ANYAMAN PANDAN DESA GRENGGENG KABUPATEN KEBUMEN Tahukah kalian di Desa Grenggeng Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah mulai terkenal sejak anyaman pandan khas buatan penduduk Desa Grenggeng mulai diminati masyarakat Indonesia. Bukan hanya di Indonesia, bahkan sampai ke luar negeri mengingat daya tarik dari anyaman pandan itu sendiri. Dan sejak beberapa tahun terakhir Desa Grenggeng sudah di nobatkan menjadi desa anyaman paling maju di kebumen. Bahkan tahun 2016 sempat memegang rekor muri dengan penganyam terbanyak. Di Desa Grenggeng hampir semua penduduk sana memiliki lahan yang di tanami pandan, bukan sekedar pandan biasa tetapi pandan yang tumbuh di Desa Grenggeng ini sangat besar. Atas potensi ini, rata rata penduduk Desa Grenggeng bermata pencaharian sebagai pengrajin. Anyaman pandan dapat dibuat berbagai bentuk benda dengan fungsi pakai maupun fungsi hias seperti tas, topi, sandal, tempat tisu, dompet, hiasan meja, ataupun souvenir perikahan. Dengan ke...
Dahulu kala, ada seorang raja bernama Prabu Sri Mahapunggung yang hidup bersama empat orang anaknya, yaitu Dewi Sri, Sadana, Wandu, dan Oya. Dewi Sri dan Sadana dikenal sebagai lambang kemakmuran hasil bumi. Suatu hari, Raja dan Ratu meminta Sadana untuk menikahi seorang putri bernama Dewi Panitra. Akan tetapi, Sadana menolak karena tidak ingin mendahului kakaknya. Hal itu membuat Sadana sedih dan dia pun meninggalkan istana. Sang Prabu menjadi murka setelah mengetahui hal tersebut dan melampiaskan amarahnya kepada Dewi Sri sebagai penyebab Sadana meninggalkan istana. Tuduhan tersebut membuat Dewi Sri merasa bersalah dan pada akhirnya ia pun ikut kabur dari istana. Sang Prabu menjadi lebih marah dan mengutuk Dewi Sri menjadi ular sawah, sedangkan Sadana dikutuk menjadi burung sriti. Suatu ketika, ular sawah jelmaan Dewi Sri di Dusun Wasutira. Di dusun tersebut hiduplah seorang petani bernama Kyai Brikhu bersama istrinya yang sedanh mengandung. Pada malam harinya, Kyai Brikhu ber...
Nasi Glewo adalah kuliner yang mungkin terdengar asing bagi telinga orang. Tak banyak yang mengetahui bahwa hidangan satu ini adalah salah satu makanan khas Semarang yang nyaris punah. Karena jarang ditemukan yang menjual makanan ini, beberapa yang menyebutnya sebagai kuliner legendaris. Penampilan dari Nasi Glewo memang sekilas mirip dengan makanan khas Semarang yang lain, yaitu Nasi Ayam Semarang. Tetapi perbedaannya dapat dilihat jelas dari bahan utamanya, yaitu daging sapi atau koyor. Nasi Glewo terdiri campuran dari nasi yang disiram dengan daging sapi atau koyor yang telah dimasak dengan kuah santan, dilengkapi juga dengan taburan bawang goreng dengan kerupuk emping. Walau sudah nyaris hilang dari kalangan muda, masih ada beberapa orang yang mencoba untuk membangkitkan popularitas makanan legendaris ini. Nostalgia juga adalah alasan makanan ini terus dicari walau jarang yang menjual. Bumbu rempah khas kencur juga memberikan rasa spesial. Walaupun jarang ditemui, Nasi Glewo...
Blarak-Blarak Sempal Blarak-Blarak Sempal merupakan sebuah permainan tradisional . Dari arti katanya sendiri, Blarak berarti daun kelapa yang kering dan Sempal berarti patah sehingga arti keseluruhan dari Blarak-Blarak Sempal adalah daun kelapa yang patah. Meski demikian, peralatan yang digunakan adalah sabut kelapa. Permainan ini biasa dilakukan berkelompok ( 2 kelompok ) dan dapat dimainkan oleh siapa saja tanpa pandang golongan maupun jenis kelamin baik laki-laki maupun perempuan yang pada umumnya sudah cukup kuat untuk mengangkat temannya mainnya sendiri. Permainan ini dimulai dengan membagi tim/kelompok sama banyak setiap kelompok dapat beranggotakan 2-4 orang. Misal kelompok A dan Kelompok B masing-masing 2 orang. Lalu perwakilan dari masing-masing kelompok melakukan ‘suit’ untuk menentukan siapa yang menang dan yang kalah. Semisal kelompok A kalah, anggota kelompok A duduk dilantai dengan kaki diselonjorkan dimana telapak kaki seorang harus menempel de...
