Di Tanah Jawa, sumpit ini dikenal dengan nama Thulup , Thulup ini hampir sama dengan Senjata Tradisional masyarakat Suku Dayak di Pulau Kalimantan, namun di Lihat dari Sisi Ukuran nya Thulup ini cenderung lebih pendek di Bandingkan dengan Sumpit Khas Dayak. Senjata Tradisional ini digunakan dengan cara di Tiup dan dilengkapi dengan Anak Tutup sebagai Peluru nya. Untuk menambah Efek rasa sakit Anak Thulup bisa ditambahkan atau direndam dahulu kedalam cairan racun alam kemudian digunakan di Tiup sebagai senjata. https://www.kamerabudaya.com/2017/05/inilah-6-senjata-tradisional-dari-jawa-tengah.html
Wetonan (Wedalan) Wetonan (wedalan) merupakan upacara adat Jawa Tengah yang masih banyak dikenal oleh manusia. Pengertian dari Wetonan menurut bahasa Jawa berarti keluar tetapi yang di maksud di sini yaitu lahirnya seseorang. Dalam menyambut kelahirannya itu, masyarakat akan melakukan upacara ini sebagai sarana mendoakan agar diberi panjang umur dan di hindarkan berbagai macam mara bahaya. https://www.silontong.com/2018/12/01/upacara-adat-jawa-tengah/
Upacara Mendak Kematian Tradisi atau upcara Mendak Kematian yang berasa dari Jawa Tengah. Secara bahasa indonesia, Mendak Kematian merupakan memperingati kematian setelah satu tahun. Sebenarnya tidak hanya itu saja dalam adat Jawa seperti Mitoni (tujuh hari pasca kematian). Berdasarkan sej arah , upacara tersebut memiliki hubungan sangat erat dengan agama Hindu-Budha. https://www.silontong.com/2018/12/01/upacara-adat-jawa-tengah/
Upacara Ruwatan Ruwatan merupakan upacara adat propinsi Jawa Tengah sebagai sarana pembebasan atau penyucian manusia dari dosa dan kesalahannya. Contohnya yaitu masyarakat sekitar Dieng Wonosobo. Anak-anak yang memiliki rambut gimbal biasanya di anggap sebagai keturunan Buto Ijo segara di ruwat supaya selamat dari marabahaya. https://www.silontong.com/2018/12/01/upacara-adat-jawa-tengah/
Upacara Nyewu (1000) Tradisi Upacara Nyewu 1000 hari setelah kematian (nyewu) adalah upacara/tradisi masyarakat Jawa untuk memperingati kematian seseorang di Jawa Tengah. Upacara tersebut di lakukan masyarakat setempat secara bersama-sama. Tradisi ini yaitu mendoakan orang yang telah meninggal seperti bacaan tahlil dan surah Yasin serta doa yang di pimpin oleh tokoh agama. https://www.silontong.com/2018/12/01/upacara-adat-jawa-tengah/
Suasana beberapa kampung yang ada di Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah.masyarakat yang ada di kampung-kampung Kaliwungu tersebut sedang merayakan tradisi ketuwin atau Weh-wehan atau saling memberi. Warga saling berkunjung dan memberi makanan. Tradisi ini digelar dalam rangka menyambut maulid Nabi Muhammad SAW. Sumpil adalah makanan yang terbuat dari beras yang dibungkus dengan daun bambu. Bentuknya segitiga dan cara memakannya dengan sambal kelapa. sumber : https://regional.kompas.com/read/2018/11/19/22262001/melihat-tradisi-weh-wehan-untuk-menyambut-maulid-nabi-muhammad
Upacara Kenduren Kenduren termasuk sebagai upacara daerah Jawa Tengah. Kata lain dari Kenduren adalah Slametan yang lebih dikenal kalangan masyarakat. Kebiasaan ini merupakan adat yang pertama. Sebelum adanya agama Islam di Jawa, Kenduren ialah kegiatan doa bersama yang di pimpin oleh tokoh agama atau ketua suku. Tetapi pada zaman dahulu makanan sebagai sesaji dan untuk persembahannya. Disebabkan adanya perpaduan budaya Islam, akhirnya upacara Jawa mengalami perubahan yang sangat besar. Kebiasaan yang tadinya sejaji digunakan persembahan kemudian dihilangkan dan di makan bersama setelah acara usai. https://www.silontong.com/2018/12/01/upacara-adat-jawa-tengah/
Sadran (Nyadran) Poin yang ini adalah Nyadran. Tradisi Jawa Tengah ini merupakan upacara yang di lakukan oleh masyarakat Jawa guna menyambut bulan suci Ramadhan. Perlu diketahui, sebelum adanya agama Islam Nyadran adalah tradisi dari agama Hindu-Budha. Dan sejak adanya Walisongo di tanah Jawa para Sunan menyebarkan agama Islam dengan menggabungkan dan meluruskan tradisi-tradisi tersebut. Agar mudah di terima masyarakat yang masih memuja-muja roh yang di dalam agama islam itu musyrik. Para sunan mengganti doa dan bacaan-bacaan Al Qur’an walaupun itu berbenturan dengan tradisi Jawa. Seiring waktu akhirnya bisa di terima dan diamalkan oleh orang Jawa. https://www.silontong.com/2018/12/01/upacara-adat-jawa-tengah/
Selikuran Selikuran merupakan upacara yang berlaku di Jawa Tengah. Malam 21 Ramadhan adalah waktu pelaksanaan tradisi ini. Orang Jawa daerah setempat biasanya dengan melakukan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama yang mendapat mandat. Mengetahui artinya, Selikur dalam bahasa Jawa mempunyai arti yang sangat spesial. Waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendoakan orang-orang Islam yang telah mendahuluinya. Masyarakat Jawa setempat menganggap kebiasaan ini sebagai rasa kecintaan mereka kepada agama Islam dan Rasulullah Saw. https://www.silontong.com/2018/12/01/upacara-adat-jawa-tengah/