jawa tengah
3.394 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Legenda penjaga Dieng, Kiai Kolodete di-Islamkan Sunan Kalijaga
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Salah satu legenda yang terkenal di Dieng adalah mengenai Kiai Kolodete. Namun, cerita mengenai Kiai Kolodete memiliki banyak versi. Salah satu versinya diperoleh wartawan  merdeka.com , Mardani, dari tokoh pemuda dan budaya Dieng, Alif Fauzi (38). Menurutnya, Kiai Kolodete adalah seorang resi Hindu penguasa Dieng yang akhirnya memilih masuk Islam. Kiai Kolodete adalah salah satu penjaga Dieng. Dia menjaga wilayah tengah Dieng. Selain Kiai Kolodete, ada empat orang lainnya yang ditugaskan oleh para walisongo untuk menjaga ke-Islaman masyarakat Dieng saat itu. Empat orang itu adalah; Kiai Karim yang bertugas menjaga Dieng wilayah selatan, Kiai Ageng Selo Manik yang bertugas menjaga Dieng wilayah timur, Kiai Ageng Mangku Yudho yang bertugas menjaga Dieng wilayah barat, dan Kiai Walik yang bertugas menjaga Dieng wilayah utara. "Makam mereka ada beberapa di sekitar sini. Di barat Desa Karang Tengah ada makamnya Ki Ageng Mangku Yudho, dan Kiai Walik ma...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Ritual Pendem Wedus Kendit
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Bulan Syura merupakan bulan yang penting bagi warga adat di Dataran Tinggi Dieng. Pada bulan ini di dataran Tinggi Dieng digelar sejumlah tradisi yang diantaranya adalah ritual menanam kepala dan kaki kambing hingga kirab keliling kampung selama tujuh hari tiap malam jum’at. Bagaimana dan seperti apa prosesi tersebut berlangsung, itulah yang akan Arsip Budaya Nusantara paparkan dalam postingan kali ini. Selamat menyimak… Diawali dengan mencari kambing dengan ciri-ciri tertentu, warga adat di Dataran Tinggi Dieng bersiap untuk menggelar prosesi upacara yang rutin dilaksanakan di bulan Syura yakni ritual pendem kepala dan kaki kambing. Kambing yang digunakan untuk ritual ini memang harus kambing khusus yaitu kambing yang memiliki warna bulu hitam dengan bulu bergaris putih melintang di tubuhnya yang oleh masyarakat setempat disebut sebagai wedus kendit. Setelah ciri-ciri kambing seperti di atas ditemukan maka, barulah kemudian hari di mana ritual tersebut ditentuk...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Kitab Sasangka Djati
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Sasangka Djati adalah sebuah buku bertahun 1932 karya R. Soenarto Mertowardojo yang bertalian erat dengan pandangannya terhadap dunia materil. Dalam sikap hidup ini pakhde Narto membagi pandangannya dalam 3 unsur, yaitu distansi, konsentrasi dan representasi. a. Distansi   Menurut pakhde, pengertian distansi disini adalah manusia mengambil jarak terhadap dunia sekitarnya, baik dalam aspek materil maupun spirituil. Meskipun begitu, distansi disini tidak dicari untuk distansi itu sendiri, melainkan sebagai jembatan penghubung bagi manusia agar dapat menemukan dirinya sendiri. Semacam tolak ukur kesadaran bagi manusia. Karena segala sesuatu dalam dunia (suka, duka, bahagia, sengsara) ini mengeruhkan kesadaran. Oleh karena itu manusia harus mengambil jarak terhadap dunia dan segala hal ihwalnya. Lebih mudahnya, jika manusia ingin mempunyai arti dalam dunia, maka terlebih dahulu dia harus merenungkan tentang dunia itu. Distansi sendiri punya anak sikap yang tak b...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Keraton Surakarta Hadiningrat
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Tahun 1742 terjadilah pemberontakan yang dilakukan oleh orang-orang Cina yang dipimpin oleh Raden Mas Garendi di Kartasura dan berhasil menduduki Kraton Kartasura. Raden Mas Garendi adalah putra Pangeran Teposono, sedangkan Pangeran Teposono adalah putra Susuhunan Amangkurat II (Amangkurat Amral). Pemberontakan di Kartasura ini dikenal dengan peristiwa  Geger Pacinan  atau  bedah nya Kraton Kartasura atau awal jatuhnya Kraton Kartasura. Ketika para pemberontak menduduki Kraton Kartasura yang ketika itu diperintah oleh Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Paku Buwono II, Susuhunan Paku Buwono II berikut pengawal dan  abdi dalem  yang setia, mengungsi ke Ponorogo, Jawa Timur. Setelah Raden Mas Garendi berhasil menduduki Kraton Kartasura dikenal dengan nama atau sebutan Sunan Kuning atau Sunan Amangkurat V. Disebut Sunan Kuning, karena Mas Garendi memimpin orang-orang Cina yang berkulit kuning yang memberontak.   Susuhunan Paku Buwono II berhasil merebu...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Pura Pakualaman
