Wajo merupakan salah satu daerah yang pernah dipimpin oleh kerajaan. Berbagai tradisi kerajaan pun masih dipertahankan hingga kini. Salah satunya adalah pencucian benda pusaka peninggalan kerajaan. Benda pusaka peninggalan kerajaan tersebut disimpan di Saoraja atau rumah raja (istana). Salah satu Saoraja yang dijadikan museum di kabupaten berjuluk Bumi Lamaddukelleng ini, yakni Saoraja Mallangga museum simettengpola. Arsitektur Saoraja Mallangga cukup unik, bangunan berlantai dua ini merupakan perpaduan bangunan rumah khas bugis atau rumah panggung dengan bangunan khas Belanda. Saoraja ini dibangun sekitar tahun 1930, pada era kerajaan Ranreng Bettengpola ke-26, Datu Makkaraka yang juga dikenal sebagai ahli lontara. Pembangunannya membutuhkan waktu sekitar 2 tahun lebih. Sebagai bangunan peninggalan sejarah, Saoraja Mallangga kemudian diusulkan menjadi museum pada tahun 1993, dan diresmikan oleh Gubernur Sulsel, HM Amin Syam sebagai museum pada tahun 2004. Bangunan ini memili...
Tolindo/Popondi Selanjutnya adalah alat musik tradisional Sulawesi Selatan yang dimainkan dengan cara dipetik . Memiliki bentuk unik, alat musik ini terbuat dari bahan kayu berbentuk busur yang bertumpu pada tempurung kelapa utuh. Sedang pada bagian busur, terdapat senar panjang yang akan menghasilkan suara bila dipetik. Mayoritas masyarakat Bugis memeberi nama alat musik ini dengan sebutan Tolindo, sedangkan masyarakat Makassar memberi nama alat musik ini dengan sebutan Popundi. https://www.silontong.com/2018/10/19/alat-musik-tradisional-sulawesi-selatan/
Gendang Bulo Alat musik tradisional Sulawesi Selatan yang ini sama seperti Gendang pada umumnya yang tidak memiliki membran. Dimana alat musik klasik ini akan mengeluarkan suara bila ditepuk atau dipukul bagian kulitnya menggunakan telapak tangan. Bagi masyarakat Bugis, alat musik ini disebut dengan nama Idiokardo, sedangkan pada masyarakat Makassar menyebutnya Gendang Bulo. https://www.silontong.com/2018/10/19/alat-musik-tradisional-sulawesi-selatan/
Rebana Banyak daerah mengklaim bahwa alat musik Rebana berasal dari daerahnya, termasuk propinsi Sulawesi Selatan. Hanya saja terkait dengan penyebetan masung-masing daerah memiliki perbedaan. Terbang Rebana adalah sebutan bagi masyarakat Bugis, sedang Terbang adalah sebutan bagi masyarakat Makassar. Sederhananya, alat musik ini merupakan alat musik Gendang yang menggunakan membran. Kayu adalah bahan untuk membuatnya, baik dari kayu cendana, pohon nangka, pohon kelapa dan kayu jati. https://www.silontong.com/2018/10/19/alat-musik-tradisional-sulawesi-selatan/
Basi-Basi Basi-Basi termasuk sebagai alat musik tradisional Sulawesi Selatan. Nama lainnya adalah Klarinet menurut masyarakat Makassar, sedang menurut masyarakat Bugis adalah Basi-basi. Alat musik ini merupakan alat musik tiup yang didalamnya terdapat membran rangkap. Dalam berbagai acara adat di Sulsel, biasanya alat musik zaman dahulu ini dimainkan, seperti untuk acara pesta, perkawinan dan syukuran. https://www.silontong.com/2018/10/19/alat-musik-tradisional-sulawesi-selatan/
Kacaping Kacaping adalah alat musik tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipetik. Kacaping memiliki 2 dawai yang dikaitkan pada kayu berbentuk seperti perahu. Konon, alat musik Kacaping ini pertama kali ditemukan oleh seorang pelaut Bugis. Pada acara-acara adat seperti upacara pernikahan, penjemputan tamu, atau saat bersenda gurau dengan keluarga alat musik ini dimainkannya. Nama lain dari Kacaping adalah Kecapi. https://www.silontong.com/2018/10/19/alat-musik-tradisional-sulawesi-selatan/
Baju Bodo (Baju Adat Wanita Suku Bugis) Baju Bodo merupakan pakaian tradisional perempuan suku Bugis Makassar, Sulawesi, dan Bugis Pagatan, Kalimantan, Indonesia. Baju bodo juga dikenali sebagai salah satu busana tertua di dunia. Melihat bentuknya, baju Bodo berbentuk segi empat, biasanya berlengan pendek, yaitu setengah atas bagian siku lengan. Sehelai sarung menutupi pinggang hingga kaki dan baju tipis longgar dari kain muslin (kasa), memperlihatkan leluk-lekuk bagian tubuh. Menurut adat Bugis, warna baju Bodo yang dikenakan akan menunjukan usia dan martabat si pemakainya. Baju Bodo ini kerap dipakai untuk acara adat seperti upacara pernikahan. Tetapi kini, baju Bodo mulai direvitalisasi melalui acara lainnya seperti lomba menari tarian tradisional Sulawesi Selatan atau menyambut tamu agung yang datang. https://www.silontong.com/2018/10/14/pakaian-adat-tradisional-sulawesi-selatan/
Jas Tutu (Baju Adat Pria Suku Bugis) Nah, jika pakaian adat wanita disebut dengan baju Bodo, maka pakaian adat yang dikenakan oleh kaum pria disebut dengan Jas Tutu. Dakam mengenaikan pakaian adat ini, juga mengenakan pasangannya celana atau Paroci, kain sarung atau lipa garusuk, dan tutup kepala berupa songkok. Sekilas bentuknya, Jas Tutu bentuknya lengan panjang, leher berkerah serta diberi kancing yang terbuat dari sepuhan emas atau perak dan dipasang pada leher baju. Sementara, kain Lipa Sabbe atau Lipa Garusuk tampak polos tetapi berwarna mencolok, seperti merah dan hijau. https://www.silontong.com/2018/10/14/pakaian-adat-tradisional-sulawesi-selatan/
Badik Luwu Senjata tradisional Sulawesi Selatan yang bernama Badik Luwu ini berasal dari budaya masyarakat daerah kabupaten Luwu di masa silam. Yang membedakan dengan Badik lain adalah bentuknya membungkuk seperti bungkuk kerbau (mabbukku tedong). Bilahnya lurus dan meruncing di bagian ujung. Kabar yang beredar bahwa sebagian masyarakat Bugis memiliki keyakinan bila senjata Badik ini disepuh dengan bibir kemaluan gadis perawan, maka orang dengan ilmu kebal apapun akan mati bila ditusuk. WOW! https://www.silontong.com/2018/10/15/senjata-tradisional-sulawesi-selatan/