Tuk Jimat Bulakan merupakan sumber mata air yang terletak di Kecamatan Bumjawa, Tegal. Alkisah, pada suatu hari Mbah Cemuluk sedang mencari kayu bakar. Tak sengaja dia melihat seekor burung bangau tengah mematuk matuk tanah. Pada saat itu, daerah ini terkenal susah air. Mbah Cemuluk pun berpikir mungkin si bangau sedang mencari sumber air. Karena penasaran, mbah Cemuluk menggali tanah tersebut dan terlhat sebuah bende atau gong terkubur. Ketika dia ambil benda tersebut, tiba-tiba air keluar dengan deras. Tempat itu pun menjadi sumber air, bahkan airnya masih mengalir sampai sekarang. Disebut dengan Tuk Jimat Bulakan. Warga sekitar Bumijawa pun selalu terkenang pada kisah mbah Cemuluk dan Tuk Jimat, sehingga sumber mata air ini dianggap keramat, begitu pula dengan bende yang ditemukan. Setiap bulan Maulud, warga selalu mengadakan jamasan di Tuk Jimat Bulakan.
Minuman yang sangat mudah Anda jumpai ketika berkunjung ke Kota Solo, Wedang Dongo . Melihatnya sekilas, sulit membedakan antara minuman ini dengan minuman sejenis, wedang rondhe. Menurut pengakuan seorang pedagang wedang dongo, perbedaan antara wedang ronde dengan wedang dongo ada pada ukuran serta jumlah ronde yang disajikan. Ada dua bahan utama dalam wedang dongo, yaitu air jahe dan ronde. Dua hal ini yang pasti ada setiap kali wedang dongo disajikan. Air jahe dibuat dengan merebus jahe yang sudah di-keprok (dipukul-pukul) bersama gula Jawa dan daun serai. Perebusan dilakukan hingga air mendidih. Satu bahan yang tidak ditemukan di wedang dongo tapi sering dijumpai di wedang ronde adalah irisan roti tawar. Cara Membuat wedang Dongo Solo Bahan: 2 liter air 2 ons jahe, dibakar 2 ons gula pasir ¼ sendok teh gar...
Wedang Uwuh adalah minuman dengan bahan-bahan yang berupa dedaunan. Uwuh dalam bahasa Jawa artinya sampah. Dijuluki uwuh karena ampas atau bahan-bahan minuman ini ketika sudah bercampur tampak seperti sampah tak berguna. Meski artinya sampah, Wedang Uwuh Yogyakarta ini mampu menyegarkan dan menyehatkan tubuh. Rasanya pun begitu unik. Adapun cara untuk membuat wedang uwuh ini adalah sebagai berikut: Bahan-bahan : 1,5 liter air 250 gr gula merah / gula aren / gula batu 4 batang sereh, geprek 20 butir cengkeh kering Sejumput kayu Secang (kalo ga ada boleh skip) Segenggam jahe iprit, geprek 2 batang telunjuk kayumanis...
Wedang Jatem merupakan minuman hangat yang berbahan dasar jahe dan temulawak. Wedang ini adalah salah satu minuman tradisional favorit banyak orang. Selain menyehatkan, minuman ini juga bisa dijadikan untuk menghangatkan tubuh saat cuaca sedang dingin. Tak hanya itu, wedang jahe temulak sendiri merupakan sebuah minuman yang sangat berkhasiat. Berikut bahan dan cara pembuatan Wedang Jatem yang bisa Anda coba buat di rumah. Bahan-bahan yang dibutuhkan 4 ruas temulawak 3 rimpang jahe merah sbsr ibu jari secukupnya asam jawa secukupnya gula merah madu (opsional) 3 gelas air Langkah-langkah Pembuatan Kupas kulit jahe merah dan temulawak. cuci bersih. lalu parut. tiriskan Rebus 3 gelas air matang bersama parutan jahe dan temulawak dgn api besar hingga agak mendidih. Masukkan bbrp biji asam jawa dan irisan gula merah. Rebus dengan api kecil hgg mendidih dan agak mengental. Matikan api. Tunggu hing...
