Riwayat hidup Drona dalam pewayangan Jawa memiliki beberapa perbedaan dengan kisah aslinya dari kitab Mahabharata yang berasal dari Tanah Hindu, yaitu India, dan berbahasa Sanskerta. Beberapa perbedaan tersebut meliputi nama tokoh, lokasi, dan kejadian. Namun perbedaan tersebut tidak terlalu besar sebab inti ceritanya sama. Perlu digarisbawahi juga, bahwa kepribadian Drona dalam Mahabharata berbeda dengan versi pewayangan. Resi Drona berwatak tinggi hati, sombong, congkak, bengis, banyak bicaranya, tetapi kecakapan, kecerdikan, kepandaian dan kesaktiannnya luar biasa serta sangat mahir dalam berperang. Karena kesaktian dan kemahirannya dalam olah keprajuritan, Drona dipercaya menjadi guru anak-anak Pandawa dan Kurawa. Ia mempunyai pusaka sakti berwujud keris bernama Keris Cundamanik dan panah Sangkali (diberikan kepada Arjuna). Bhagawan Drona atau Dorna (dibaca Durna) waktu mudanya bernama Bambang Kumbayana, putera Resi Baratmadya dari Hargajembangan dengan Dewi Kumbini. Ia mempun...
Tradisi dandangan adalah festival yang diadakan di Kudus, Jawa Tengah untuk menyambut Bulan Ramadhan. Tradisi ini ditandai dengan berkumpulnya PKL (Pedagang Kaki Lima) di sepanjang Jalan Sunan Kudus, hingga 3 kilometer. Nama Dandangan itu sendiri diambil dari suara tabuhan bedug masjid untuk menyambut Bulan Ramadhan. Barang yang dijual tidak hanya berupa makanan maupun minuman, tetapi juga kerajinan tangan, perabotan rumah tangga, baju, dan lainnya. Dikutip dari situs warisanbudaya.kemendikbud.go.id, awal mula tradisi dandangan adalah tradisi berkumpulnya para santri di depan Masjid Menara Kudus setiap menjelang Ramadhan untuk menunggu pengumuman dari Sunan Kudus tentang penentuan awal puasa. Seiring dengan berkembangnya waktu, momentum ini juga dimanfaatkan para pedagang untuk berjualan di sekitar masjid.
Life in Java: with sketches of the Javanese by D'Almeida, W. Barrington (William Barrington) Publication date 1864 Topics Java (Indonesia) -- Description and travel Publisher London : Hurst and Blackett Collection cdl; americana Digitizing sponsor MSN Contributor University of California Libraries Language English Volume 1 Addeddate 2007-12-07 20:43:34 Bookplateleaf 0002 Call number SRLF:LAGE-944871 Camera 5D Collection-library SRLF Copyright-evidence Evidence reported by alyson-wieczorek for item lifeinjavawithsk01dalmiala on December 7, 2007: no visible notice of copyright; stated date is 1864. Copyright-evidence-date 20071207204255 Copyright-evidence-operator alyson-wieczorek Copyright-region US External-identifier urn:oclc:record:1048324279 Foldoutcount 0 Identifier lifeinjavawithsk01dalmiala
UU SOUTHERN REGIONAL LIBRARY hACILITY G 000 084 1 70 LETTERS OP A JAVANESE PRINCESS LETTERS OF A JAVANESE PRINCESS RADEN ADJENG KARTINI By TRANSLATED FROM THE ORIGINAL DUTCH AGNES LOUISE SYMMERS By WITH A FOREWORD BY LOUIS COUPERUS LONDON: 3 DUCKWORTH HENRIETTA ST., & CO. COVENT GARDEN First published in 1921
Batik Banyumas merupakan salah satu kekayaan budaya di daerah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Ciri khas batik ini adalah banyak menampilkan motif bergambar flora dan fauna, salah satunya motif Babon Angrem yang digambarkan sebagai ayam betina ( babon ) yang sedang mengerami telurnya.
