Alat musik ini terbuat dari kayu. Berupa kayu berbentuk persegi panjang, bagian tengahnya terdapat bentuk segitiga berangkai yang apabila dipukul akan menghasilkany bunyi tertentu. Alat musik ini berfungsi sebagai penghibur para penenun saat sedang bekerja.
Permainan ini banyak macamya, disebut Cak Ingking Gerpak artinya para pemain meloncat dengan kaki satu kemudian melompat dengan kaki dua pada petak-petak yang telah ditentukan secara bergantian dan berulang-ulang. Jumlah permainan ini minimal dua orang dan tidak dibatasi batas maksimalnya. peralata yang diperlukan hanyalah lapangan atau tempat yang bisa digarisi atau dibikin sketsa berupa garis-garis, peralatan lain adalah berupa uncak yang biasanya berupa pecahan genteng.
Di hilir sungai Batang Agam di daerah Padang Tarok yang airnya jernih, berdiri sebuah rumah bergojong (berujung) empat. Rumah tersebut dihuni oleh sepasang suami istri bernama Rajo Babanding dan Sadun Saribai. Mereka mempunyai dua orang anak, laki-laki dan perempuan, Mangkutak Alam dan Sabai nan Aluih. Mangkutak Alam berwajah tampan, selalu dimanjakan oleh ayahnya ke mana pun pergi ia selalu diajaknya dan merupakan anak kebanggaan. Wataknya sedikit penakut. Sedangkan kakaknya Sabai nan Aluih berwajah cantik, lembut, rajin dan sering membantu ibunya. Waktu luang dimanfaatkan untuk membuat renda dan menenun. Kecantikan Sabai nan Aluih ini bahkan didengar sampai ke kampung-kampung lain di daerah Padang Tarok. Suatu ketika Rajo nan Panjang seorang saudagar kaya yang baru kembali dari rantau, orang yang disegani di kampong Situjuh berkeinginan untuk menyunting Sabai nan Aluih. Maka dikirimlah anak buahnya sebagai utusan untuk melamar Sabai. Rajo Babanding orang tua Sabai menolak...
Kuto Besak adalah bangunan keraton yang pada abad XVIII menjadi pusat Kesultanan Palembang. Gagasan mendirikan Benteng Kuto Besak diprakarsai oleh Sultan Mahmud Badaruddin I yang memerintah pada tahun 1724-1758 dan pelaksanaan pembangunannya diselesaikan oleh penerusnya yaitu Sultan Mahmud Bahauddin yang memerintah pada tahun 1776-1803. Sultan Mahmud Bahauddin ini adalah seorang tokoh kesultanan Palembang Darussalam yang realistis dan praktis dalam perdagangan internasional, serta seorang agamawan yang menjadikan Palembang sebagai pusat sastra agama di Nusantara. Menandai perannya sebagai sultan, ia pindah dari Keraton Kuto Lamo ke Kuto Besak. Belanda menyebut Kuto Besak sebagai nieuwe keraton alias keraton baru. Benteng ini mulai dibangun pada tahun 1780 dengan arsitek yang tidak diketahui dengan pasti dan pelaksanaan pengawasan pekerjaan dipercayakan pada seorang Tionghoa. Semen perekat bata menggunakan batu kapur yang ada di daerah pedalaman Sungai Ogan ditambah de...
Wayang Kulit, kebanyakan orang mungkin menganggap bahwa wayang kulit adalah berbahasa jawa saja, atau hanya budaya suku jawa saja. Wayang Palembang adalah kesenian tradisonal yang terdapat di palembang, tidak jauh berbeda dengan wayang kulit lain, wayang kulit palembang punya tokoh-tokoh pewayangan yang sama dengan wayang kulit jawa, cerita yang di ambil pun juga cerita dari ramayana dan bharata yudha, yang membedakan hanya seragam pemain musik wayang dan dalang nya , beserta bahasa wayang nya yang menggunakan bahasa palembang. Wayang kulit palembang kini sedang di perjuangkan oleh pejuang seni wayang palembang itu sendiri agar selamat dari kepunahan, agak miris memang, banyak anak muda di palembang yang tidak mengetahui kalau daerah nya mempunyai seni pewayangan yang hebat. menurut sumber yang saya baca dan dengar, wayang palembang sendiri pernah mendapat bantuan dari UNESCO setelah para pejuang seni wayang palembang ini bekerja keras untuk menghidupkan kembali wayang palem...
