Ritual ini diadakan pada hari Rabu terakhir di bulan Shafar. Bulan ini dipercayai oleh masyarakat Melayu pesisir bahwa Allah SWT menurunkan 320.000 bala kepada umat manusia. Dan ritual itu adalah medium memohon ampun dan bermunajat agar dijauhkan dari bala. Masyarakat menyebutnya Rebo Kasan. Berasal dari kata “Rebo Kasat”yang berarti Rabu terakhir di bulan Shafar. Kumandang azan, pencelupan air wafaq, pelepasan ketupat lepas serta meminumnya adalah puncak ritual dari Rebo Kasan itu sendiri. Salah satu masyarakat melayu yang masih menjalankan tradisi ini adalah masyarakat desa Air Anyir di Kecamatan Merawang Bangka. Merupakan tradisi yang telah berusia ratusan tahun. Sejak abad ke-16, nenek moyang mereka sudah menjalankan ritual ini. Pada masa itu, nenek moyang mereka biasanya melaksanakan shalat sunnah empat raka’at dengan membaca satu kali al Fatihah, Al Kautsar sebanyak 17 kali, Al Ikhlas sebanyal lima kali, Al Falaq d...
Buang Jong merupakan salah satu upacara tradisional yang secara turun-temurun dilakukan oleh masyarakat suku Sawang di Pulau Belitung. Suku Sawang adalah suku pelaut yang dulunya, selama ratusan tahun, menetap di lautan. Baru pada tahun 1985 suku Sawang menetap di daratan, dan hanya melaut jika ingin mencari hasil laut. Buang Jong dapat berarti membuang atau melepaskan perahu kecil ( Jong ) yang di dalamnya berisi sesajian dan ancak (replika kerangka rumah-rumahan yang melambangkan tempat tinggal) . Tradisi Buang Jong biasanya dilakukan menjelang angin musim barat berhembus, yakni antara bulan Agustus-November. Pada bulan-bulan tersebut, angin dan ombak laut sangat ganas dan mengerikan. Gejala alam ini seakan mengingatkan masyarakat suku Sawang bahwa sudah waktunya untuk mengadakan persembahan kepada penguasa laut melalui upacara Buang Jong. Upacara ini sendiri bertujuan untuk memohon perlindungan a...
Tarian 2 etnis merupakan sebuah tari kreasi baru dari Kepulauan Bangka Belitung. Disebut dengan tarian 2 etnis karena dalam satu tarian terdapat 2 etnis khas di kepuauan Bangka Belitung, yaitu melayu dan cina. Kekhasan etnis tersebut digambarkan dengan pakaian adat dan gerakan khasnya tersendiri. Etnis cina dengan pakaian khas cina berwarna merah, dan melayu dengan pakaian khasnya yang berwarna cerah. Tarian ini sering dipentaskan dalam berbagai kesempatan.
Maras Taun pada awalnya merupakan acara peringatan hari panen bagi para petani padi ladang di Desa Selat Nasik, Pulau Mendanau Kabupaten Belitung. Padi ladang hanya dapat dipanen setelah masa tanam sembilan bulan, oleh karena itulah perayaan panen ini hanya dilaksanakan satu tahun sekali. Pada perkembangannya, pesta rakyat ini berubah, tidak sekadar untuk mempe ringati panen padi, melainkan juga sebagai ungkapan syukur semua penduduk pulau, baik petani maupun nelayan. Jika petani merayakan hasil panen padi, maka para nelayan merayakan musim penangkapan ikan tenggiri serta keadaan laut yang tenang. Maras sendiri berarti memotong, dan taun berarti tahun. Makna dari nama ini adalah semua penduduk meninggalkan tahun yang lampau dengan ucapan syukur dan memohon untuk semua yang baik di tahun selanjutnya. Peristiwa Maras Taun ini, sebenarnya tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Selat Nasik saja, namun juga oleh beberapa desa di Pulau Belitung, Pulau Mendanau, dan pulau-pulau kecil la...
Dambus merupakan musik yang telah berusia ratusan tahun dan masih bertahan di Bangka Belitung. Gambus berkembang sejak abad ke-19 bersama dengan kedatangan para imigran Arab dari Hadramaut, Yaman Selatan ke Nusantara. Dengan menggunakan syair-syair kasidah, gambus mengajak masyarakat mendekatkan diri pada Allah dan mengikuti teladan Rasul-Nya. Oleh karenanya, gambus digunakan para imigran menjadi sarana dakwah di nusantara. Langkah ini kemudian diteruskan oleh para ulama untuk berdakwah Islam.