Pada zaman dahulu di Purbalingga ada 2 penyebar agama Islam yang bernama Akhmad dan Mohammad serta pengikut setianya yang bernama Bangas dan Bangis. Dalam menyebarkan agama Islam kedua mubaligh tersebut memperoleh tekanan dari pemerintah Kerajan Majapahit yang sedang berada pada posisi puncaknya. Seorang bernama Ki Sutaraga ditugaskan untuk membendung penyebaran agama Islam di wilayah lereng Gunung Slamet. Untuk menghadapi kekuatan Ki Sutaraga, Akhmad dan Mohamad terpaksa melarikan diri dan bersembunyi di sebuah gua yang bernama Gua Lawa. Setelah itu mereka merubah nama mereka menjadi Taruna dan Taruni, sehingga keberadaan mereka tidak diketahui dan disangka telah meninggal. Mendengar Akhmad dan Mohammad telah meninggal, Bangas dan Bangis merasa murka pada Ki Sutagara dan mengajaknya untuk berperang tanding. Dengan kesaktiannya Ki Sutagara dengan mudah mengalahkan Bangas dan Bangis dan mengutuknya menjadi Badak yang dalam bahasa Jawa disebut Warak, sehingga desa tempat terjadinya p...
Kue Lekker Kue Lekker adalah makanan jajanan yang biasa dijual di dekat sekolah. Makanan ringan yang berasal dari Belanda ini seringkali disantap anak-anak SD atau SMP sepulang sekolah. Kue berbentuk setengah lingkaran yang meskipun tidak diketahui siapa dan kapan persisnya ditemukan, Solo menjadi tempat dimana jajanan ini berkembang pesat. Tak hanya di Solo, Kue ini sudah ada di berbagai kota di Indonesia. Kue kering ini mirip seperti crepes tapi lebih tipis dan lebih kecil, isinya pun tidak terlalu beragam seperti pada crepes . Sejarah Kue Lekker berawal pada jaman penjajahan Belanda, waktu itu konon, mereka menyebut ini kue lecker yang artinya 'delicious', enak atau sedap dalam bahasa Indonesia . Cara pembuatan kue lekker ini bisa dibilang cukup mudah, yaitu menggunakan adonan tepung terigu yang dicampur tepung beras dituangkan di atas wajan kecil yang dipanaskan oleh bara arang, kemudian ditaburi gula pasir atau coklat, biasanya mengunakan m...
Kue Lekker Kue Lekker adalah makanan jajanan yang biasa dijual di dekat sekolah. Makanan ringan yang berasal dari Belanda ini seringkali disantap anak-anak SD atau SMP sepulang sekolah. Kue berbentuk setengah lingkaran yang meskipun tidak diketahui siapa dan kapan persisnya ditemukan, Solo menjadi tempat dimana jajanan ini berkembang pesat. Tak hanya di Solo, Kue ini sudah ada di berbagai kota di Indonesia. Kue kering ini mirip seperti crepes tapi lebih tipis dan lebih kecil, isinya pun tidak terlalu beragam seperti pada crepes . Sejarah Kue Lekker berawal pada jaman penjajahan Belanda, waktu itu konon, mereka menyebut ini kue lecker yang artinya 'delicious', enak atau sedap dalam bahasa Indonesia . Cara pembuatan kue lekker ini bisa dibilang cukup mudah, yaitu menggunakan adonan tepung terigu yang dicampur tepung beras dituangkan di atas wajan kecil yang dipanaskan oleh bara arang, kemudian ditaburi gula pasir atau coklat, biasanya mengunakan m...
Bancakan weton dilakukan tepat pada hari weton kita lahir ( Pon, Wage, Kliwon, Legi, Pahing ). Dalam tradisi Jawa, setiap orang sebaiknya dibuatkan bancakan weton minimal sekali dalam seumur hidup, namun lebih baik dilakukan setahun sekali. Menurut adat jawa setiap anak yang baru lahir, orang tuanya membuat bancakan weton pertama kali pada saat usianya menginjak hari ke 35. Anak yang sering dibuatkan bancakan weton secara rutin oleh orangtuanya, biasanya hidupnya lebih terkendali, lebih hati-hati, tidak liar, ceroboh, dan jarang sekali mengalami sial. Menurut kepercayaan orang jawa seorang anak yang sakit-sakitan, sering jatuh , dan nakal, setelah dibuatkan bancakan weton si anak tidak lagi sakit-sakitan, dan tidak nakal lagi. Bahan – bahan yang diperlukan untuk membuat bancakan weton Tujuh Sayuran Kangkung dan kacang panjang merupakan sayuran yang wajib ada dalam sebuah bancakan weton, untuk selebihnya tidak ada larangan s...
Stasiun Solo Balapan adalah stasiun kereta api terbesar di Kota Surakarta. Stasiun yang terletak pada ketinggian 93 meter di atas permukaan laut ini terletak di Kelurahan Kestalan, Kecamatan Banjarsari. Nama Balapan bukan berarti balap kendaraan, namun merupakan nama kampung yang terletak di dekat stasiun ini. Stasiun ini merupakan stasiun yang menjadi titik pemberangkatan utama kereta api jarak jauh maupun kereta api lokal. Berbagai kereta kelas eksekutif, bisnis dan kelas campuran berhenti untuk menaikturunkan penumpang di stasiun ini. Adapun untuk kereta api kelas ekonomi umumnya dilayani di Stasiun Purwosari yang terletak beberapa kilometer ke arah barat stasiun ini. Fitur yang tersedia di stasiun ini antara lain adanya skybridge yang merupakan jembatan layang penghubung stasiun ini menuju Terminal Tirtonadi yang terletak beberapa ratus meter di sebelah utara stasiun ini. Keberadaan halte Bus Kota BST Solo membuat stasiun ini merupakan stasiun yang terintegrasi ban...