Sumber: https://lektur.kemenag.go.id/web/ Logo Kemenag RI LKK_BANTEN2013_TERSABA04 TAFSIR JALALEN LKK_BANTEN2013_TERSABA4 Nama Pemilik Bhs. Arab Aksara Arab Prosa QA 375 hal/19 baris/hal Ukuran 30 x 21 cm Kertas Eropa Naskah ini berisi teks dengan judul Tafsir Jalalen, Penulisnya tidak disebutkan. Naskah ini adalah naskah asli yang berasal dari Tersaba, Tanara, Kabupaten Serang. Naskah ini memiliki ukuran 30 x 21 cm, dengan tebal naskah 3,7 cm. Ukuran teks naskah 21,5 x 13,5 cm, dengan ukuran huruf 0,5 cm. Margin Recto: kiri 2,5cm, atas 4,5 cm, kanan 4,6 cm, dan bawah 4,5 cm; sedangkan Margin Verso: kiri 4,5 cm, atas 4,5 cm, kanan 2,5cm, dan bawah 4,5cm. Isi naskah berbahasa Arab, ditulis dengan aksara Arab menggunakan khat Nasakh. Tulisan berwarna hitam dan merah, di atas bahan kertas Eropa berwarna putih kecoklatan. Jumlah halaman 375, tapi ada 13 halaman yang kosong, dan 8 halaman hilang, dengan jumlah baris per halamannya 19 baris. Terdapat 12 Kuras, de...
Sumber: https://lektur.kemenag.go.id/web/ Logo Kemenag RI LKK_BANTEN2013_UNDIR LKK_BANTEN2013_UNDIR Nama Pemilik Bhs. Arab dan Jawa Aksara Arab Prosa SNI 180 hal/1 - 25 baris/hal Ukuran 25,3 x 17 cm Kertas Daluang Naskah ini berisi teks dengan judul [ ], Penulisnya tidak disebutkan.Naskah ini adalah naskah asli yang berasal dari Undar-andir, Keragilan, Kabupaten Serang. Naskah ini memiliki ukuran 25,3 x 17 cm, dengan tebal naskah 2 cm. Ukuran teks naskah 16 x 10 cm (hlm 1-2), 22 x 13 cm (hlm 129-130), dengan ukuran huruf 0,9 cm.Margin Recto: kiri 2 cm, atas 1,8 cm, kanan 1,5 cm, dan bawah 2 cm; sedangkan Margin Verso: kiri 5 cm, atas 1,7 cm, kanan 8 cm, dan bawah 1,5 cm. Isi naskah berbahasa Arab dan Jawa, ditulis dengan aksara Arab menggunakan khat Nasakh.Tulisan berwarna hitam dan merah, di atas bahan kertas Daluang berwarna coklat.Jumlah halaman 180, dengan jumlah baris per halamannya 1 - 25 baris. Terdapat 8 Kuras, dengan 20 halaman per Kurasnya. Tidak t...
Nasi Sum sum: bahan yang diperlukan; nasi, asinan atau daging potongan atau sempalan seperti gajih-gajih dan tetelan. Sebagai bahan penyedap diberi salam, sereh, laos, bawang putih, bawang merah, lada, ketumbar, dan kemiri. Cara membuat: Tumis bumbu yang dihaluskan, masak sampai harum. Masukkan nasi putih & aduk hingga bumbu tercampur rata, angkat bagi 6 bagian. Siapkan daun pisang, isi dengan 1 bagian nasi goreng. Tambahkan sumsum ditengahnya. - Bungkus dan semat ujungnya dengan lidi, lakukan hingga bahan habis. Bakar diatas bara hingga harum dan daun kehitaman, angkat. Sajikan selagi hangat
Kelenteng Boen San Bio yang juga dikenal dengan nama Vihara Nimmala, adalah sebuah kelenteng unik megah berusia tua di Jl. Pasar Baru, Kelurahan Kranjaya, Karawaci, Kota Tangerang yang dipergunakan sebagai tempat beribadah bagi penganut Kong Hu Cu, Tao dan Buddha. Kelenteng Boen San Bio pertama kali dibangun pada tahun 1689 oleh seorang pedagang yang berasal dari Cina bernama Lim Tau Koen, dan menempatkan patung Kim Sing Kong – co Hok Tek Tjeng Sin yang dibawanya dari Banten. Kelenteng Boen San Bio mengalami beberapa kali renovasi sesudah itu, terutama setelah terjadi kebakaran pada tahun 1998. Bangunan Kelenteng Boen San Bio ini berbentuk empat persegi panjang, yang berdiri di atas tanah seluas 1.650 m2. Halaman samping Kelenteng Boen San Bio cukup luas dan mampu menampung beberapa puluh kendaraan. Dalam beberapa tahun terakhir ini, kabarnya Kelenteng Boen San Bio telah memecahkan 11 rekor MURI, diantaranya dengan menegakkan 1.150 telur dalam waktu hanya beberapa menit yang dilakukan...