Golok ujung turun merupakan senjata tradisional Betawi yang memiliki ujung lancip. Golok ini biasanya menggunakan wafak (ukir) pada bilahnya serta terdapat ukiran hewan pada gagangnya. Gagang golok biasanya terbuat dari tanduk dengan tujuan agar beban golok menjadi ringan. Adapun gambar hewan yang diwafak digolok mencerminkan kepercayaan orang Betawi akan hewan yang dianggapnya keramat. Hewan yang paling difavoritkan adalah macan, misalnya ‘ golok Mat Item ’ yang juga berwafak gambar macan. Golok jenis ini sering dibawa dan diselipkan disarung oleh para jawara betawi. sumber: http://tradisi-tradisional.blogspot.com/2017/07/10-senjata-tradisional-betawi-jakarta.html #SBJ
Keroncong Kemayoran La la la la la la la laaa Laju laju perahu laju Jiwa manis indung disayang La la la la la la la laaa Laju sekali laju sekali ke Surabaya Belenong di pinggir kali Dengan Keroncong senang sekali La la la la la la la laaa Boleh lupa kain dan baju Jiwa manis indung disayang La la la la la la la laaa Janganlah lupa janganlah lupa kepada saya Keladi dalam almari Yang baik budi yang saya cari La la la la la la la laaa Boleh lupa kain dan baju Jiwa manis indung disayang La la la la la la la laaa Janganlah lupa janganlah lupa kepada saya Merpati terbang melayang Cinta sejati slalu terbayang Kedondong di atas peti Ini keroncong mohon berhenti Semogalah semua senang di hati Sumber: https://lirik.kapanlagi.com/artis/jakartabetawi/keroncong-kemayoran/ #SBJ
https://www.hipwee.com/wedding/intip-uniknya-tradisi-pernikahan-adat-betawi-siapa-tahu-jodohmu-orang-jakarta-asli/ Ngedelengin; pasangan yang sudah mantap untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan harus mempertemukan kedua belah pihak keluarga dan saling mengenalkan. Istilah lain masa perkenalan sebelum pernikahan dalam adat Betawi adalah ngedelengin yang jika diartikan berarti ‘melihat dengan seksama’. Jika kedua keluarga sudah merasa cocok, maka ditunjuklah dua orang dari pihak keluarga cowok untuk berperan sebagai mak comblang. Biasanya, mereka adalah encang (paman) dan encing (bibi). Nah, mak comblang ini lantas menggantungkan ikan bandeng di depan rumah si cewek sebagai tanda bahwa anak gadis di rumah ini sudah ada yang naksir. Pada saat ini pula, mak comblang menjadi juru bicara perihal kapan dan apa saja yang akan menjadi bawaan pada saat ngelamar. Ngedelengin versi lainnya juga bisa dilakukan siapa saja termasuk si cowok se...
https://www.hipwee.com/wedding/intip-uniknya-tradisi-pernikahan-adat-betawi-siapa-tahu-jodohmu-orang-jakarta-asli/ Malem mangkat; malam syukuran sebelum pernikahan dan mendoakan agar acara berjalan dengan lancar. Malam hari sebelum besoknya dilaksanakan akad nikah, si empunya hajat mengadakan semacam syukuran. Di Betawi, acara semacam ini disebut malem mangkat, atau midodareni di daerah Jawa. Tenda-tenda yang terpasang sebelum hari pesta pernikahan pun malamnya dipenuhi para tetangga yang berdatangan berbondong-bondong membawa ‘tentengan’ (khususnya para wanita atau ibu-ibu) yang berupa beras, mi telur, kue kering maupun basah, bahan makanan pokok, dan masih banyak lagi. Hal ini menjadi tambahan jamuan bagi empunya hajat, karena persediaan jamuan mereka menjadi berlimpah. Sedangkan kaum pria biasanya melek sampai malam. Pada malem angkat, calon mempelai cewek menyiapkan diri, baik mental maupun fisiknya.
https://www.hipwee.com/wedding/intip-uniknya-tradisi-pernikahan-adat-betawi-siapa-tahu-jodohmu-orang-jakarta-asli/ Di puade; kedua mempelai duduk di pelaminan untuk menyambut para tamu, dilanjutkan dengan kebesaran yang merupakan acara perayaan. Setelah upacara pemberian seserahan dan akad nikah, mempelai cowok membuka cadar yang menutupi wajah mempelai cewek untuk memastikan apakah benar mempelai tersebut adalah cewek pilihannya. Kemudian mempelai cewek mencium tangan mempelai cowok. Selanjutnya, keduanya diperbolehkan duduk bersanding di puade (pelaminan). Lantas mempelai cowok memberikan sirih dare kepada mempelai cewek sebagai lambang cinta kasih. Biasanya di dalam sirih diselipkan uang sebagai uang sembah. Pada saat inilah dimulai rangkaian acara yang dikenal dengan acara kebesaran. Adapun upacara tersebut ditandai dengan tarian kembang Jakarta untuk menghibur kedua mempelai, lalu disusul dengan pembacaan doa yang berisi wejangan untuk kedua mempelai dan kelua...
Pangeran Sarif adalah salah seorang ulama di Betawi. Ia terpaksa menyingkir keluar dari Jayakarta setelah Jayakarta dikuasai Kompeni Belanda. Bersama para ulama dan kekuatan lain yang menentang Kompeni Belanda, Pangeran Sarif menyusun kekuatan secara sembunyi-sembunyi. Ia sangat membenci penjajahan manusia atas manusia lainnya seperti yang dilakukan Kompeni Belanda terhadap bangsanya. Pangeran Sarif yakin, suatu saat kekuatan Kompeni Belanda akan dapat diusir dari Jayakarta. Dalam pengungsiannya, Pangeran Sarif tetap aktif menyebarkan agama Islam. Ia memberikan pelajaran menulis huruf Arab dan membaca Al Qur’an. Dengan ketinggian ilmu agama yang dimilikinya, Pangeran Sarif juga menjelaskan makna dan tafsir ayat-ayat Al Qur’an tersebut. Penjelasannya disampaikannya dalam bahasa sederhana yang kerap diselingi dengan humor hingga dapat ditangkap dengan mudah oleh murid-muridnya. Kian bertambah hari kian banyak saja orang yang datang kepada Pangeran Sarif dan meminta men...
Bahan-bahan 1/2 kg terong ungu 3 buah cabe merah TW 1 ons cabe rawit 1 ruas kunyit 3 siung bawang merah 3 siung bawang putih 1 buah tomat merah 1 ruas lengkuas 1/2 ruas jahe digeprek 1 ruas serai 1 bungkus merica bubuk 1 jumput bawang goreng 2 buah santan kara 4 sendon makan Kecap manis secukupn...
Bahan-bahan 1 bks nutrijel plain 15 g 3 sdm gula pasir 1 sachet santan instan 700 ml air 1 sdm biji selasih es batu Sirup rasa nata de coco Langkah 1. Siapkan semua bahan 2. Hancurkan es batu...
Bahan-bahan 1 bungkus Nutrijell plain / rasa apa saja 700 ml air 5 sdm gula pasir 7 sdm santan kental 2 sdm skm Bahan kuah es Secukupnya sirup melon Secukupnya skm Secukupnya gula pasir Secukupnya nata de coco Secukupnya es batu Langkah 1. Campur nutrijell dengan gula, santan, dan tambahkan sedikit demi sedikit air sambil diaduk hingga larut,...