Egrang atau jangkungan adalah galah atau tongkat yang digunakan seseorang agar bisa berdiri dalam jarak tertentu di atas tanah. Egrang berjalan adalah egrang yang diperlengkapi dengan tangga sebagai tempat berdiri, atau tali pengikat untuk diikatkan ke kaki, untuk tujuan berjalan selama naik di atas ketinggian normal. Di dataran banjir maupun pantaiatau tanah labil, bangunan sering dibuat di atas jangkungan untuk melindungi agar tidak rusak oleh air, gelombang, atau tanah yang bergeser. Jangkungan telah dibuat selama ratusan tahun[1]. Egrang di Indonesia biasa dimainkan ataupun dilombakan saat peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus. Egrang dengan versi lain juga dimainkan pada saat upacara sunatan.
ongkak adalah suatu permainan tradisional yang dikenal dengan berbagai macam nama di seluruh Indonesia. Biasanya dalam permainan, sejenis cangkang kerang digunakan sebagai biji congklak dan jika tidak ada, kadangkala digunakan juga biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan. Cara Bermain: Permainan congklak dilakukan oleh dua orang. Dalam permainan mereka menggunakan papan yang dinamakan papan congklak dan 98 (14 x 7) buah biji yang dinamakan biji congklak atau buah congklak. Umumnya papan congklak terbuat dari kayu dan plastik, sedangkan bijinya terbuat dari cangkang kerang, biji-bijian, batu-batuan, kelereng atau plastik. Pada papan congklak terdapat 16 buah lobang yang terdiri atas 14 lobang kecil yang saling berhadapan dan 2 lobang besar di kedua sisinya. Setiap 7 lobang kecil di sisi pemain dan lobang besar di sisi kananya dianggap sebagai milik sang pemain. Pada awal permainan setiap lobang kecil diisi dengan tujuh buah biji. Dua orang pemain yang berhadapan,...
Keris adalah senjata tikam golongan belati (berujung runcing dan tajam pada kedua sisinya) dengan banyak fungsi budaya yang dikenal di kawasan Nusantara bagian barat dan tengah. Bentuknya khas dan mudah dibedakan dari senjata tajam lainnya karena tidak simetris di bagian pangkal yang melebar, seringkali bilahnya berkelok-kelok, dan banyak di antaranya memiliki pamor (damascene), yaitu terlihat serat-serat lapisan logam cerah pada helai bilah. Jenis senjata tikam yang memiliki kemiripan dengan keris adalah badik. Senjata tikam lain asli Nusantara adalah kerambit. Pada masa lalu keris berfungsi sebagai senjata dalam duel/peperangan,[1] sekaligus sebagai benda pelengkap sesajian. Pada penggunaan masa kini, keris lebih merupakan benda aksesori (ageman) dalam berbusana, memiliki sejumlah simbol budaya, atau menjadi benda koleksi yang dinilai dari segi estetikanya. Penggunaan keris tersebar pada masyarakat penghuni wilayah yang pernah terpengaruh oleh Majapahit, seperti Jawa, Ma...
Ongol-Ongol adalah salah satu makanan ringan tradisional di Daerah Jawa Barat, Indonesia . Bahannya antara lain terdiri dari tepung sagu aren kering (bahan utama), air, gula Jawa , daun pandan , kelapa dan garam .
Bajigur adalah minuman tradisional khas masyarakat Sunda dari daerah Jawa Barat , Indonesia . Bahan utamanya adalah gula aren dan santan . Untuk menambah kenikmatan dicampurkan pula sedikit jahe , garam , dan bubuk vanili . Minuman yang disajikan hangat ini biasa dijajakan bersama Bandrek , kacang rebus, ubi rebus, klepon , dan lain sebagainya dalam satu gerobak. Dalam penyajiannya, kadangkala ditambah dengan sedikit kolang-kaling (atau biasa disebut cangkaleng dalam Bahasa Sunda ) yang diiris tipis. Bajigur paling pas untuk dinikmati kala hujan ataupun cuaca dingin.
Bandrék adalah minuman tradisional orang Sunda dari Jawa Barat , Indonesia , yang dikonsumsi untuk meningkatkan kehangatan tubuh . Minuman ini biasanya dihidangkan pada cuaca dingin, seperti di kala hujan ataupun malam hari . Bahan dasar bandrék yang paling penting adalah jahe dan gula merah , tetapi pada daerah tertentu biasanya menambahkan rempah-rempah tersendiri untuk memperkuat efek hangat yang diberikan bandrék, seperti serai , merica , pandan , telur ayam kampung , dan sebagainya. Susu juga dapat ditambahkan tergantung dari selera penyajian. Banyak orang Indonesia percaya bahwa bandrék dapat menyembuhkan berbagai penyakit ringan seperti sakit tenggorokan , batuk , dan lain sebagainya. Di Bandung , biasanya penjual menambahkan sejumput kerukan kelapa untuk...
Karedok atau keredok adalah salah satu makanan khas Sunda di Indonesia . Karedok dibuat dengan bahan-bahan sayuran mentah antara lain; mentimun , taoge , kol , kacang panjang , daun kemangi , dan terong . Sedangkan sausnya adalah bumbu kacang yang dibuat dari cabai merah, bawang putih , kencur , kacang tanah , air asam , gula jawa , garam , dan terasi .
Kolontong adalah Makanan Khas Indonesia Yang berasal dari Daerah Sunda Jawa Barat Makanan ini akan dapat kita Jumpai Didaerah Banten , Cianjur , Sukabumi , Bandung Dan Daerah Lainnya di Jawa Barat Selain Rasanya yang Manis dan Renyah Kolontong juga bisa dijadikan makanan Snack sebagai teman untuk minum kopi. Biasanya masyarakat Sunda membuat Kolontong disaat hari-hari besar Seperti Lebaran , Hajatan , Dan acara-acara lainnya, walaupun terbilang langka Kolontong ini harganya masih relatif terjangkau.
Kupat tahu adalah makanan tradisional Indonesia yang berbahan dasar ketupat , tahu yang telah digoreng, dan juga bumbu kacang . Lontong dapat juga digunakan sebagai pengganti ketupat. Ada banyak jenis kupat tahu, namun yang terkenal ialah yang berasal dari Singaparna dan Magelang , perbedaannya terletak pada bumbu dan pelengkap, jika pada versi Magelang terdapat irisan kol dan bakwan , tetapi pada versi Singaparna terdapat tauge yang telah direbus.