Bali jaman dahulu dikenal dengan istilah Pereret pengasih asih. Hal ini disebabkan karena biasanya alat ini sering dipakai oleh perjaka untuk mengguna-gunai seorang gadis yang dicintai nya, lalu memainkannya pada malam hari diatas pohon yang tinggi, sehingga suaranya bisa didengar sayup-sayup merdu dari jarak kurang lebih satu kilometer. Sebelum dipakai, alat tersebut terlebih dahulu diisi dengan kekuatan gaib oleh Jero Balian (Dukun) dengan cara memberi sesajen sakral yang dipersembahkan kepada Sanghyang Pasupati. Sumber: http://www.tradisikita.my.id/2014/10/5-alat-musik-tradisi...
Genggong merupakan salah satu instrumen getar yang unik yang semakin jarang dikenal orang. Keunikannya terletak pada suara yang ditimbulkannya yang bila dirasakan memberi kesan mirip seperti suara katak sawah yang riang gembira bersahut-sahutan di malam hari. Keunikannya yang lain adalah memanfaatkan rongga mulut orang yang membunyikannya sebagai resonator. Alat musik tradisional Bali ini dibunyikan dengan cara mengulum (yanggem) pada bagian yang disebut “palayah”nya. Jari tangan kiri memegang ujung alat sebelah kiri dan tangan kanan menggenggam tangkai bambu kecil yang dihubungkan dengan tali benang dengan ujung alat di sebelah kanan. Untuk membunyikannya maka benang itu ditarik-tarik ke samping kanan agak menyudut ke depan, tetapi tidak meniupnya. Rongga mulut hanya sebagai resonator, dibesarkan atau dikecilkan sesuai dengan rendah atau tinggi nada yang diinginkan. Di Bali alat musik Genggong ini semata-mata dipakai sebagai hiburan, misalnya dalam...
Jangi Janger, sengsenge sengseng janger, Sengsenge sengseng janger. Serere nyomane nyore. Kelap kelap ngalap bunga Langsing lanjar pamulune nyandat gading Jalan jani mejangeran Seledet enyorina tiyang Arasijang krangi janger, arasijang krangi janger Arasijang krangi janger, arasijang krngi janger. Jangi Janger, Sengsenge sengseng janger, Sengsenge sengseng janger. Serere nyomane nyore. Kelap kelap ngalap bunga Langsing lanjar pamulune nyandat gading Jalan jani mejangeran Seriang ngentur rora roti. Sumber : http://www.tradisikita.my.id/2015/02/4-lirik-lagu-daerah-bali.html#ixzz49ClGWqsr
Dewa ayu ya ya dewa ayu margi I Ratu mesolah mesolah mabulu wangsul Hulu hulu wangsul ya ya hulu hulu wangsul Telan jake cara Jawa memayog cara den bukit
Jani m'lati macepet-cepetan Nanging limane tusing dadi matiang Sejaba ento mekajang dadi Nyenje kalah lakar gedhing
Meong-meong… Alih je bikule… Bikul gede gede… Buin mokoh-mokoh… Kereng pesan ngerusuhin…