Tradisi berkumpul bersama keluarga untuk makan bersama dan bersilaturahmi menjelang Ramadhan ada di beberapa daerah di Jawa Tengah. Tradisi ini disebut sadranan. Warga bersama-sama menyantap berbagai masakan dari hasil bumi dalam acara Sadranan di Banyumanik, Semarang, Jateng. Selain untuk menyambut bulan suci Ramadan, acara adat tersebut juga sebagai ajang silaturahmi warga dan wujud rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Sumber: https://www.wego.co.id/berita/tradisi-di-indonesia-menyambut-bulan-ramadan/
Perlon Unggahan adalah tradisi khas masyarakat Banyumas, Jawa Tengah, yang sudah berlangsung sejak beberapa abad silam. Tradisi ini berlangsung seminggu sebelum kedatangan bulan puasa yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Pekuncen, Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah. Ritualnya berupa ziarah kubur leluhur yaitu ke makam Bonokeling tanpa alas kaki sambil mengusung nasi ambeng. Pengikut adat ini berjalan kaki hingga 30 kilometer dari Cilacap, melintasi perbukitan yang memisahkan Banyumas dan Cilacap. Di makam Bonokeling tersebut, enam Kasepuhan berdoa, yaitu Kasepuhan Kyai Mejasari, Kyai Padawirja, Kyai Wiryatpada, Kyai Padawitama, Kyai Wangsapada, dan Kyai Naya Leksana. Setelah itu, diadakan makan besar yang diramaikan oleh warga sekitar. Dalam tradisi ini, tersedia banyak makanan tradisional seperti nasi bungkus, serundeng sapi dan sayur kuah. Masyarakat biasanya berebut makanan-makanan itu dan meyakini makanan terseb...
Tradisi unik menyambut kedatangan bulan puasa ini berlangsung di Kudus, Jawa Tengah. Kirab Dhandhangan mengacu pada tradisi di masa Sunan Kudus masih ada, yaitu ketika para santri beliau berkumpul di depan mesjid Al Aqsha atau Mesjid Menara Kudus untuk menunggu pengumuman dari Sunan Kudus tentang penentuan awal puasa. Setelah diumumkan keputusannya oleh Sunan Kudus, beduk di mesjid pun ditabuh dan dari sanalah istilah Dhandhangan lahir. Akhirnya, lambat laun ritual pengumuman itu menarik banyak pedagang untuk membuka lapak dagangan. Kini, ritual tersebut menjadi semacam kirab budaya yang dimulai sejak dua pekan sebelum puasa dan berakhir pada malam hari menjelang sahur pertama. Sumber: https://www.halomoney.co.id/blog/tradisi-unik-bulan-ramadhan-yang-hanya-ada-di-indonesia
Saron adalah instrumen musik gamelan yang masuk kedalam kategori “balungan”. Alat musik ini mempunyai peranan sangat besar, hal itu dibuktikan dalam sebuah set gamelan seringnya ada lebih dari 2 buah saron yang dipakai dengan nada versi Pelog dan Slendro . Dengan ukurannya yang lebih kecil, saron bisa mengeluarkan nada satu oktaf lebih tinggi daripada demung. Ada teknik yang dijuluki dengan memathet , memathet merupakan teknik menggunakan saron dengan tangan kanan memukul wilahan / bagian logam saron. Lalu tangan kirinya memencet wilahan ynang dipukul sebagai penghilang getaran yang tersisa agar menjadi rapih dan apik. Teknik menggunakan Saron Berikut ini merupakan teknik yang sering digunakan di Saron: Mbalung Tabuhan pinjalan Tabuhan imbal Pancer Sumber: https://alatmusik.org/alat-musik-tradisional-jawa-tengah/
Slenthem terdiri dari lembaran logam tipis yang diuntai dengan tali dan direntangkan pada atas tabung. Ada beberapa orang menamai slenthem dengan julukan gender penembung. Sama seperti instrumen lain, slenthem versi slendro dan versi pelog. Menurut bentuknya, slenthem masuk dalam anggota gender. Slenthem mempunyai oktaf paling rendah di antara kelompok instrumen saron. Slenthem menggunakan balungan pada wilayah yang terbatas. Sumber: https://alatmusik.org/alat-musik-tradisional-jawa-tengah/
Kempul merupakan bagian dari anggota gamelan yang digunakan dengan cara ditabuh. Kempul sama dengan gong karena memang kempul sering digantung menjadi satu dengan gong. Kempul bisa dibilang anak dari gong karena bentuknya yang kecil ketimbang gong. Kempul masuk kedalam alat musik gamelan yang keras. Dalam lagu/gendhing, kempul bisa memainkan nada yang sama dengan balungan, kadang kempul mendahului nada balungan. Sumber: https://alatmusik.org/alat-musik-tradisional-jawa-tengah/
Gambang ini berasal dari Jawa Tengah. Sumber: https://alatmusik.org/alat-musik-tradisional-jawa-tengah/
Gender adalah alat musik logam yang dipakai dengan cara dipukul. Gender mempunyai 10 – 14 batang logam yang bernada dan diatasnya ada resonator atau seng. Alat musik ini mempunyai sebutan lain seperti Gender barung dan Gender panerus. Pada gamelan jawa yang lengkap, ada 3 jenis gender, yaitu gender slendro, pelog pathet nem dan lima dan pelog pathet barang. Memang sulit untuk membedakannya dengan alat set gamelan yang lain karena bentuk gender sama dengan slenthem. Banyak yang beranggapan mengenai Jawa tengah, ada yang bilang bahwa pusat kebudayaan Jawa ada di Pulau Jawa tengah. Gamelan Jaw sebelumnya adalah budaya Hindu yang dibawa oleh sunan Bonang digugah sebagai pendorong kecintaan makhluk terhadap sesama. Sumber: https://alatmusik.org/alat-musik-tradisional-jawa-tengah/
Ini adalah tradisi yang berlangsung di Jepara, Jawa Tengah, setiap menyambut Ramadhan. Kegiatan Gebyar Ki Aji Tunggal digelar untuk mengingatkan masyarakat akan kedatangan bulan suci Ramadan. Karnaval budaya ini digelar tiap bulan Sya’ban dalam kalender Islam atau bulan Ruwah dalam kalender Jawa. Sumber: https://www.halomoney.co.id/blog/tradisi-unik-bulan-ramadhan-yang-hanya-ada-di-indonesia