Kue 8 Jam….hah.. ekstrem bangett! Tapi memang benar, kue khas Sumatera Selatan ini tidak salah dikatakan “Kue Delapan Jam” karena proses pembuatannya memang memakan waktu sebanyak 8 jam loh! :o Kue khas Palembang ini juga sering disajikan sebagai sajian untuk tamu kehormatan dan sering disajikan di hari raya .
Burgo merupakan makanan khas Palembang, biasanya disajikan diwaktu pagi hari. Jika anda berkunjung ke Palembang, jangan lupa mencicipi burgo, biasa dimakan dengan kuah yg terbuat dari santan, dijamin ketagihan! Burgo memiliki struktur kenyal-kenyal dan disajikan dengan sambal yang membuat makin pedas dan enak!
Di hilir sungai Batang Agam di daerah Padang Tarok yang airnya jernih, berdiri sebuah rumah bergojong (berujung) empat. Rumah tersebut dihuni oleh sepasang suami istri bernama Rajo Babanding dan Sadun Saribai. Mereka mempunyai dua orang anak, laki-laki dan perempuan, Mangkutak Alam dan Sabai nan Aluih. Mangkutak Alam berwajah tampan, selalu dimanjakan oleh ayahnya ke mana pun pergi ia selalu diajaknya dan merupakan anak kebanggaan. Wataknya sedikit penakut. Sedangkan kakaknya Sabai nan Aluih berwajah cantik, lembut, rajin dan sering membantu ibunya. Waktu luang dimanfaatkan untuk membuat renda dan menenun. Kecantikan Sabai nan Aluih ini bahkan didengar sampai ke kampung-kampung lain di daerah Padang Tarok. Suatu ketika Rajo nan Panjang seorang saudagar kaya yang baru kembali dari rantau, orang yang disegani di kampong Situjuh berkeinginan untuk menyunting Sabai nan Aluih. Maka dikirimlah anak buahnya sebagai utusan untuk melamar Sabai. Rajo Babanding orang tua Sabai menolak...
Tersebutlah kisah seorang pangeran dari daerah Sumidang bernama Serunting. Anak keturunan raksasa bernama Putri Tenggang ini, dikhabarkan berseteru dengan iparnya yang bernama Aria Tebing. Sebab permusuhan ini adalah rasa iri-hati Serunting terhadap Aria Tebing. Dikisahkan, mereka memiliki ladang padi bersebelahan yang dipisahkan oleh pepohonan. Dibawah pepohonan itu tumbuhlah cendawan. Cendawan yang menghadap kearah ladang Aria tebing tumbuh menjadi logam emas. Sedangkan jamur yang menghadap ladang Serunting tumbuh menjadi tanaman yang tidak berguna. Perseteruan itu, pada suatu hari telah berubah menjadi perkelahian. Menyadari bahwa Serunting lebih sakti, Arya Tebing menghentikan perkelahian tersebut. Ia berusaha mencari jalan lain untuk mengalahkan lawannya. Ia membujuk kakaknya (isteri dari Serunting) untuk memberitahukannya rahasia kesaktian Serunting. Menurut kakaknya Aria Tebing, kesaktian dari Serunting berada pada tumbuhan ilalang yang bergetar (meski...
Kuto Besak adalah bangunan keraton yang pada abad XVIII menjadi pusat Kesultanan Palembang. Gagasan mendirikan Benteng Kuto Besak diprakarsai oleh Sultan Mahmud Badaruddin I yang memerintah pada tahun 1724-1758 dan pelaksanaan pembangunannya diselesaikan oleh penerusnya yaitu Sultan Mahmud Bahauddin yang memerintah pada tahun 1776-1803. Sultan Mahmud Bahauddin ini adalah seorang tokoh kesultanan Palembang Darussalam yang realistis dan praktis dalam perdagangan internasional, serta seorang agamawan yang menjadikan Palembang sebagai pusat sastra agama di Nusantara. Menandai perannya sebagai sultan, ia pindah dari Keraton Kuto Lamo ke Kuto Besak. Belanda menyebut Kuto Besak sebagai nieuwe keraton alias keraton baru. Benteng ini mulai dibangun pada tahun 1780 dengan arsitek yang tidak diketahui dengan pasti dan pelaksanaan pengawasan pekerjaan dipercayakan pada seorang Tionghoa. Semen perekat bata menggunakan batu kapur yang ada di daerah pedalaman Sungai Ogan ditambah de...