Sider kilan adalah permainan yang sebenarnya dari daerah jawa, yang kemungkinan di bawa oleh para transmigran di daerah sumatera selatan, dan saat ini sering di mainkan oleh anak-anak di daerah kabupaten oku timur baik anak-anak para transmigran jawa atau anak-anak asli suku komering palembang. Cara memainkan permainan ini cukup sederhana Buat lingkaran yang tidak boleh terlalu besar agar lebih seru, setelah melakukan hompimpa, anak yang kalah harus jaga, dan anak yang menang masuk dalam lingkaran, setelah masuk lingkaran anak yang jaga harus berusaha menyentuh tubuh anak-anak yang ada di dalam lingkaran dengan syarat tidak boleh keluar dari garis dan anak yang di dalam lingkaran harus berusaha menghindar, permainan ini akan menjadi seru di saat yang jaga berusaha menyentuh dan anak yang ada di dalam berusaha menghindar, semakin banyak orang akan semakin seru, di saat menghindar kadang terjadi kelucuan karena anak yang dalam lingkaran akan menghindar dengan cara saling doron...
Sider masen adalah permainan tradisional yang kadang di mainkan oleh anak-anak transmigran jawa dan anak asli suku komering palembang di daerah Oku timur sumatera selatan. Cara meaminkan nya cukup mudah, pemain harus lebih dari 2 orang. pertama cari 3 buah kayu dan berdirikan di atas tanah berbentuk kerucut, agar bisa berdiri hendak nya bagian atas kayu harus berbentuk kaitan, setelah itu para pemain juga harus memiliki kayu sendiri-sendiri sebagai gaco( alat permainan yang dimiliki oleh masing2 pemain), Buat garis di depan kayu yang sudah berdiri dan masing-masing pemain melempar kayu berlawanan dengan arah kerucut, siapa yang paling jauh dialah yang harus melempar duluan ke arah kerucut kayu supaya ambruk, jika ambruk makan pemain yang jaga adalah pemilik tongkat yang berada di bawah pelempar yang mengambrukkan kerucut. Setelah ambruk maka pemain yang jaga harus berusaha membenarkan 3 kayu dan kembali membentuk kerucut, dan pemain lain harus cepat2 sembunyi...
Gending Sriwijaya merupakan lagu dan tarian tradisional masyarakat Kota Palembang, Sumatera Selatan. Melodi lagu Gending Sriwijaya diperdengarkan untuk mengiringi Tari Gending Sriwijaya. Baik lagu maupun tarian ini menggambarkan keluhuran budaya, kejayaan, dan keagungan kemaharajaan Sriwijaya yang pernah berjaya mempersatukan wilayah Barat Nusantara. Lirik lagu gending sriwijaya adalah sebagai berikut: Di kala ku merindukan keluhuran dulu kala Kutembangkan nyanyi dari lagu Gending Sriwijaya Dalam seni kunikmatkan lagi zaman bahagia Kuciptakan kembali dari kandungan Maha Kala Sriwijaya dengan Asrama Agung Sang Maha Guru Tutur sabda Dharmapala Sakyakhirti Dharmakhirti Berkumandang dari puncaknya Siguntang Maha Meru Menaburkan tuntunan suci Gautama Buddha shanti. Borobudur candi pusaka di zaman Sriwijaya Saksi luhur berdiri tegak kukuh sepanjang masa Memasyurkan Indonesia di benua Asia Melambangkan keagungan sejarah Nusa dan Bangsa Taman Sari berjenjang emas perlak Shri Ksytra Dengan...
GLAMOR DAN ELEGAN Pakaian Adat Sumatra Selatan bisa dikatakan sebagai simbol peradaban budaya masyarakat Sumatra Selatan. Karena di dalamnya terdapat unsur filosofi hidup dan keselarasan. Hal ini bisa dilihat dari pilihan warna dan corak yang menghiasi pakaian adat tersebut. Ditambah dengan kelengkapannya, makin menambah kesakralan yang nampak pada tampilan pakaian adat yang berfungsi sebagai identitas budaya masyarakat Sumatra Selatan. Daerah yang dikenal dengan sebutan "Bumi Sriwijaya" dan masyarakatnya yang dipanggil sebagai "Wong Kito Galo" memiliki pakaian tradisional yang khas dengan keragaman corak di tiap kebupaten dalam propinsi tersebut. Dalam catatan sejarahnya, pakaian adat Sumatra Selatan berasal dari jaman kesultanan Palembang pada abad ke-16 hingga pertengahan abad ke-19. Saat itu pakaian adat tersebut hanya boleh digunakan oleh golongan keturunan raja-raja atau priyai saja. Pakaian adat ini terinspirasi dari zaman kerajaan Sriwijaya yang pernah berjaya di daer...