masyarakat adat
242 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Mahligai Keloyang, Asal Mula Nama Kelayang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Riau

Kelayang adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Indonesia. Dulu, Kelayang adalah nama sebuah desa yang dikenal dengan Keloyang, sedangkan Keloyang berasal dari Kolam Loyang. Konon, pada zaman dahulu kala, Kolam Loyang ini merupakan tempat sekumpulan bidadari dari kayangan yang bisa terbang melayang. Setiap malam bulan purnama, para bidadari tersebut datang ke Kolam Loyang itu untuk mandi. Suatu ketika, seorang Datuk dari Kerajaan Indragiri bernama Datuk Sakti menghiliri Sungai Keruh (sekarang Sungai Indragiri) untuk melihat keadaan rakyatnya. Karena kelelahan, ia pun beristirahat di bawah sebuah pohon di tepi Kolam Loyang. Tiba-tiba, sekumpulan bidadari yang hendak mandi di Kolam Loyang turun dari kayangan. Datuk Sakti terpana melihat kecantikan para bidadari itu. Ia kemudian berpikir untuk memperistri salah satu di antara bidadari itu. Dengan berbagai usaha, Datuk Sakti berhasil menikahi bidadari itu. Namun, akhirnya mereka berpisah. Apa saja usaha-usaha Datuk Sa...

avatar
tresna purnama dewi
Gambar Entri
Putri Pandan Berduri, Asal-mula Persukuan di Pulau Bintan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Riau

Pulau Bintan merupakan pulau yang terbesar di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Di Pulau ini terdapat Kota Tanjung Pinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Riau. Pulau ini dihuni oleh berbagai macam suku-bangsa seperti Melayu, Tionghoa, Minang, Batak, Jawa dan lain-lain. Dahulu, di Pulau Bintan juga pernah berdiam sekelompok suku-bangsa yang terkenal dengan nama Suku Sampan atau Suku Laut. Terkait dengan hal ini, ada sebuah cerita rakyat yang masih hidup dan berkembang di kalangan masyarakat Kepulauan Riau, khususnya masyarakat Bintan. Cerita ini berkisah tentang Batin Lagoi, pemimpin Suku Laut atau Suku Sampan di Pulau Bintan, yang menemukan seorang bayi perempuan di semak-semak pandan di tepi laut. Batin Lagoi kemudian mengangkat bayi itu sebagai anak dan diberinya nama Putri Pandan Berduri. Batin Lagoi mengasuh Putri Pandan Berduri seperti layaknya seorang putri raja. Setiap hari Batin Lagoi mengajarinya budi pekerti luhur, sehingga ia tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan be...

avatar
tresna purnama dewi
Gambar Entri
Asal Mula Selat Nasi di Pulau Subi
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Riau

Selat Nasi adalah sebuah selat yang memanjang lurus dari timur ke barat membelah Pulau Subi Kecil (di sebelah utara) dan Pulau Subi Besar (di sebelah selatan), yang terletak di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Menurut cerita, keberadaan Selat Nasi ini disebabkan oleh ulah Datuk Kaya yang menghamburkan nasi basi di Pulau Subi. Mengapa Datuk Kaya menghamburkan nasi basi sehingga menyebabkan hamburan nasi itu menjelma menjadi selat? Ikuti kisahnya dalam cerita Asal Mula Selat Nasi Di Pulau Subi berikut ini! * * * Alkisah, di daerah Natuna, Kepulauan Riau, terdapat sebuah pulau bernama Pulau Subi yang dikuasai oleh seorang Datuk Kaya. Sang Datuk Kaya mempunyai seorang istri bernama Cik Wan dan seorang putri yang cantik nan rupawan bernama Nilam Sari. Ia seorang gadis yang rajin, berbudi pekerti luhur, dan tidak angkuh. Setiap hari ia duduk menekat (membordir), menyulam, dan merenda benang sutra. Ia juga pandai memasak dan membuat kueh-mueh. Dalam pe...

avatar
tresna purnama dewi
Gambar Entri
Legenda Pulau Senua
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Riau

Pulau Senua terletak di ujung Tanjung Senubing Bunguran Timur, Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Kata senua dalam bahasa setempat berarti satu tubuh berbadan dua . Menurut cerita, pulau yang terkenal sebagai sarang burung layang-layang putih ini merupakan penjelmaan dari seorang perempuan yang sedang berbadan dua (hamil) bernama Mai Lamah. Mengapa Mai Lamah menjelma menjadi pulau? Ikuti kisahnya dalam cerita Legenda Pulau Senua berikut ini! * * * Alkisah, di sebuah daerah di Natuna, Kepulauan Riau, hiduplah sepasang suami-istri miskin. Sang suami bernama Baitusen, sedangkan istrinya bernama Mai Lamah. Suatu ketika, mereka memutuskan merantau ke Pulau Bunguran untuk mengadu nasib. Mereka memilih Pulau Bunguran karena daerah tersebut terkenal memiliki banyak kekayaan laut, terutama kerang dan siput. Ketika pertama kali tinggal di Pulau Bunguran, Baitusen bekerja sebagai nelayan sebagaimana umumnya warga yang tinggal di pulau tersebut. Setiap hari, ia p...

