Sarune Alat musik tradisional karo ini dimainkan dengan cara ditiup. Teknik bermain Sarune batak Karo ini sama dengan teknik bermain Sarune Batak Toba. Hanya saja penamaan yang berbeda. Pada masyarakat batak Karo bukan mengunakan istilah “pulunama”. Walaupun seperti itu, tetapi tetap saja memiliki arti yang sama. Alat musik ini adalah sebagai pembawa melodi dalam ansambel gendang “lima sidalanen” atau ansambel “gendang sarune”. Terdapat beberapa bagian dari Sarune yaitu : a. Anak-anak sarune, terbuat dari daun kelapa dan embulu-embulu (pipa kecil) diameter 1 mm dan panjang 3-4 mm. Daun kelapa dipilih yang sudah tua dan kering. Daun dibentuk triangel sebanyak dua lembar. Salah satu sudut dari kedua lembaran daun yang dibentuk diikatkan pada embulu-embulu, dengan posisi kedua sudut daun tersebut, b. Tongkeh sarune, bagian ini berguna untuk menghubungkan anak-anak sarune. Biasanya dibuat dari timah, panjangnya sama dengan jarak an...
Mangkok Mangkok yang dimaksud dalam hal ini adalah semacam cawan (chinese glass-bowl) yang pada dasarnya bukan merupakan alat musik, namun dalam gendang telu sedalanen, mangkok tersebut digunakan sebagai instrumen pembawa ritmis. Selain sebagai alat musik, mangkok juga merupakan perlengkapan penting dari guru sibaso (dukun) dalam sistem kepercayaan tradisional Karo. Mangkok tersebut digunakan sebagai tempat air suci atau air bunga atau juga beras dalam ritual tertentu. Ketika mangkok digunakan atau dipakai sebagai alat musik dalam Gendang telu sendalanen biasanya diisi air putih biasa, tujuannya agar bunyi yang dihasilkan mangkok tersebut menjadi lebih nyaring. https://www.silontong.com/2018/05/05/alat-musik-tradisional-karo/
Balobat Balobat adalah alat musik tradisional Suku Karo dari Sumatera Utara yang menyerupai suling dan terbuat dari seruas pucuk bambu berukuran sejengkal jari tangan. Alat musik ini dapat dimainkan secara solo dan juga dengan ansamble. Balobat memiliki tangga nada lagu minor maupun mayor, serta mempunyai lobang nada yang terdiri dari enam buah. https://www.silontong.com/2018/05/05/alat-musik-tradisional-karo/
Gendang Singanaki Gendang Singanaki alat musik pukul yang terbuat dari kayu pohon nangka. Pada kedua sisi alat musik yang berbentuk konis tersebut, terdapat membrane yang terbuat dari kulit binatang. Sisi depan/atas atau bagian yang dipukul disebutbabah gendang, sisi belakang/bawah (tidak dipukul) disebut pantil gendang. gendang singanaki memiliki ukuran panjang sekitar 44 cm, dengan diameter babah gendangnya sekitar 5 cm, sedangkan diameter pantil gendang sekitar 4 cm. https://www.silontong.com/2018/05/05/alat-musik-tradisional-karo/
Gendang Singindungi Gendang Singindungi hampir sama dengan Gendang Singanaki. Kedua alat musik ini memiliki kesamaan dari sisi bahan, bentuk, ukuran, dan cara pembuatannya. Perbedaannya hanya pada “gendang mini” yang disebut gerantung (panjang 11,5 cm) yang di ikat di sisi badan Gendang Singanaki, sedangkan pada gendang singindungi tidak ada. Gendang Singindungi dapat menghasikan bunyi naik turun melalui teknik permainan tertentu, sedangkan gendang singanaki tidak memiliki tehnik tersebut sehingga bunyi yang dihasilkannya tidak bisa naik turun. Masing-masing gendang memiliki dua palu-palu gendang atau alat pukul (drum stick) sepanjang 14 cm. https://www.silontong.com/2018/05/05/alat-musik-tradisional-karo/
Gung dan Penganak Gung dan Penganak tergolong dalam jenis suspended idiophone/gong berpencu yang memiliki persamaan dari segi konstruksi bentuk, yakni sama seperti gong yang umumnya terdapat pada kebudayaan musik nusantara. Perbedaan keduanya (Penganak dan gung) adalah dari segi ukuran atau lebar diameternya. Gung memiliki ukuran yang besar (diameter 68,5 cm), dan penganak memiliki ukuran yang kecil (diameter 16 cm). Gung dan Penganak ini terbuat dari kuningan, sedangkan palu-palu (pemukulnya) terbuat dari kayu dengan benda lunak yang sengaja dibuat di ujungnya untuk menghasilkan suara gung yang lebih enak didengar (palu-palu gung). https://www.silontong.com/2018/05/05/alat-musik-tradisional-karo/
Arbab Alat musik tradisional gesek bernama Arbab ini berasal dari daerah Aceh. Alat musik Arbab ini kerap dimainkan saat pagelaran hiburan rakyat. Arbab pernah populer dan berkembang di daerah Aceh Barat, Aceh Tengah dan wilayah piddie. Arbab sendiri dibuat dari bagian kelapa, yakni tempurungnya, sedangkan dawai geseknya dibuat dari serat rotan atau kayu. Meskipun terlihat mudah, namun dibutuhkan keahlian khusus untuk dapat menghasilkan nada yang sesuai dengan keinginan. https://www.silontong.com/2018/04/30/alat-musik-gesek-tradisional/
Rebab Rebab adalah alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara digesek, Rebab berasal dari daerah jazirah Arab. Rebab biasanya ada dalam pagelaran seni musik dari Betawi, Rebab juga sering dimainkan bersama gambang kromong. https://www.silontong.com/2018/04/30/alat-musik-gesek-tradisional/
Tarawangsa Tarawangsa merupakan alat musik Gesek tradisional dari wilayah Jawa Barat. Tarawangsa mempunyai dua dawai yang biasanya dibuat dari kawat besi atau baja. Cara memainkan alat musik Tarawangsa terbilang mudah yakni dengan menggesekkan dawai yang ada di tubuh tarawangsa dengan menggunakan senar yang ada di busur. https://www.silontong.com/2018/04/30/alat-musik-gesek-tradisional/