Yang pertama adalah Pareret. Instrumen ini sejenis serunai atau terompet yang menghasilkan nada-nada melodis saat ditiup. Jumlah lubang nadanya bervariasi, hanya saja biasanya berjumlah 7 buah. Pareret dikenal dalam budaya Lombok Barat dalam kultur Hindu yang berasal dari budaya Bali. Kendati demikian, di Bali sendiri kini sudah jarang lagi ditemukan instrumen ini. Pareret menjadi alat musik tradisional NTB yang sering dimainkan dalam upacara keagamaan Hindu. Dalam memainkannya terdapat kepercayaan spiritualis yang menentukan boleh tidaknya serunai khas NTB ini dimainkan. Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/08/7-alat-musik-tradisional-ntb-gambar-dan.html Disalin dari Blog Adat Tradisional.
Aceh. Ratusan telah menyerahkan hidup mereka kepada Yeshua, dengan Roh Kudus meneguhkan firman-Nya secara kuat melalui tanda-tanda ajaib. Dan banyak orang disembuhkan. Tidak pernah di dalam sejarah Aceh pernah ada sebuah pertemuan umum Kristen pernah dilaksanakan seperti yang terjadi pada tahun 2010 ini. Ini benar-benar suatu sejarah yang besar untuk orang Aceh, khususnya pembicara utamanya adalah seorang penginjil perempuan: Mss. Suzette Hattingh, pemimpin dari Voice in the City. Beberapa menit sebelum kotbah diberikan pada pertemuan terakhir, Mss. Suzette tiba-tiba merasakan bahwa ia harus memimpin para hadirin kedalam doa syafaat. Tidak lama kemudian setelah doa syafaat, dikabarkan bahwa 13 terroris yang mencoba mengacaukan pertemuan rohani tersebut telah ditangkap oleh tentara. Pertemuan Kebangunan Rohani ini telah terlaksana atas kerja sama yang baik antar gereja di Aceh, para pemimpin gereja Injili mengatur pertemuan-pertemuan, musik dan pujian dilayani ol...
Gula Gending terbuat dari bahan seng dan tekstil (material fleksibel yang terbuat dari tenunan benang), uniknya instrumen ini merupakan benda yang sama yang digunakan masyarakat menjajakan gula kapas dari situlah alat ini disebut Gula gending. Dalam bahasa Sasak, tempat penyimpanan gula disebut Tongkaq yang dimanfaatkan juga sebagai instrumen musik. Alat ini dimainkan dengan cara menggendong Tongkaq tadi, kotak tersebut dipukul dengan jari tangan kanan dan kiri sesuai dengan lagu yang diiringi. Gula gending biasanya dimainkan sambil menjajakan dagangan gula kapasnya berkeliling desa. Gula gending yang berperan sebagai alat musik tradisional ini-pun dimanfaatkan untuk menarik perhatian anak-anak supaya dagangannya laris. Sumber : https://alatmusikindonesia.com/alat-musik-tradisional-ntb/#top
Talempong masuk dalam alat musik tradisional dari padang , Sumatera Barat yang berbentuk mirip Bonang pada ansambel Gamelan, Talempong merupakan alat musik khas Minangkabau. Pembuatannya yang umum, Talempong memakai bahan dasar kuningan, namun beberapa terbuat dari batu dan kayu. Talempong mempunyai bentuk fisik lingkaran berdiameter 15 sampai 18 cm dan di atasnya menonjol lingkaran yang diameternya 5 cm yang kegunaannya untuk dipukul dengan memakai alat pukul khusus yang dibuat dari kayu, Talempong juga mempunyai nada beragam bergantung ukuran. Pada Negeri Malaysia, nama alat musik tradisional ini terkenal dengan nama “Caklempong”. Tetapi, bagaimana cara alat musik tradisional yang berasal dari Indonesia bisa berada di Malaysia? dahulu Malaysia didatangi oleh etnis Minangkabau di abad 15 M. Sumber : https://alatmusik.org/alat-musik-tradisional-padang/
