dongeng cerita rakyat
550 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kedok Gareng
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Kedok Punakawan Gareng biasa dimainkan di pertunjukan wayang wong Cirebon. Kadang berukuran wajah, kadang setengah wajah hingga menampilkan mulut penggunanya. Kedok yang berukuran setengah wajah pada umumnya karakter lucu/ bodoran . Berfungsi memudahkan pemain memberikan selingan lucu/ bodoran dalam cerita. Kedok, istilah yang dipakai untuk topeng Cirebon, pada umumnya terbuat dari kayu Jaran atau kayu kuda ( dolichandrone spathacea ). Jenis Kayu ini banyak ditemukan di kebun, sawah, pinggir jalan, hingga kuburan. Kayu jaran bersifat agak lunak namun tahan rayap. Punakawan sendiri pada umumnya mewarnai cerita dengan selingan-selingan yang menghibur. Tokoh Punawakan Cirebon: Semar (ayah punakawan), Gareng, Dewala, Cungkring, Bagong, Pegal Buntung, Ceblok, Bitarota/Wiradota, dan Curis/Sekar Pandan. Di kedok bentuk hidung bulat relatif besar. Ketika mewarnai dialog, gambaran karakter Gareng sendiri sombong dan angkuh. Wajah Gareng bervariasi, biasanya Merah atau merah muda. Sep...

avatar
Usman
Gambar Entri
Kedok Bagal Buntung
Ornamen Ornamen
Jawa Barat

Kedok Punakawan Bagal Buntung ini hanya setengah wajah hingga menampilkan mulut penggunanya. Berfungsi memudahkan pemain memberikan selingan lucu/bodoran dalam cerita. Kedok, istilah yang dipakai untuk topeng Cirebon, pada umumnya terbuat dari kayu Jaran atau kayu kuda (dolichandrone spathacea). Jenis Kayu ini banyak ditemukan di kebun, sawah, pinggir jalan, hingga kuburan. Kayu jaran bersifat agak lunak namun tahan rayap. Punakawan sendiri pada umumnya mewarnai cerita dengan selingan-selingan yang menghibur. Tokoh Punawakan Cirebon: Semar (ayah punakawan), Gareng, Dewala, Cungkring, Bagong, Pegal Buntung, Ceblok, Wiradota, dan Sekar Pandan. Di kedok ini, alis digambar tipis, sederhana, dengan hidung yang relatif besar. Ketika mewarnai dialog, cara bicara bagal buntung agak jelas/pelo. Kedok Punakawan pada umumnya berwanda jenaka.  

avatar
Desty Chartika
Gambar Entri
Kedok Punakawan Bitarota
Ornamen Ornamen
Jawa Barat

Koleksi Sanggar Sekar Pandan Kedok Punakawan Bitarota Kedok Punakawan Bitarota ini hanya setengah wajah hingga menampilkan mulut pemainnya. Berfungsi memudahkan pemain memberikan selingan lucu/bodoran dalam cerita. Kedok, istilah yang dipakai untuk topeng Cirebon, pada umumnya terbuat dari kayu Jaran atau kayu kuda (dolichandrone spathacea). Jenis Kayu ini banyak ditemukan di kebun, sawah, pinggir jalan, hingga kuburan. Kayu jaran bersifat agak lunak namun tahan rayap. Punakawan sendiri pada umumnya mewarnai cerita dengan selingan-selingan yang menghibur. Tokoh Punawakan Cirebon: Semar (ayah punakawan), Gareng, Dewala, Cungkring, Bagong, Pegal Buntung, Ceblok, Bitarota/Wiradota, dan Sekar Pandan. Di beberapa daerah dan dalang, tokoh Bitarota biasa juga dikenal dengan nama lain "Wiradota". Hidung kedok Bitarota sedikit memanjang, runcing, melengkung kebawah. Karakter dari Punakawan Bitarota ini halus dan cenderung pendiam. Warna kedok Punakawan Bitarota sendiri bisa berva...