avatar
tresna purnama dewi
Gambar Entri
Rumah Lancang
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Riau

Rumah Lancang atau Pencalang merupakan nama salah satu Rumah tradisional masyarakat Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Indonesia. Selain nama Rumah Lancang atau Pencalang, Rumah ini juga dikenal dengan sebutan Rumah Lontik. Disebut Lancang atau Pencalang karena bentuk hiasan kaki dinding depannya mirip perahu, bentuk dinding Rumah yang miring keluar seperti miringnya dinding perahu layar mereka, dan jika dilihat dari jauh bentuk Rumah tersebut seperti Rumah-Rumah perahu (magon) yang biasa dibuat penduduk. Sedangkan nama Lontik dipakai karena bentuk perabung (bubungan) atapnya melentik ke atas.   Rumah Lancang merupakan Rumah panggung. Tipe konstruksi panggung dipilih untuk menghindari bahaya serangan binatang buas dan terjangan banjir. Di samping itu, ada kebiasaan masyarakat untuk menggunakan kolong rumah sebagai kandang ternak, wadah penyimpanan perahu, tempat bertukang, tempat anak-anak bermain, dan gudang kayu, sebagai persiapan menyambut bulan puasa. Selain itu, pemb...

avatar
Roby Darisandi
Gambar Entri
Lari di atas Tual Sagu
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Riau

Lomba Lari di atas Tual Sagu merupakan tradisi dan budaya asli masyarakat Kepulauan Meranti turun temurun.Lomba ini yaitu berlari diatas tual sagu yang diletakkan di permukaan sungai. Kebudayaan ini diperkenalkan oleh Sanggar Bathin Galang, salah satu sanggar seni di Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat. Lomba Lari di atas Tual Sagu sendiri biasanya  dilaksanakan bersamaan dengan festival tahunan, Pesta Sungai Bokor

avatar
Roby Darisandi
Gambar Entri
Nafiri
Alat Musik Alat Musik
Riau

Alat musik ini terbuat dari kayu. Nafiri berbentuk menyerupai serunai dan termasuk dalam kelompok hobo. Instrumen ini dimainkan untuk mengiringi tari inan pada pertunjukkan teater tradisional mak yong dan pelengkap alat musik saat penobatan raja pada jaman dahulu. Nafiri juga ada di Malaysia dan dikenal sebagai terompet kerajaan dan hanya dimainkan saat upacara kerajaan.  Nafiri ini memang mempunyai bentuk seperti terompet tetapi irama yang dikeluarkan berbeda-beda dengan alat musik lainnya, kita bisa melihat pertunjukan musik ini di pertunjukan Makyong (seni tari tradisional yang sampai kini masih dimainkan di Prov. Riau). Selain untuk hiburan. Nafiri mempunyai banyak fungsi seperti contoh: Pengiring tari tradisional (tari Inai, Jinugroho, Olang, dan lain-lain), sebagai alat musik utama di musik robat yang digunakan pada lingkungan masyarakat, untuk pengiring saat gerakan-gerakan silat dipentaskan, penobatan raja di zaman dulu, tanda sebuah kejadian (perang, be...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Rebana
Alat Musik Alat Musik
Riau

Alat musik ini terbuat dari kayu, kulit binatang dan rotan. Rebana awalnya digunakan untuk menyebarkan syair Islam yang diadopsi dari Timur Tengah, hingga kini musik rebana merupakan paduan antara seni dan ajaran keagamaan. Rebana biasanya dimainkan untuk mengiring dzikir atau salawat. Alat musik ini dimainkan pada saat upacara adat dan hari besar Islam lainnya.

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Pakaian Adat Riau
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Riau

Pakaian adat Kepulauan Riau memiliki variasi pakaian adat. Sebagai salah satu daerah yang kental dengan budaya Melayu, pakaian adat Riau terdiri dari busana Melayu. Variasi pakaian adat Riau di antaranya, pakaian adat Indragiri, Melayu Bengkalis Riau, Melayu Siak Riau, dan lain-lain.   Pakaian Adat Pria Untuk pakaian pria, baju yang dipakai adalah baju Melayu berupa atasan yang disebut  teluk belanga . Selain itu, busana ini terdiri dari celana, kain sampin, dan  songkok  atau penutup kepala. Kain sampin biasanya memiliki warna dan corak yang sama dengan baju atasannya. Pakaian adat ini disebut dengan baju Melayu teluk belanga.   Pakaian Adat Wanita Untukperempuan, pakaian yang dipakai berupa baju kurung, kain, dan selendang. Selendang dipakai dengan cara disampirkan di bahu. Busana Melayu Riau ini identik dengan nilai-nilai Islam. Tradisi Melayu Riau memang bersumber dari nilai-nilai Islam. Pakaiannya yang tertutup mencermink...

avatar
Nusaibah_mufidah