Alat musik tradisional Serunai ini dikenal juga dengan sebutan puput serunai. Berjenis alat musik tiup di masyarakat Minang menambah kekayaan khazanah Indonesia. Ada fitur atau tampilan yang unik pada alat musik Serunai, yaitu pada sisi ujungnya yang mengembang dan berfungsi untuk memperbesar volume suara bunyi. Sumber : https://www.silontong.com/2017/12/07/alat-musik-tradisional-sumatera-barat/
Gendang Tabuik menyerupai bangunan bertingkat tiga terbuat dari kayu, rotan, dan bambu dengan tinggi mencapai 10 meter dan berat sekitar 500 kilogram. Pada bagian bawah Tabuik berbentuk badan seekor kuda besar bersayap lebar dan berkepala “wanita” cantik berjilbab. Kuda gemuk itu dibuat dari rotan dan bambu dengan dilapisi kain beludru halus warna hitam dan pada empat kakinya terdapat gambar kalajengking menghadap ke atas. Gandang Tabuik bisa dibilang paling fenomenal yang hanya ada di Sumatera Barat (Sumbar). Salah satu yang menyebabkannya, alat musik ini dibuat dengan dana hingga puluhan juta rupiah. Bagaimana cara memainkannya? Cara memainkan Gandang Tabuik ini umumnya diangkat secara bersama-sama oleh 50 orang. Dan untuk mengangkatnya maka dibuatkan 4 buah balok bersilang dengan panjang sekitar 10 meter di bagian bawah Gandang Tabuik ini. Sumber : https://www.silontong.com/2017/12/07/alat-musik-tradisional-sumatera-barat/
Bansi merupakan seruling Minangkabau. Bentuk alat musik ini pendek serta memiliki tujuh (7) lubang. Kabarnya, cara memainkan alat musik tradisional ini sangat mudah, karena Ukurannya yang pendek tersebut memudahkan siapapun untuk belajar, bahkan bagi yang jari-jemarinya pendek atau kurang lentur. Terbuat dari dari bambu, Bansi cocok dimainkan sambil mengiringi berbagai macam alunan musik. Yang membuat menarik, alat musik tempo dulu ini memiliki nada standar sehingga bisa digunakan untuk memainkan atau mengiringi baik musik tradisional maupun lagu-lagu modern. Dalam kenyataannya, Bansi sering dipakai untuk mengiringi tarian tradisional di Sumbar seperti tari pasambahan. Sumber : https://www.silontong.com/2017/12/07/alat-musik-tradisional-sumatera-barat/
Selain berfungsi sebagai alat musik, Pupuik Tanduak juga dipakai sebagai isyarat adanya pengumuman dari pemuka kepada warga kampung di Minangkabau. Uniknya, pembuatan Pupuik Tanduak yaitu dengan cara memotong ujung tanduk sehingga membentuk rongga sampai ke pangkalnya. Cara membunyikan alat musik ini dengan metode ditiup. Adapun suara yang dikeluarkan menyerupai bunyi terompet yang melengking terdengar di telinga. Sumber : https://www.silontong.com/2017/12/07/alat-musik-tradisional-sumatera-barat/
Rabab adalah alat musik tradisional Padang , Sumatera Barat yang diadaptasi dari bahasa Arab yakni Rebab. Nama yang tidak asing bagi kita, seperti pada wilayah Sunda dan Deli, Rabab memang unik, alat musik tradisional ini digunakan dengan cara digesek alat musik ini mempunyai membran suara yang muncul dibawah Bridgenya. Adanya membran itu yang bisa menjadi suara yang dikeluarkan Rabab ini menjadi unik, layaknya terdapat efek serak. Hal ini yang membuat Rabab sedikit sulit untuk digesek karena dibuat dari batok kelapa, yang dibuat teksturnya menjadi sedikit kesat. Pada permainnanya, Rabab mempunyai komposisi pada memainkan lagu, tergantung jenis lagu apa yang dipakai, lagi yang mempunyai sifat kaba dipakai untuk materi pokok. Lahu yang diciptakan sering berupa ide gagasan yang berasal dari komuniti rakyat yang hidup pada ruang lingkup yang sama. Sumber : https://alatmusik.org/alat-musik-tradisional-padang/