Seorang bernyanyi sambil bekerja atau sambil berjalan. sumber: https://www.museum-nias.org/tarian-musik/
Seorang bayi digendong dan diayun dengan nyanyian sederhana (solo). sumber: https://www.museum-nias.org/tarian-musik/
Lagu atau nyanyian hiburan secara umum baik dalam keadaan sedih maupun gembira atau bahagia. sumber: https://www.museum-nias.org/tarian-musik/
Nyanyian hiburan. sumber: https://www.museum-nias.org/tarian-musik/
Nyanyian untuk mengekspresikan kesedihan dan penderitaan (solo). Sumber: https://www.museum-nias.org/tarian-musik/
Nyanyian hiburan untuk orang yang berduka. Dinyanyikan oleh minimal 5 orang penyanyi. Sumber: https://www.museum-nias.org/tarian-musik/
Biasanya dipakai di ladang, terdiri dari 4 kayu yang berbeda nadanya. Ini biasanya di tempatkan di atas lutut seorang yang sedang duduk dan dimainkan dengan menggunakan tongkat pendek. Sebuah versi yang lebih canggih dapat digunakan di mana kayu-kayu itu ditempatkan pada tempat berdiri khusus. Di selatan, alat musik ini dikenal sebagai Doli Doli Hagita. Sumber: https://www.museum-nias.org/tarian-musik/
Satu batang kayu (laore, bayo, bui) kira-kira 1,3 m panjang. Bagian bawah dipahat seperti siku yang memanjang. Ujung yang satu digantung dengan tali seperti bue , ujung lain dipegang, diputar-putar dan dipukul, sehingga menghasilkan 3 nada. Memainkan alat musik ini mengingatkan nasehat "Möli-möli" dari orang tua. Sumber: https://www.museum-nias.org/tarian-musik/
Alat musik dengan satu tali yang digesek. Musik ini di bunyikan sambil bernyanyi dengan tujuan untuk menyampaikan keluh kesah si pemain. Sumber: https://www.museum-nias.org/tarian-musik/