Aksara dan Bahasa Sunda Kuno sudah hidup ribuan tahun lamanya jika dihitung dari pertama kali berdirinya kerajaan Sunda. Huruf Sunda muncul pada tahun 500-an seperti yang digunakan dalam penulisan kebanyakan prasasti di Bogor. Aksara Sunda Kuno dikenal dengan istilah Kaganga. Pada huruf Kaganga, tidak terdapat huruf v dan f, hanya terdapat p. Sehingga kebanyakan orang Sunda tidak mengenal fonem f dan v dalam struktur fonologinya. Beratus-ratus tahun tradisi ini diterapkan dari generasi ke generasi sehingga melekat pada diri orang Sunda. Pendidikan modern sudah diterapkan didalam masyarakat, namun bagi sebagian masyarakat, pelafalan sunda kuno tetap digunakan dalam keseharian. Mereka masih merasa kaku dan asing dalam menggunakan fonem f dan v, sehingga mereka memilih untuk bercakap-cakap dengan fonem yang sudah mereka kuasai sejak lama. OSKMITB2018
Naskah ini ditulis di daun lontar dengan menggunakan aksara cacarakan berbahasa Jawa kuno. Teks digubah dalam bentuk prosa, isinya menguraikan tentang riwayat Nabi Yusuf sejak kelahirannya hingga menjadi nabi.
Prasasti V atau Batu Panyandaan berbentuk menhir, berada salam sebuah cungkup dan terletak 10 m di sebelah tenggara batu panyandungan. Pada permukaan prasasti batu Panyandaan ini digoreskan aksara dan bahasa Sunda kuna yang terdiri dari dua baris, dipahatkan dari kiri ke kanan. Tulisan pada prasasti: sanghiang lingga bingba Arti dari prasasti: Sang maha suci lingga arca (perwujudan) #OSKMITB2018
Astana Gede Kawali merupakan pusat pemerintahan kerajaan Sunda-Galuh. Astana Gede terletak di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Indonesia. Sebagai situs kebudayaan, Astana Gede memiliki nilai-nilai kebudayaan dengan ciri khas tersendiri sebagai kerajaan di Tatar Sunda. Pada zaman dahulu Astana Gede bernama Kabuyutan Sanghyang Lingga Hiyang. Didalam Astana Gede terdapat prasasti-prasasti yang berasal dari masa lalu. Prasasti-prasasti tersebut ditulis dengan aksara Sunda diatas batu. Banyak orang Sunda sendiri sudah tidak terlalu mengenal budaya dan kearifan lokal didaerah sendiri. Maka dari itu, kita perlu melestarikannya.
Padepokan seni mayang sunda adalah padepokan yang bertujuan untuk pertunjukan seni sunda baik kontemporer atau pun tidak. Yang akan saya bahas adalah ornamennya disana terdapat 2 ruangan outdoor dan indoor. Dimana Indoor sendiri untuk 100 orang dan outdoor 200 orang. Gedung memiliki ornamen khas sunda yang unik didepan jalan raya keramik nama tempatnya menggunakan aksara sunda yang artinya seni mayang sunda. Dari atas atap bentuknya seperti rumah adat campuran sunda seperti di ITB ganesha. Didalamnya terdapat ornamen seperti gambar kesenian sunda galeri sunda dan lainnya. Tempat ini cukup mudah di jangkau yaitu Jl. Peta no 409 Bandung.
Padepokan seni mayang sunda adalah padepokan yang bertujuan untuk pertunjukan seni sunda baik kontemporer atau pun tidak. Yang akan saya bahas adalah ornamennya disana terdapat 2 ruangan outdoor dan indoor. Dimana Indoor sendiri untuk 100 orang dan outdoor 200 orang. Gedung memiliki ornamen khas sunda yang unik didepan jalan raya keramik nama tempatnya menggunakan aksara sunda yang artinya seni mayang sunda. Dari atas atap bentuknya seperti rumah adat campuran sunda seperti di ITB ganesha. Didalamnya terdapat ornamen seperti gambar kesenian sunda galeri sunda dan lainnya. Tempat ini cukup mudah di jangkau yaitu Jl. Peta no 409 Bandung.
Naskah Sunda kuna (selanjutnya NSK) tersebar di beberapa tempat penyimpanan, baik di dalam maupun di luar negeri, baik tersimpan dengan sistem baku dan sistematis di lembaga penyimpanan maupun yang masih tersebar di masyarakat umum (lih. Ekadjati, 1988; Chambert-Loir & Fathurahman, 1999: 181-188). Berdasarkan penelusuran katalog, baik yang sudah maupun belum diterbitkan, jumlah NSK tidak sebanyak naskah Sunda baru dan naskah Jawa kuna, misalnya. Lembaga yang menyimpan NSK di antaranya adalah Perpustakaan Nasional RI (selanjutnya PNRI) di Jakarta, Museum Sri Baduga di Bandung, Perpustakaan Universitas Leiden di Belanda, dan Bodleian Library di Inggris (band. Ekadjati, 1988; Rickleff & Voerhoeve, 1977). Selain di lembaga-lembaga tersebut, NSK juga disimpan di kabuyutan: daerah yang disucikan kelompok masyarakat tertentu di Tatar Sunda, seperti Kabuyutan Ciburuy-Garut dan Kabuyutan Koleang, Jasinga-Bogor. Pada saat ditemukan, dapat diketahui bahwa naskah Sunda ku...
Wikipedia menyebutkan bahwa Sunda Wiwitan adalah agama atau kepercayaan pemujaan terhadap kekuatan alam dan arwah leluhur (animisme dan dinamisme). Penganut ajaran Sunda Wiwitan ditemukan di beberapa desa di Jawa Barat dan Banten, yaitu: 1. Desa Kanekes (Suku Baduy), Lebak, Banten. 2. Ciptagelar Kasepuhan Banten Kidul, Cisolok Sukabumi, Jawa Barat. 3. Kampung Naga, Garut, Jawa Barat. 4. Cirebon, Jawa Barat. 5. Cigugur, Kuningan, Jawa Barat. Isi ajaran Sunda Wiwitan adalah ajaran keagamaan dan tuntunan moral, aturan dan pelajaran budi pekerti. Ajaran Sunda Wiwitan mengandung 2 prinsip yaitu: Cara Ciri Manusia; yaitu unsur dalam kehidupan manusia seperti welas asih, undak usuk, tatakrama, budi bahasa dan budaya, dan wiwaha yudha naradha. Cara Ciri Bangsa; yaitu unsur pembeda manusia seperti rupa, adat, bahasa, aksara, dan budaya. Dasar ajaran masyarakat Baduy dalam Sunda Wiwitan adalah kepercayaan yang bersifat monoteis, penghormatan kepada roh nenek moyang...
Kerajaan Galuh Kerajaan Galuh ← 669–1482 → Wilayah Kerajaan Bersatu Sunda dan Galuh Ibu kota Saunggalah (669-1311) Kawali (1311-1482) Bahasa Bahasa Sunda , Bahasa Banyumasan Agama Hindu , Buddha , Sunda Wiwitan Pemerintahan Monarki Seja...