avatar
Desty Chartika
Gambar Entri
Kedok Nakula Sadewa
Ornamen Ornamen
Jawa Barat

Koleksi Sanggar Sanggar Sekar Pandan Kedok Nakula Sadewa Penjelasan tentang topeng ini hampir sama dengan Topeng Panji di Tari Cirebon. Kedok, istilah yang dipakai untuk topeng di Cirebon, pada umumnya terbuat dari kayu Jaran atau kayu kuda (dolichandrone spathacea). Jenis Kayu ini banyak ditemukan di kebun, sawah, pinggir jalan, hingga kuburan. Kayu jaran bersifat agak lunak namun tahan rayap. Cara memakainya dengan digigit. Di belakang wajah kedok bagian bawah, sejajar dengan bagian bibir bawah kedok, terdapat cangkem (lidah kedok), yang terbuat dari rautan bambu, kayu, atau kulit sepanjang kurang lebih dua centimeter. Bagian inilah yang digigit penari. Kedok ini berwarna putih, dan wajahnya tanpa ornamentasi yang rumit dan kelihatan polos. Sunggingan di matanya disebut wiji bonténg (biji ketimun) dan tatapannya liyep; pandangannya merunduk dan senyumnya dikulum. Nakula dan Sadewa sendiri dalam pewayangan memiliki reputasi yang baik dalam hal ketampanan. Ra...

avatar
Desty Chartika
Gambar Entri
Kedok Anggada
Ornamen Ornamen
Jawa Barat

Sebagai senapati tetara wanara di negara Kiskenda, Anggada berkarakter tangkas dan gesit. Ia juga dapat melompat sejauh sembilan ratus mil. Seperti tokoh wanara pada umumnya, kedok/topeng ini biasa dimainkan dalam lakon/kisah Ramayana. Wanara adalah bangsa manusia-kera dalam cerita pewayangan. Kedok, istilah yang dipakai untuk topeng Cirebon, pada umumnya terbuat dari kayu Jaran atau kayu kuda (dolichandrone spathacea). Jenis Kayu ini banyak ditemukan di kebun, sawah, pinggir jalan, hingga kuburan. Kayu jaran bersifat agak lunak namun tahan rayap. Anggada, Putra Resi Subali, dalam pewayangan Anggada sering digambarkan sebagai kera berbulu merah. Kedok ini berwarna merah, proporsi mulut yang berupa moncong. Dibagian atasnya ada hiasan rambut dan sesuatu yang menyerupai aksesori kepala. Berperan sebagai senapati tentara wanara negara Kiskenda dalam pemerintahan yang dipimpin adik ayahnya Prabu Sugriwa.  

avatar
Desty Chartika
Gambar Entri
Kedok Bagong
Ornamen Ornamen
Jawa Barat

Kedok Punakawan Bagong ini hanya setengah wajah hingga menampilkan mulut pemainnya. Berfungsi memudahkan pemain memberikan selingan lucu/bodoran dalam cerita. Kedok, istilah yang dipakai untuk topeng Cirebon, pada umumnya terbuat dari kayu Jaran atau kayu kuda (dolichandrone spathacea). Jenis Kayu ini banyak ditemukan di kebun, sawah, pinggir jalan, hingga kuburan. Kayu jaran bersifat agak lunak namun tahan rayap. Punakawan sendiri pada umumnya mewarnai cerita dengan selingan-selingan yang menghibur. Tokoh Punawakan Cirebon: Semar (ayah punakawan), Gareng, Dewala, Cungkring, Bagong, Pegal Buntung, Ceblok, Wiradota, dan Sekar Pandan. Di kedok ini alis digambarkan tipis tersambung dan hidung berukuran kecil. Dalam pertunjukan, Bagong bersuara serak, kasar, dan menggunakan bahasa Sunda. Kedok Punakawan pada umumnya berwanda jenaka.  

