Tesis ini bertujuan untuk mengungkap transmisi ajaran tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah di Minangkabau. Tesis ini ingin membuktikan bahwa tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah telah masuk dan berkembang di Minangkabau pada awal abad ke 19 M atas jasa Syekh Ibrahim Kumpulan, kemudian Syekh Ismail melalui murid-muridnya yang berasal dari Minangkabau yang telah diijazahkannya sebagai mursyid. Kesimpulan tesis ini akan membantah beberapa peneliti seperti Martin van Bruinessen, Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia, Survei Historis, Geografis, dan Sosiologis. Bandung: Mizan, 1988, Bruinessen mengatakan bahwa tarekat Naqsyabandiyah berkembang di Minangkabau pada pertengahan abad 19 M (1850) yang disebarkan oleh Syekh Ismail al-Khalidi. Selain itu, Bruinessen juga berpendapat bahwasanya Syekh Ibrahim Kumpulan merupakan khalifah dari Syekh Sulaiman Zuhdi. Sependapat dengan hal ini BJO Schrieke. Pergolakan Agama di Sumatera Barat; Sebuah Sumbangan Bibliografi. Jakarta: Bhatara, 1973, Schrieke ber...
Pelestarian naskah-naskah mendesak dilakukan karena umur naskah yang telah lama dikhawatirkan akan hancur dan tidak dapat di baca lagi. Mengenai pelestarian budaya, termasuk naskah kuno merupakan amanat dari UUD 1945. Pemerintah atau Negara mendapatkan amanat untuk memajukan kebudayaan Nasional Indonesia. Disamping di amanatkan kepada pemerintah atau Negara, upaya pelestarian juga merupakan tugas bersama masyarakat Indonesia. Pemilik kebudayaan diharapkan senantiasa berupaya memelihara dan melindungi kebudayaan (Filtering), disamping berupaya untuk kebudayaan (progression) agar semakin maju sesuai dengan perkembangan lingkungnannya. Dalam penjelasan pasal 32 UUD 1945, kebudayaan Nasional Indonesia memiliki tiga bentuk, yaitu : ( 1) Kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budinya rakyat Indonesia seluruhnya. Hal ini berarti seluruh kebudayaan suku bangsa merupakan kebudayaan nasional. (2) Kebudayaan lama asli sebagai puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah...
Sebanyak enam teks Naskah kuno yang diambil dari berbagai wilayah di Minangkabau ini berlatar teks-teks abad ke-19 dan awal abad ke-20, yang berkarakter tasauf dan berpadu dengan kultur dan khazanah lokal, sehingga membentuk identitas keislaman lokal yang pernah diberlangsungkan pada kurun waktu lampau. Dalam pengerjaan edisi dari keenam teks ini, editor menemukan sedikit kendala, terutama menyatukan bagian halaman-halaman teks yang memang secara umum tidak tersusun secara teratur. Selain itu, dalam sejumlah lembar naskah jimat dan mantra, ditemukan istilah dan nama-nama yang tidak lazim lagi pada masa sekarang, sehingga untuk mengidentifikasi dan mencari maknanya diperlukan waktu sedikit lebih lama. Selebihnya berkaitan dengan kondisi naskah yang sudah usang, sehingga terdapat bagian-bagian teks yang tidak terbaca lagi. Untuk hal itu, tentu tidak dapat dipaksakan. Dalam hal ini editor menawarkan bacaan berupa rangkaian huruf-huruf yang diasumsikan merepresentasikan teks dan dileta...
Tulisan ini merupakan hasil studi terhadap kitab Daqaiq al-Huruf karya Abdurrauf Singkel. Kitap dimaksud berbicara tentang hakikat wujud, hakikat insan, dan cara mengenal hakikat dari wujud Sang Pencipta, yaitu Allah SWT. Kitab tersebut, sebagai bagian dari khasanah pernaskahan nusantara, menyimpan makna dan dimensi yang sangat luas karena merupakan produk dari sebuah tradisi panjang yang melibatkan berbagai sikap budaya masyarakat dalam periode tertentu. Naskah-naskah di Nusantara, baik yang ditulis dalam bahasa Arab, Melayu atau Minangkabau di Sumatera Barat, menyimpan banyak informasi dan pengetahuan berharga yang dapat dimanfaatkan untuk mengetahui corak ajaran, dinamika, perkembangan, dan bentuk serta sistem pendidikan ruhaniyahnya. Kitab Daqaiq al-Huruf merupakan karya Abdurrauf yang ditulis dalam bahasa Arab serta merupakan buah tangan seorang shufi yang sangat fundamental. Kitab Daqaiq al-Huruf menjadi referensi utama bagi para pengikut thariqat SyathÄriyah khusu...
Sebuah tonggak terpancang dalam sejarah perkembangan kebudayaan umat manusia dengan ditemukannya tradisi tulis. Tonggak ini menjadi amat penting mengingat ia telah membawa kebudayaan umat manusia ke dalam babak baru, yaitu babak sejarah. Masa sebelumnya lazim disebut sebagai masa prasejarah (prehistori). Melalui tradisi tulis, berbagai pengalaman manusia direkam dan "diawetkan"; sehingga dapat diwariskan kepada generasi pelanjutnya. Sebelumnya berbagai pengalaman hidup manusia maupun aspek-aspek kebudayaan lainnya direkam di dalam ingatan manusia dan diturunkan secara lisan melalui tradisi lisan. Sumber: http://repositori.kemdikbud.go.id/7494/
Bahan-bahan 6 buah Ikan Selar goreng 1 buah terong, iris sesuai selar, goreng Bumbu Balado : blender dengan 8 sdm minyak goreng: 2 siung Bawang Putih 10 butir Bawang Merah 5 Cabe Rawit 12 cabe Merah Keriting 1 buah tomat besar 1 sdm air asam 1 sdt garam 3 sdm Gula Pasir Langkah Tumis bumbu balado sampai harum. Matikan api. Masukkan garam, gula dan...
Bahan-bahan 3-4 butir terong, potong n rebus stgah matang ikan asin (ak pakai ikan asin kecil 10 pcs - 15 pcs) bawang merah aga banyak bawang putih stgahnya cabai keriting merah secukupnya ebi / terasi kunyit serai geprek lengkuas geprek 3-5 lembar daun salam santan encer garam, gula, mecin Langkah Goreng ikan asin sampai coklat. sisihkan...
Bahan-bahan 5 buah terong, aku pakai terong ungu ukuran sedang Ikan asinteri tawar, mksdku ikan asin tapi tawar Bumbu halus 5 siung bawang putih 5 siung bawang merah 2 biji kemiri 5 cabai merah 1 ruas kencur Cabai rawit secukupnya aja(pedasnya di sesuaikan) Minyak goreng Air Gula Garam penyedap rasa Langkah ...
Bahan-bahan 20 butir telur puyuh, rebus dan kupas 1 bh terong, potong2 1 ons isi pete secukupnya Garam, gula Minyak goreng Bumbu halus 10-15 butir cabe merah keriting 8 siung bawang merah 3 siung bawang putih Langkah Panaskan minyak, goreng terong, sisihkan S...