Tari Gandrang Bulo Tari Gandrang Bulo merupakan tarian dari daerah Sulawesi Selatan. Tarian ini dinyatakan sebagai salah satu simbol penting bagi masyarakat Makassar. Ketika ada pesta rakyat, biasanya ditampilkanlah tarian ini. Kata Gandrang Bulo berasal dari dua kata, yaitu “Gandrang” mempunyai arti Tabuhan atau pukulan dan “Bulo” yang meiliki arti Bambu. Yang membedakan dengan tarian lain, diselipkan berbagai humor yang membuat para penontonnya tertawa ketika dipentaskan. Catatan penting bagi penari yang akan membawakannya, yaitu harus terlihat bahagia. Awalnya Ganrang Bulo cuma tarian yang diiringi oleh alat musik Gendang. Namun seiring berjalannya waktu, tarian ini diiringi pula lagu-lagu Jenaka dan dialog-dialog humor serta sarat kritik dan ditambah gerak tubuh yang mengundang tawa orang yang melihatnya. https://www.silontong.com/2018/10/11/tarian-tradisional-daerah-sulawesi-selatan/
Ladolado Lado-Lado ialah termasuk alat musik tradisional Sulawesi Tenggara yang dimainkan dengan cara digesek. Alat musik klasik ini terbuat dari kayu atau bambu yang dibentuk seperti gitar. Dan jika anda melihatnya secara langsung memang agak sulit karena bentuknya juga menyerupai Gambus. Kini, alat musik Lado-Lado sudah jarang ditemui. Jika memang menemukan alat musik tersebut, umumnya sudah terpajang rapih dengan bingkai kaca didalam museum daerah. https://www.silontong.com/2018/10/18/alat-musik-tradisional-sulawesi-tenggara/
Gambus Gambus merupakan alat musik petik tradisional yang seperti mandolin yang berasal dari Sulawesi Tenggara. Meiliki senar yang hanya tiga senar paling banyak. Sebenarnya, alat musik ini asalnya dari daerah Timur Tengah. Berdasarkan sejarah , awal masuknya alat musik Gambus ini ke tanah air sebenarnya karena pengaruh dari penyebaran agama Islam di beberapa daerah di Indonesia termasuk di Sulawesi Tenggara ini. Sesuai perkembangan zaman, alat musik Gambus ini pada akhirnya juga digunakan untuk melantunkan lagu-lagu tidak hanya berbahasa Arab seperti aslinya, namun juga berbahasa Melayu. https://www.silontong.com/2018/10/18/alat-musik-tradisional-sulawesi-tenggara/
Dimba Nggowuna (Gendang Bambu) Dimba Nggowuna adalah alat musik tradisional yang berasal dari Sulawesi Tenggara dan terbuat dari bambu juga rotan. Pada zaman dahulu, alat musik ini dimainkan oleh para kaum wanita disaat mereka bekerja dirumah menenun kain. Tujuannya dari dimainkannya alat musik ini hanyalah sebagai sarana hiburan agar tidak terlalu jenuh. Alat musik ini diyakini sudah ada sejak zaman Neolitikum, dengan ukurannya yang berkisar 40 – 45 cm. Dimba Nggowana merupakan perwujudan dari seni musik leluhur yang mempunyai bunyi khas dari setiap petikannya. Kemajuan zaman mengakibatkan alat musik suku Tolaki mulai perlahan ditinggalkan masyarakat. https://www.silontong.com/2018/10/18/alat-musik-tradisional-sulawesi-tenggara/
Seruling Bambu Ternyata, Seruling Bambu juga merupakan salah satu alat musik tradisional Sulawesi Tenggara. Banyak sekali jenis dari seruling bambu yang ada di Sulawesi Tenggara, ada yang ukurannya sedang, kecil, dan bahkan besar sampai menggunakan dua ruas bambu berukurang cukup besar. Seperti diketahui banyak orang, seruling bambu dimainkan dengan cara ditiup lobang yang ada sembari tangan memainkan peran pada posisi lain. Bunyi pun keluar dan sampai ketelinga. Anak gembala sapi biasanya suka memainkan seruling sambil memantau sapinya mencari makan. Penggunaan alat musik ini bisa untuk berbagai macam, bisa untuk pengiring musik tambahan kesenian musik atau penghibur diri. Permainan Seruling juga biasanya diajarkan di sekolah dalam materi pembelajaran yang berhubungan dengan kesenian. Selain itu, konon Seruling dikabarkan bisa memanggil binatang ular datang. https://www.silontong.com/2018/10/18/alat-musik-tradisional-sulawesi-tenggara/
Baasi Baasi termasuk sebagai alat musik tradisional Sulawesi Tenggara. Alat musik ini terdiri dari seperangkat alat musik bambu (10 buah). Dimainkan untuk mengiringi lagu daerah dan nusantara pada waktu pertunjukkan. Pada kesepuluh buah bambu Baasi memiliki panjang yang berbeda-beda dengan setiap lubang di bagian pangkalnya, sehingga ia akan menghasilkan bunyi nada yang berbeda-beda pula. Biasanya Baasi dimainkan untuk mengiringi tarian atau nyanyian lagu-lagu daerah itu. https://www.silontong.com/2018/10/18/alat-musik-tradisional-sulawesi-tenggara/
Ore-ore Nggae Ore-Ore Nggae ialah alat musik tradisional Sulawesi Tenggara yang terbuat dari bambu dan rotan. Jika diperhatikan bentuknya terdapat sebuah kayu kecil diantara dawai dan badannya. Persisnya, bentuk dari Ore-Ore Nggae seperti Gendang yang berukuran mini. Alat musik klasik ini dimainkan menggunakan dua (2) tangan. Posisi badan saat memainkannya adalah duduk serta posisi alat musik tersebut miring. Fungsi tangan kanan untuk menepak dan memetik, sedangkan fungsi tangan kiri untuk membuka dan menutup lubang tempat suara keluar. Konon ceritanya, penggunaan alat musik Ore-Ore Nggae adalah ekspresi seorang gadis yang mengungkapkan perasaannya kepada pria yang ia sukai. https://www.silontong.com/2018/10/18/alat-musik-tradisional-sulawesi-tenggara/
Kanda Wuta Alat musik tradisional yang bernama Kanda Wuta ini dibuat dari kayu, tanah liat, rotan dan pelepah sagu. Berasal dari Sulawesi Tenggara, alat musik ini dimainkan selama tiga malam berturut-turut. a. Malam pertama terbit empas bulan di langit (Melamba); b. Malam kedua terbit lima belas bulan di langit (Mata Omehe); c. Malam ketiga terbit enam belas bulan di langit (Tombara Omehe). Alat musik ini untuk mengiringi khusus tarian daerah Sulawesi Tenggara Lulo Ngganda setelah panen. https://www.silontong.com/2018/10/18/alat-musik-tradisional-sulawesi-tenggara/
Kecapi Alat musik Kecapi merupakan salah satu musik instrument tradisional daerah Sulawesi Tenggara. Bentuk dari alat musik Kecapi menyerupai bentuk perahu dan terdiri dari dua senar. Bahan untuk membuat Kecapi yaitu ayu dan senar. Fungsi dari alat musik Kecapi dimainkan untuk mengiringi tarian dan lagu-lagu daerah. https://www.silontong.com/2018/10/18/alat-musik-tradisional-sulawesi-tenggara/