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Pura Pakualaman merupakan yang termuda dari keempat kraton yang berada di Jawa Tengah. Seperti halnya dengan sub-wilayah Mangkunegaran di Solo, yang didirikan oleh dinasti Paku Buwono yang lebih muda, Pakualaman adalah kerajaan terpisah di dalam wilayah kekuasaan Yogyakarta. Walaupun terpisah dan merdeka mereka tetap mengakui kesenioran Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.   Pemerintah kolonial Inggris banyak berperan dalam membangun Pura Pakualaman. Masa pemerintahan Inggris yang singkat di Hindia Belanda (1811-1815) terjadi pada saat timbulnya anti-kedatangan penjajah di kerajaan Yogyakarta dan Surakarta. Dengan harapan agar kekuatan Kraton Yogyakarta melemah, Gubernur Inggris, Thomas Stamford Raffles, menggunakan kesempatan untuk turut campur dalam pertikaian yang berkepanjangan antara Hamengku Buwono II, pemimpin gerakan anti-kolonial, dan anaknya, Hamengku Buwono III. Raffles, kemudian menyerang Kraton Yogyakarta, dan dengan bantuan paman Sultan, Pangeran Natakusuma,...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Benteng Vastenburg
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Dulu, bangunan ini bernama  De Grootmoedigheid  (= “Sombong”). Bangunan ini merupakan bangunan peninggalan Belanda yang didirikan oleh Gubernur Jenderal Gustaf Willem Van Imhoff pada tahun 1745 sebagai benteng pertahanan di wilayah Jawa Tengah. Ketika masih bernama  De Grootmoedigheid,  bangunan benteng masih kecil. Pada tahun 1775 benteng lama tersebut diganti dengan benteng baru yang lebih besar yaitu “Vastenburg” (= “Benteng Kuat”).   Keadaan benteng dahulu merupakan benteng, yang berkaitan dengan Kantor Gubernur Belanda (sekarang Balaikota Surakarta), yang dimungkinkan bahwa daerah tersebut adalah daerah pusat Kota Surakarta atau yang lebih dikenal dengan nama Kota Solo.   Kondisi benteng ini dikelilingi oleh dinding batu bata setinggi 6 meter, dan parit yang dalam serta lebar dengan penghubung berupa jembatan gantung untuk menuju ke pintu gerbang benteng, yang menghadap ke barat di mana sekaran...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Hantu Wewe Gombel
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

 Di Semarang dan Jawa Tengah berkembang mitos adanya hantu dengan sebutan Wewe Gombel. Di daerah lain dikenal dengan nama Kolong Wewe. Menilik namanya, Wewe Gombel adalah hantu "pribumi" Semarang. Kita mulai pencarian sejarah lahirnya mitologi itu dengan mengunjungi sebuah bukit di Semarang bernama Gombel. Kawasan ini sangat dikenal. Jika kita menuju Semarang atas dari kota bawah, dipastikan kita melewati Jalan Setiabudi atau Gombel Baru dari arah Pasar Jatingaleh dan dari Jalan Setiabudi, menuju Jatingaleh melintasi Jalan Gombel Lama. Jalan itu sesungguhnya adalah lereng bukit bernama Gombel. Di puncak bukit itu, berdiri sebuah bangunan besar yang sekarang kosong. Bangunan itu adalah bekas Hotel Sky Garden. Begitu rimbunnya pepohonan, bangunan itu tak bisa dilihat. Untuk menuju ke bangunan itu, kita bisa melewati sebuah gapura berbentuk Candi. Hingga menemukan palang besi sebagai akses masuk. Saat ini bangunan dua lantai itu terkesan kurang terawat. Selain karena b...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Hantu Tuyul
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Tuyul  (bahasa Jawa: thuyul) dalam mitologi Nusantara, terutama di Pulau Jawa, adalah makhluk halus berwujud anak kecil atau orang kerdil dengan kepala gundul. Penggambaran lainnya yang tidak disepakati semua orang adalah k ulit berwarna keperakan, bersifat sosial (dalam pengertian memiliki masyarakat dan pemimpin), serta bersuara seperti anak ayam. Tuyul dapat dipekerjakan oleh seorang majikan manusia untuk alasan tertentu, terutama mencuri (uang). Untuk menangkal tuyul, orang memasang yuyu di sejumlah sudut rumah karena tuyul dipercaya menyukai yuyu sehingga ia lupa akan tugas yang dibebankan pemiliknya. Kejadian tuyul dipercaya berasal dari janin orang yang keguguran atau bayi yang mati ketika lahir. Karena berasal dari bayi, karakter tuyul juga seperti anak-anak: gemar bermain (seperti laporan orang melihat sejumlah tuyul bermain pada tengah malam, dsb.) Mantra Tuyul Caranya pertama: Kita cari tanggal kematian dari seorang bayi yang meninggal dalam kandu...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Hantu Jenglot
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Jenglot adalah figur berbentuk manusia yang berukuran kecil (sekitar 10-17 cm), berkulit gelap dengan tekstur kasar (seperti mumi), berwajah seperti tengkorak dan bertaring mencuat, serta memiliki rambut dan kuku yang panjang. Jenglot ditemukan di beberapa wilayah di nusantara, misalnya Jawa, Kalimantan,dan Bali. Jenglot dipercaya memiliki kekuatan mistis dan memakan darah manusia. Masyarakat Indonesia meyakini jenglot sebagai makhluk yang memiliki kekuatan mistik dan dapat mengundang bencana. Secara sosio realistis jenglot merupakan binatang yang sangat lambat dalam bergerak hingga tak mungkin dapat bertahan hidup lama, jenglot hidup di hutan belantara penuh dengan pohon raksasa tempat persembunyiannya. jenglot hanya mampu keluar dimalam hari karena tak ada binatang buas dan manusia yang akan mengganggunya dan menyebabkan kepunahan. Dan dalam mitos jenglot dianggap memiliki kesaktian/kekuatan mistis seumpama dewa wisnu dengan sakti garuda dan siwa dengan sakti lembu (sakti=wahana...

avatar
Deni Andrian