Tempoyak Tempoyak dibuat dar isi durian. Isi durian ini dipisahkan dari bijinya dan ditambah dengan sedikit garam dan disimpan selama tiga hingga lima hari di dalam suhu kamar. Tempoyak biasanya tidak dimakan begitu saja tetapi selalu dibuat sambal atau dimasukkan ke dalam masakan seperti gulai tempoyak ikan patin. Tempoyak dikenal di Indonesia (terutama di Palembang, Sumatera dan Kalimantan). Di Indonesia Tempoyak sangat populer dikalangan masyarakat Sumatera bagian timur ,Menurut sejarah karenakan jumlah produksi buah durian sendiri sangat melimpah sehingga kalau dibuang sayang,masakan khas dari wilayah ini seperti Pindang Ikan Patin juga menggunakan tempoyak. Di Malaysia Tempoyak turut dirakamkan dalam Hikayat Abdullah sebagai makanan harian bagi penduduk Terengganu, semasa melawat Terengganu (sekitar 1836), dengan menyatakan bahawa makanan kegemaran mereka adalah "... tempoyak dan pekasam dan petai dan jering dan sebagainya...." Car...
Palembang Juga mempunyai seni pertunjukan tradisional yang di sebut " Dul Muluk". Melihat dari namanya , Sepintas seperti nama orang, Ya Dul muluk memang nama orang, seni theater ini pertama kali di pelopori oleh seorang pedagang keturunan arab yang menjadikan seorang pangeran bernama Abdul Muluk Jauhari anak dari sultan Abdul Hamid syah sebagai inspirasi untuk seni theater nya. Karena semakin hari peminat dul muluk ini semakin banyak, maka pedagang arab ini sering di undang untuk mengisi acara pernikahan , khitanan, dan potong rambut,, cerita yg di bawakan nya pun masih tentang petualangan Abdul Muluk. Semakin berjalan nya waktu, seni theater ini tidak hanya membawakan cerita tentang Abdul Muluk, banyak cerita rakyat palembang yang biasa di pentaskan untuk mengisi tema seni theater ini, seperti cerita Si Pahit Lidah dan Mata empat, Legenda pulau Kemaro, Putri kembang Dadar, dan masih banyak lagi.
Samsam adalah makanan yang terbuat dari Ikan air tawan yang sudah di fermentasi, tapi tidak sembarang ikan air tawar, hanya untuk ikan tawar yang bersisik, cara membuatnya pun sangat mudah. Caranyya siapkan 1 kg ikan , di cuci bersih dan taburi dengan garam 3 sendok, kemudian di beri nasi sebanyak 1 centong nasi Setelah bahan-bahan di jadikan 1 masukkan dalam wadah dan tutup rapat diamkan 3 hari. setelah 3 hari ikan bisa di goreng, dan langsung bisa di santap sebagai lauk, dengan sambal terasi, atau sambal jokjok (sambal khas suku komering).
Tempoyak sebenarnya dapat disebut sebagai bumbu masakan. Tempoyak yang terbuat dari buah durian yang difermentasikan ini berasal dari Palembang. Namun, beberapa masyarakat juga mengklaim bahwa tempoyak adalah makanan khas daerah mereka, seperti Jambi, Lampung, dan Lampung. Tempoyak sendiri dalam penggunaannya dipakai untuk memasak ikan. Salah satu ikan populer yang biasa dimasak dengan tempoyak adalah ikan patin. Ikan patin banyak dijual di pasar tradisional, baik patin sungai (air tawar) maupun patin laut. Namun, banyak juga masyarakat yang memodifikasi masakan tempoyak dengan menggunakan ikan teri atau jenis ikan-ikan lainnya. Adonan tempoyak dibuat dengan memisahkan daging durian dengan bijinya. Kemudian menambahkan sedikit garam. Ada pula yang menambahkan cabai rawit agar proses fermentasi berlangsung lebih cepat. Setelah itu, adonan disimpan ke dalam wadah tertutup dan pada suhu ruang. Bisa juga dimasukkan ke dalam lemari es, namun proses fermentasi aka...