Patapehon merupakan salah satu kegiatan dari Acara Festival Wisata Edukasi Leluhur Batak yang dimana Tim Survey Batakologi dapat berkesempatan melihat secara langsung Ritual Patapehon Hasorangan ni Sahala. Patapehon bertujuan untuk 'melantik' orang-orang yang telah dipersiapkan untuk menerima sahala (jiwa) dari para leluhur (hasorangan). Kegiatan ini diawali dengan ceramah dari pembimbing mereka. Setelah mendapatkan arahan, mereka diberkati dengan meletakkan beras di atas kepala oleh pembimbing mereka dan diakhiri dengan pemberian ulos dari Tulang (Hulahula). Ulos diberikan oleh tulang karena ' sambola ni langit do pasupasu ni tulang .' (Artinya: Berkat dari tulang sebanyak setengah dari langit)
Pasahat Ulian merupakan salah satu dari beberapa rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Festival Wisata Edukasi Leluhur Batak, dimana acara ini bertujuan untuk menyampaikan permohonan dan persembahan kepada Debata Mulajadi Na Bolon dan juga kepada para leluhur. Kegiatan ini dilaksanakan pada saat parnangkok ni mata ni ari (sekitar pukul 12 siang). Menurut sumber yang kami peroleh ketika Tim Survey Batakologi melakukan ekspedisi di Samosir, seluruh tamu yang hadir menghadap ke arah Situs Parhutaan Raja Isombaon yang letaknya berada di Gunung Pusuk Buhit yang diyakini sebagai awal mula peradaban Batak. Pasahat Ulian yang dipersiapkan antara lain daging kerbau (saksang horbo), ihan naniura, indahan songko, kelapa, pisang, semangka, nasi kuning, nasi putih, telur, dan masih banyak lagi.
Dalam pesta Batak, sangsang merupakan salah satu makanan yang biasa dihidangkan untuk para tamu, dan biasanya menggunakan daging babi. Namun ketika Tim Ekspedisi Batakologi menghadiri Acara Festival Wisata Edukasi Leluhur Batak, sangsang yang dihidangkan tidak menggunakan daging babi, melainkan menggunakan daging kerbau (horbo). Bagaimanakah dengan rasanya? Tentu keduanya memiliki tekstur yang berbeda.
Ulos Bolean Na Margatip merupakan ulos (kain wastra) yang digunakan pada saat acara berduka akan kematian atau musibah yang melanda. Ulos ini digunakan sebagai sampesampe atau sihadanghononhon (diletakkan di bahu). Foto ulos Bolean Na Margatip ini diambil di Galeri Ulos Hutaraja dan merupakan salah satu hasil tenunan dari para ibu di Desa Hutaraja-Pardamean, Lumban Suhisuhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.