Permainan yang satu ini adalah permainan yang sering dimainkan oleh anak perempuan. Alat dan bahan yang digunukan cukup mudah di dapatkan seperti, kaleng, air, daun-daunan, muntu, cabai, korek untuk menyalakan api dan sebagainya. Permainan ini terkadang juga dimainkan oleh anak laki-laki yang memang suka dengan masak-masakan.
Permainan mobil-mobilan ini sangat digemari oleh anak laki-laki, bahan yang digunakan untuk membuat mobil-mobilan bermacam-macam mulai dari kulit buah kakao (kopi coklat), pelepah pisang, sepet (serabut kelapa), kulit maja dan sebagainya. Cara membuatnya cukup dengan membentuk bahan tadi seperti mobil dan memberinya ban, sangat mudah untuk dilakukan, hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja dan mobil pun sudah bisa kita gunakan untuk bermain.
Permainan yang satu ini sering kali dimainkan oleh anak-anak ketika menjelang puasa atau saat puasa. Permainan tradisional meriam bambu ini mempunyai suara yang sangat keras, bahkan jika menggunakan karbit, suara meriam bambu bisa terdengar dari jarak 1-2 km. Akan tetapi permainan ini sekarang sudah tidak dimainkan lagi oleh anak-anak modern, mungkin hanya di sebagian kecil daerah saja yang memainkannya.
Permainan yang satu ini sering dimainkan dihalaman rumah, jumlah pemainnya pun tidak dibatasi. Keseruan dari permainan tradisional ini jika dibandingkan dengan permainan yang ada di smartphone sekarang ini tentu jauh berbeda. Akan tetapi ini sangat disayangkan karena sekarang jarang sekali yang memainkan sepak bola kampung, kebanyakan anak sekarang lebih suka bermain playstation.
Permainan tradisional yang selanjutnya adalah permainan layangan, merupakan permainan tradisional yang masih bertahan di jaman sekarang, namun sudah mulai berkurang peminatnya. Permainan layangan di buat dengan menggunakan bambu yang diikat dan di beri sampul menggunakan kertas atau plastik hingga berbentuk. Cara memainkannya cukup dengan menerbangkannya, terkadang juga terjadi adu di udara, maksudnya adalah dengan mengadu benang yang di pakai untuk menerbangkannya di udara, yang menang adalah yang mampu memutuskan benang lawan kita.
Permainan tradisional yang keenam adalah gasing, ini merupakan permainan sejak jaman kuno hingga sekarang. gasing ini berbentuk seperti ufo dan memiliki pentolan di kepalanya. Cara memainkannya yaitu dengan melilitkan tali di pentolannya tadi dan melemparkan sekuat-kuatnya ketanah dengan menggunakan teknik, maka gasing tersebut akan berputar. Untuk memainkan permainan tradisional ini memang dibutuhkan ketrampilan.
Permainan ini dibuat dengan menggunakan bambu yang mempunyai ukuran kecil tapi kuat, permainan ini sejenis tembak-tembakan namun peluru yang digunakan menggunakan bunga jambu air yang belum mekar atau bisa disebut dengan pentel jambu, peluru juga bisa menggunakan kertas yang dibasahi. Ada juga yang hampir sama dengan permainan ini yakni permainan tulup, jadi permainan ini terbuat dari blombong pepaya (batang daung pepaya) yang di dalamnya diisi dengan lidi. Jadi permainannya hampir sama dengan panahan.
Permainan tradisional ini sudah dikenal di seluruh nusantara, congklak atau dakon berbentuk papan yang memiliki 16 lubang. Untuk memainkannya menggunakan biji yang terbuat dari kulit/cangkang kerang, bisa juga menggunakan batu. Biji congklak berjumalah 98 butir dan yang dapat memainkannya hanya 2 orang saja. Cara bermain congklak yaitu dengan menentukan siapa dulu yang akan jalan, kemudian pemain harus mengambil biji dari salah satu lubang menuju lubang yang sudah ditentukan yang berada di sebelah kiri dan kanan. Ambil semua biji satu persatu ke lubang yang sudah ditentukan tadi sampai habis, yang duluan habis itulah yang menjadi pemenang.
Permainan tradisional engklek masih dimainkan, biasanya permainan ini dimainkan disekolah saat jam istirahat. Engkleng atau engklek ini dimainkan oleh anak perempuan dan juga anak laki-laki. Bisa dimainkan oleh 2 orang sampai 5 orang. Cara memainkan ini dengan menggambar kotak-kotak pada latar atau halaman. Buatlah 9 kotak yang terdiri dari 3 kotak vertikal dan disambungkan dengan 3 buah kotak horizontal, kemudian di tambah lagi dengan satu kotak diatas dan 2 kotak horizontal lagi di bagian bawah. Satu persati pemain bergiliran melompat pada kotak-kota yang telah dibuat dengan menggunakan 1 kaki, jika terjatuh haruslah meletakkan batu di satu kotak terakhir yang bertanda untuk mengawali giliran.