Batik Jombang Motif Cengkeh https://fitinline.com/article/read/batik-jombang/
Batik Jombang Motif Melati https://fitinline.com/article/read/batik-jombang/
Batik Jombang Motif Candi Arimbi https://fitinline.com/article/read/batik-jombang/
Batik Motif Sandur https://fitinline.com/article/read/batik-jombang/
Motif Batik Tapak Lima https://fitinline.com/article/read/batik-jombang/
Menyebutkan bahwa Airlangga memerintahkan pembangunan sebuah waduk Hujung Galuh di Waringin Sapta (Waringin Pitu) guna mengatur aliran Sungai Brantas. Sehingga banyak kapal dagang dari benggala, Srilangka dan lain-lain dating ke pelabuhan itu. Prasasti Kamalagyan (959 Saka atau 1037M) terletak di dusun Klagen, desa Tropodo, kecamatan Krian, kabupaten Sidoarjo Jawa Timur.[1] Prasasti ini memiliki ukuran panjang 115 cm, dengan ketebalan 28 cm dan ukuran tinggi 215 cm. Prasasti ini terbuat dari batu kali atau batu andesit. Prasasti ini di tulis dengan huruf dan bahasa Jawa Kuno, isi dari prasasti ini adalah menyebutkan di bangunnya sebuah bandungam (dam) di Wringin Sapto oleh Taja Airlangga yaitu raja dari Kediri bersama rakyat.[2] Pada prasati ini juga memuat puji – pujian terhadap raja sebagai ratu cakrawati / penguasa dunia yang menyirami dunia ini dengan air amerta yang penuh kasih sayang. Prasati Kamalagyan diketahui dikeluarkan hanya seminggu tambah sehari setelah...
Lokasi: Dukuh Dinginan, Desa Kedung Panji, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan Keadaan Umum: Prasasti Angka Tahun Kedung Panji terletak di halaman Kantor Desa Kedung Panji. Prasasti ini merupakan prasasti jawa kuno yang dipahat pada sebuah lingga semu. Pada lingga semu tersebut terdapat dua baris tulisan. Baris pertama menunjukkan angka tahun “1302 Saka” dan baris kedua memuat kata “pragola”. Lingga semu atau lingga patok tidak berfungsi sebagai sarana pemujaan, tetapi sebagai pembatas tanah simma atau sebagai pembantu diagram pengkotakan tanah tempat mendirikan bangunan suci. Selain prasati berwujud lingga semu, disekitar lokasi dijumpai pula lingga semu lainnya. Sejarah: 1302 Saka = 1380 Masehi Kurun waktu 1380 Masehi termasuk dalam masa pemerintahan Rajasanagara (Hayam Wuruk) dari Majapahit Kegiatan Terkait: – Corak Keagamaan: Hindu sumber :https://bentengmagetan.wordpress.com/2013/0...
Prasasti Hara-Hara - Berangka tahun 888 Saka atau 966 M, sayangnya prasasti ini tidak lengkap dan hanya ditemukan satu lempeng saja. - Dikeluarkan oleh Pu Mano - Tempat dikeluarkannya di daerah Hara-Hara - Isinya tentang keterangan pemberian tanah Sima oleh Pu Mano yang telah diwariskan kepada nenek moyangnya yang terletak di desa Hara-Hara di sebelah selatan perumahannya kepada Mpungku di Susuk Pager dan Mpungku di Nairanjana yang bernama Mpu Buddhiwala. Pemberian ini digunakan seabgai tempat mendirikan bangunan suci (kuti). Sebagai sumber pembiayaan pemeliharaan dan biaya upacara di dalam bangunan suci tersebut, ditebuslah sawah yang terletak di senelah selatannya seluas 3 tampah yang telah digadai oleh Mpungku Susuk Pager dan Mpungku di Nairanjana....
Clurit Clurit atau celurit merupakan senjata tradisional yang berasal dari daerah Madura, Jawa Timur. Clurit diyakini berasal dari legenda pak Sakera / Sakerah, seorang mandor tebu dari Pasuruan yang menjadi salah satu tokoh perlawanan terhadap penjajahan Belanda. Beliau dikenal tak pernah meninggalkan Celurit dan selalu membawa / mengenakannya dalam aktifitas sehari-hari, dimana saat itu digunakan sebagai alat pertanian / perkebunan. Beliau berasal dari kalangan santri dan seorang muslim yang taat menjalankan agama Islam. Pak Sakera melakukan perlawanan atas penindasan penjajah. Setelah pak Sakerah tertangkap dan dihukum gantung di Pasuruan, Jawa Timur, beliau dimakamkan di Kota Bangil. Atau tepatnya di wilayah Bekacak, Kelurahan Kolursari, daerah paling selatan Kota Bangil. Tindakan penjajah tersebut ternyata menimbulkan kemarahan orang-orang Madura, dan mulai berani melakukan perlawanan pada penjajah dengan senjata andalan meraka adalah Celurit. Sehingga Celurit mulai...