Sistem pertahanan Jepang di Jawa: studi berdasarkan tinggalan gua Jepang di Banyumas, Jawa Tengah Chawari, Muhammad (2013) Sistem pertahanan Jepang di Jawa: studi berdasarkan tinggalan gua Jepang di Banyumas, Jawa Tengah. Berkala Arkeologi Vol. 33 No. 1, Mei 2013, 33 (1). pp. 79-92. ISSN 02161419 Text 07-BERKALA MEI 2013-M CHAWARI.pdf Download (1MB) Official URL: https://berkalaarkeologi.kemdikbud.go.id Abstract Menjelang pertengahan abad XX bangsa Indonesia belum sepenuhnya terbebas dari penderitaan, khususnya yang dinamakan penjajahan. Selama kurun waktu 3 tahun yaitu tahun 1942 hingga 1945 Jepang menguasai Indonesia. Daerah pertama yang ditakhlukkan adalah Kalimantan Timur. Item Type: Article Sub...
Batu tabung berprasasti di Candi Gunung Sari (Jawa Tengah) dan nama mata angin dalam bahasa Jawa Kuno Degroot, Veronique and Griffths, Arlo and Tjahjono, Baskoro Daru (2014) Batu tabung berprasasti di Candi Gunung Sari (Jawa Tengah) dan nama mata angin dalam bahasa Jawa Kuno. Berkala Arkeologi, 34 (2). pp. 161-182. ISSN 02161419 Text 04 BASKORO.pdf Download (3MB) Official URL: https://berkalaarkeologi.kemdikbud.go.id Abstract Artikel ini menyajikan studi arsitektur dan epigrafi dari beberapa artefak yang ditemukan di Candi Gunung Sari, Jawa Tengah. Pada situs tersebut ditemukan batu berbentuk tabung yang tidak ditemukan di arah mata angin. Berdasarkan alasan arsitektural, kami menarik kesimpulan bahwa candi itu adalah bangunan berlatar belakan...
Cagar budaya bawah air Karimun Jawa Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (2014) Cagar budaya bawah air Karimun Jawa. [Video] Video Cagar Budaya Bawah Air Karimun Jawa.mp4 Download (221MB) Abstract Taman Belajar Karimun Jawa merupakan usaha riki, Zaki dan lham dalam melestarikan lingkungan alam Karimun Jawa. Ketika sedang memancing di dekat sebuah pulau, mereka menemukan benda cagar budaya yang terdampar di pantai. sebuahh langkah kecil dilakukan budaya yang terdampar di ppantai. sebuah langkah kecil dilakukan mereka untuk mencoba melestarikan peninggalan cagar budaya, yang kemudian penemuan tersebut diberikan kepada pihak Balai Taman Nasional Item Type: Video...
Masjid-masjid kuno di Jawa Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (2018) Masjid-masjid kuno di Jawa. [Video] Video Masjod-Masjid Kuno di Jawa.mp4 Download (232MB) Abstract Masjid- masjid kuno yang dibangun ratusan tahun lampau yang samapai kini masih tegak berdiri menarik unuk di telaah. Masjid kuno di Pulau Jawa rata-rata masih menggubakan bangunan Jawa Hindu-Budha yang sudah mendapat pengaruh Islam dengan beberapa perubahan. Item Type: Video Uncontrolled Keywords: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Subjects: Pendidikan > Kebudayaan Pendidikan > Kebudayaan > A...
Candi Sewu dan Arsitektur Bangunan Agama Budha di Jawa Tengah Dumarcay, Jacques (1986) Candi Sewu dan Arsitektur Bangunan Agama Budha di Jawa Tengah. In: CANDI SEWU DAN ARSITEKTUR BANGUNAN AGAMA BUDA DI JAWA TENGAH. Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, 01-79. ISBN 979-8041-04-6 Text candi sewu dan arsitektur bangunan agama budha di jawa tengah.pdf Download (32MB) | Preview Item Type: Book Section Subjects: Pendidikan > Kebudayaan > Arkeologi Divisions: Badan Penelitian dan Pengembangan > Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Depositing User: Mrs Murnia Dewi Date Deposited:...