Buang Jong merupakan salah satu upacara tradisional yang secara turun-temurun dilakukan oleh masyarakat suku Sawang di Pulau Belitung. Suku Sawang adalah suku pelaut yang dulunya, selama ratusan tahun, menetap di lautan. Baru pada tahun 1985 suku Sawang menetap di daratan, dan hanya melaut jika ingin mencari hasil laut. Buang Jong dapat berarti membuang atau melepaskan perahu kecil (Jong) yang di dalamnya berisi sesajian dan ancak (replika kerangka rumah-rumahan yang melambangkan tempat tinggal). Tradisi Buang Jong biasanya dilakukan menjelang angin musim barat berhembus, yakni antara bulan Agustus—November. Pada bulan-bulan tersebut, angin dan ombak laut sangat ganas dan mengerikan. Gejala alam ini seakan mengingatkan masyarakat suku Sawang bahwa sudah waktunya untuk mengadakan persembahan kepada penguasa laut melalui upacara Buang Jong. Upacara ini sendiri bertujuan untuk memohon perlindungan agar terhindar dari bencana yang mungkin dapat menimpa mereka selam...
Jika Palembang terkenal dengan kain songket, Bangka juga memiliki kain khas bernama kain cual . Kain yang menjadi kebanggaan masyarakat Bangka ini kini telah menjadi seragam di beberapa Sekolah Dasar dan kantor-kantor pemerintahan di daerah penghasil timah itu. Asal muasal kain cual sendiri berasal dari kain songket Palembang. Awal mula perkembangan kain ini ada di Kota Muntok, Bangka, pada sekitar abad ke-17. Kain cual pertama kali diperkenalkan oleh kakek buyut pendiri toko Kain Cual Ishadi yang berada di Pangkal Pinang. Seiring berjalannya waktu, kain cual mulai dikenal masyarakat sebagai kain khas Provinsi Bangka Belitung. Kain cual memiliki beberapa motif, seperti motif kembang gajah, bunga cina, naga bertarung, dan burung hong. Beberapa motif kain cual ada yang dibuat dengan menggunakan benang sutra dan bahkan ada yang dibuat dengan benang emas 18 karat. Harga jual kain cual sangat bervariasi. Mulai dari Rp50.000 hingga jutaan rupiah. Harga ini tergantung...
Bahan Lempah Darat : 3 lembar pucuk daun alas, iris kasar 100 gram kacang panjang, potong 3 cm 5 buah kecipir, potong-potong 5 buah terung bulat, potong dadu 10 buah kerupuk ikan mentah, rendam air panas 1 liter air Bumbu Lempah Darat : 1 sdt terasi khas Bangka atau terasi biasa yang ada dipasaran 5 buah cabai merah keriting, iris serong 4 mata asam jawa, seduh air panas, saring 1 sdm garam Cara Membuat Lempah Darat : Campur bumbu dengan air, lalu rebus hingga mendidih. Masukkan semua sayuran dan kerupuk ikan. Masak hingga semua bahan matang. Angkat, sajikan. Alamat dan Kontak Penjual: Rumah Makan Fega Jl. Jend. Sudirman, Baru, Manggar, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung 0819-3253-6352 Sumber: http://menubabel.blogspot.com/2014/08/resep-masakan-bangka-belitung-lem...
Bahan: 500 gram udang sedang 200 gram nanas, potong-potong 5 sendok makan air jeruk nipis 4 lembar daun salam 3 sendok teh air asam Jawa Garam secukupnya 1,5 liter air Bumbu Halus: 8 buah bawang merah 5 siung bawang putih 10 buah cabai rawit 10 buah cabai merah besar 5 cm lengkuas 10 cm kunyit bakar 2 sendok teh terasi bakar 4 sendok teh gula pasir Garam secukupnya Cara Membuat: Potong ujung kepala udang, lalu bersihkan kotorannya dan cuci hingga bersih. Jika sudah rendam udang dengan perasan air jeruk nipis dan garam secukupnya, diamkan selama 20 menit agar meresap. Didihkan air sampai benar-benar mendidih baru kemudian masukkan bumbu halus dan daun salam hingga aromanya berbau harum. Aduk rata. Kemudian baruah kemudian masukkan udang sambil diaduk hingga rata dan sampai udang berubah warnanya. Aduk rata serta tambahkan air asam Jawa dan nanas ke dalamnya...