Tari Topeng Sekartaji adalah sebuah tarian yang menceritakan tentang perjuangan Raden Panji Asmorobangun mempertahankan cintanya kepada Dewi Sekartaji. Penggambaran tokoh di tarian ini dijelaskan dengan pemakaian topeng dari setiap tokoh dimana topeng warna putih dipakai sebagai karakter Dewi Sekartaji yang mempunyai sifat baik hati, lembut dan suci. Sedangkan warna topeng keemasan menggambarkan Raden Panji Asmorobangun yang menjadi tokoh sentral yang mempunyai sifat tampan , gagah, setia, halus dan bersahaja. Pementasan tarian ini merupakan bagian dari pelestarian seni dan budaya Indonesia, terkhusus budaya Jawa.
Tari Gambyong merupakan salah satu tarian yang berasal dari Jawa Tengah, lebih tepatnya, tarian ini berasal dari Surakarta. Gambyong, diambil dari nama seorang penari yang sangat terkenal pada masa itu, yaitu Sri Gambyong. Disebut dengan Tari Gambyong Pareanom karena iringannya adalah Gending Pareanom. Ada beberapa macam tari Gambyong menyesuaikan iringannya, antara lain Gambyong Pareanom, Gambyong Mudhatama, Gambyong Gambir Sawit, Gambyong Pangkur, dsb. . Tarian gambyong memiliki gerakan dasar yaitu gerakan kepala dan tangan yang kenes dan luwes. Kostumnya pun menggambarkan ciri khas Jawa Tengah dengan memakai sanggul dan kemben (angkin), terlihat simpel namun tetap elegan. Para penari pun diharuskan untuk menunjukkan ekspresi yang lembut nan anggun ketika menarikan tarian ini, tidak lupa dengan senyuman yang indah.
Salah satu kekayaan karya seni tari yang dimiliki Indonesia khususnya Jawa Tengah adalah tari Kelana Gandrung. Tari Kelana Gandrung merupakan jenis tarian putra gagah yang secara garis besar menggambarkan kegagahan, kewibawaan, kasmaran, dan semangat jiwa seorang raja untuk mendapatkan cintanya yaitu Dewi Sekartaji, yang sebenarnya adalah isteri Raden Panji Inu Kertapati. Pementasan tarian ini dapat disaksikan pada kegiatan-kegiatan budaya yang diantaranya dalam ritual perkawinan, khitanan, upacara-upacara peringatan hari besar nasional, dan juga sebagai salah satu tarian yang biasa ditampilkan pada saat misi budaya baik nasional ataupun internasional.
Bahan-bahan: Tempe bosok (kurleb tempe papan 5cm x 10cm) 10-15 buah Tahu kulit uk kecil 1/4 kg Tetelan sapi 3 buah cabe merah keriting 5 buah cabe rawit merah 7 butir bawang 5 butir bawang putih 1 ruas jari kencur 2 lbr daun salam Lengkuas 2 batang serai 5-6 lbr daun jeruk secukupnya Garam dan gula jawa Santan kara sachet 65ml Boleh pake penyedap kalo suka Langkah: Rebus tempe bosok, tetelan dan tahu, daun salam, daun jeruk, serai dan lengkuas. Krg lebih 20-30 menit, smp tetelan empuk Masukkan cabe, bawang merah, bawang putih dan kencur ke dalam rebusan sktr 5 menit, lalu angkat. Spy mudah, masukkan ke plastik tahan panas, jd ga ngambilin satu-satu dr panci. Ulek bawang merah, bawang putih, cabe dan kencur yg sudah direbus smp halus. Tumis smp wangi di tungku kompor yg satunya, setelah itu tuang ke panci yg isinya rebusan tahu dll. Bumbui dgn garam, gula, dan penyedap (royco/totole) bila suka. Cek rasa. Masukkan santan kara. Aduk. Cek rasa lagi. Setelah mantap dan kuah m...