avatar
Rizky Imania
Gambar Entri
Kedok Cungkring
Ornamen Ornamen
Jawa Barat

Kedok Punakawan Cungkring ini hanya setengah wajah hingga menampilkan mulut pemainnya. Berfungsi memudahkan pemain memberikan selingan lucu/bodoran dalam cerita. Kedok, istilah yang dipakai untuk topeng Cirebon, pada umumnya terbuat dari kayu Jaran atau kayu kuda (dolichandrone spathacea). Jenis Kayu ini banyak ditemukan di kebun, sawah, pinggir jalan, hingga kuburan. Kayu jaran bersifat agak lunak namun tahan rayap. Punakawan sendiri pada umumnya mewarnai cerita dengan selingan-selingan yang menghibur. Nama lain untuk Cungkring adalah Petruk. Nama Cungkring digunakan dalam Punakawan Cirebon 9, yaitu: Semar (ayah punakawan), Gareng, Dewala, Petruk/Cungkring, Bagong, Pegal Buntung, Ceblok, Bitarota/Wiradota, dan Sekar Pandan. Karena komik dan lain sebagainya, Cungkring/Petruk sendiri cukup populer di masyarakat Indonesia. Bagian yang sangat khas dari kedok Cungkring adalah hidungnya yang panjang dan kumis tipis diatas mulutnya. Dalam pertunjukan Cungkring adalah tokoh ya...

avatar
Rizky Imania
Gambar Entri
Kedok Curis
Ornamen Ornamen
Jawa Barat

Tokoh/karakter Punakawan Curis atau dikenal juga dengan nama “Sekar Pandan” atau kadang “Cemuris”. Kedok ini hanya setengah wajah hingga menampilkan mulut penggunanya. Berfungsi memudahkan pemain memberikan selingan lucu/bodoran dalam cerita. Kedok, istilah yang dipakai untuk topeng Cirebon, pada umumnya terbuat dari kayu Jaran atau kayu kuda (dolichandrone spathacea). Jenis Kayu ini banyak ditemukan di kebun, sawah, pinggir jalan, hingga kuburan. Kayu jaran bersifat agak lunak namun tahan rayap. Punakawan sendiri pada umumnya mewarnai cerita dengan selingan-selingan yang menghibur. Tokoh Punawakan Cirebon: Semar (tertua di punakawan), Gareng, Dewala, Cungkring, Bagong, Pegal Buntung, Ceblok, Wiradota, dan Sekar Pandan. Curis memanggil Semar dengan panggilan ‘pean’. Kedok ini menggambarakan kepala Curis yang kecil, dan biasa digambarkan dengan giginya dua buah. Ketika dengan kelengkapan senjata, senjata curis adalah sabit/arit. Kedok ini d...

avatar
Rizky Imania
Gambar Entri
Kedok Dorna
Ornamen Ornamen
Jawa Barat

Gambaran karakter wajah pria tua terlihat di kedok ini. Kedok, istilah yang dipakai untuk topeng Cirebon, pada umumnya terbuat dari kayu Jaran atau kayu kuda (dolichandrone spathacea). Jenis Kayu ini banyak ditemukan di kebun, sawah, pinggir jalan, hingga kuburan. Kayu jaran bersifat agak lunak namun tahan rayap. Cara memakainya dengan digigit. Di belakang wajah kedok bagian bawah, sejajar dengan bagian bibir bawah kedok, terdapat cangkem (lidah kedok), yang terbuat dari rautan bambu, kayu, atau kulit sepanjang kurang lebih dua centimeter. Bagian inilah yang digigit penari. Kedok “Dorna” ini sendiri bisa digunakan untuk tokoh lain yaitu “Aki-aki”. Di Wayang Wong Cirebon, terutama di Sanggar Sekar Pandan Cirebon, satu topeng bisa digunakan untuk beberapa tokoh tergantung cerita/lakon yang sedang dimainkan. Wajah tua sendiri menggambarkan Dorna, atau Drona, sebagai guru sepuh yang merupakan guru para Pandawa dan Kurawa. Kerutan menghiasi dahi, pipi, dan bag...

avatar
Rizky Imania