Swike kerang merupakan kerang merah darah yang masih ada cangkangnya, direbus dengan kuah semacam sop, dihidangkan panas-panas dengan rajangan daun seledri dan bawang goreng, lebih lengkap lagi dengan nasi, yang terbungkus daun pisang, mirip nasi kucing, disertai tahu goreng plus rawit, bakwan jagung dan teh hangat. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2016/11/kuliner-khas-pati-jawa-tengah/
Buah Carica, yang memiliki nama latin Carica Pubescens, termasuk dalam golongan famili Pepaya. Hanya saja, bertolak belakang dengan Pepaya yang biasa hidup di tempat panas , justru Carica hanya bisa tumbuh ditempat dataran tinggi dengan suhu udara relatif dingin. Oleh karena itu, buah ini banyak tumbuh di Dataran Tinggi Dieng (1.500-3.000 meter di atas permukaan laut). Tanaman pepaya gunung (carica) merupakan pohon kecil atau perdu yang tidak berkayu, mirip dengan pepaya biasa. Tetapi mempunyai cabang yang lebih banyak dan ukuran semua bagian tanaman lebih kecil. Tinggi rata-rata adalah 1-2 meter namun bisa juga lebih tinggi. Buah pepaya gunung ini yang dapat diolah dan dimanfaatkan oleh manusia, diantaranya dapat dijadikan sirup, jus, manisan dan selai. Buah carica cocok dimakan oleh orang yang memiliki perut lemah terhadap buah-buahan karena mempunyai sifat memperbaiki pencernaan. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2016/11/camilan-khas-banjarnegara-jaw...
Di Banjarnegara, tanaman kopi tersebar di Desa Ratamba (Kecamatan Pejawaran), Babadan (Pagentan), Kubang dan Dawuhan (Wanayasa), Leksana (Karangkobar), serta Karanganyar dan Majatengah (Kalibening). Tanaman kopi yang dikembangkan, yakni robusta untuk wilayah yang berada pada ketinggian kurang dari 1.000 mdpl (meter di atas permukaan laut) dan arabica untuk wilayah yang berada pada ketinggian lebih dari 1.000 mdpl. Kopi Arabica dikonsentrasikan di Kecamatan Pejawaran dan Karangkobar serta Kecamatan Wanayasa untuk Robusta. Yang unik Kopi Arabica Ratamba, tanpa rasa pahit sama sekali. Bahkan mereka bisa menemukan rasa manis dan ada rasa teh yg muncul. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2016/11/camilan-khas-banjarnegara-jawa-tengah/
Diversifikasi makanan pokok dari bahan dasar jagung. Hasil tanaman jagung di Banjarnegara melimpah selain padi. Di daerah tertentu seperti Purwanegara, Mandiraja atau di daerah utara seperti Pagentan, Wanayasa, Karangkobar, Pandanarum, kerap dijumpai nasi jagung atau biasa disebut ”Leye”. Enak dihidangkan dengan ”gesek” atau ”juwi” (ikan asin yang kering), dan sayur segar. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2016/11/kuliner-khas-banjarnegara-jawa-tengah/
Kue Rangin berbahan dasar ketan dan kelapa parut, merupakan camilan legendaris kota Demak, sudah dikenal sebelum tahun 50-an. Pusat pembuatan Kue Rangin di di kecamatan Wonosalam, yaitu Desa Lempuyang, ploso, karangsambung dan sekitarnya. Kue rangin berkonotasi angin-angin atau ilir-ilir, karena bentuknya juga seperti kipas berbentuk kotak. Pembuatan kue rangin masih sangat tradisional dan mempunyai ciri khas tersendiri. Biasanya masyarakat sudah mempersiapkan bahan-bahan guna pembuatan kue rangin dalam rangka menyambut kedatangan bulan puasa penuh berkah untuk dihidangkan di ruang tamu, bahkan hampir setiap rumah ada kue rangin dan setiap menjelang lebaran idul fitri atau syawalan. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2016/03/camilan-khas-demak-jawa-tengah/
Kerupuk dengan bahan utama udang tambak ini sangat kaya protein dan bergizi. Kerupuk udang tambak ini terbuat dari bahan udang segar yang di ambil langsung dari hasil para petani tambak pesisir demak. Diolah dengan cara alami tanpa bahan kimia dan tanpa bahan pengawet sehingga menghasilkan citarasa yg tinggi dan tahan lama. Kerupuk udang tambak rasanya enak, gurih dan renyah sehingga sangat cocok buat cemilan, teman makan nasi. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2016/03/camilan-khas-demak-jawa-tengah/
Brayo, merupakan produk Mangrove, di Desa Bedono, Demak, dibuat dari bunga Avicennia yang digoreng lalu diberi campuran garam, gula dan bumbu-bumbu lainnya, serasa seperti brondong-jagung-manis. Brayo lainnya, yang diolah dari buah Api-api yang dikukus, diparuti dengan kelapa, persis seperti melinjo kukus yang gurih. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2016/03/camilan-khas-demak-jawa-tengah/
Kata salem pada wingko ini diambil dari nama buah salamah karena rasanya yang dikenal manis. Merupakan camilan dari tepung ketan kemudian diberi, kelapa, gula diurap dan garam sedikit. Bahan tersebut lalu dimasak di dalam kendil dan dipanaskan dengan kayu bakar, jadi semua secara tradisional dan alami. Rasa wingko salem produksi Ny. Ninik terbilang khas. Wanita yang tinggal di Desa gedangan RT 3 RW 4, Kecamatan Mijen, Demak ini mengaku makanan produksinya berasa gurih dan lezat. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2016/03/camilan-khas-demak-jawa-tengah/
Jongkong Singkong merupakan salah satu jajanan tradisional dari Semarang yang terbuat dari bahan utamanya berupa singkong. Diparut dan dibungkus oleh daun pisang. Dalam penyajiannya jongkong singkong ini menggunakan kelapa parut yang ditabur diatasnya, sehingga rasa kue tradisional yang satu ini lebih nikmat dan lebih gurih. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2016/03/camilan-khas-semarang-jawa-tengah/