bali
2.207 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Seni Wayang Banjar
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Kalimantan Selatan

Buku ini membahas tentang salah satu budaya bangsa, untuk meningkatkan penyebarluasan informasi mengenai budaya bangsa melalui Album Seni Wayang Banjar kepada masyarakat, sebagai salah satu upaya memperluas cakrawala budaya. Dengan dipilihnya wayang Banjar sebagai objek tulisan dalam buku ini, diharapkan wayang yang belum banyak dikenal oleh masyarakat luas akan lebih memasyarakat sehingga orang yang selama ini lebih mengenal wayang sebagai produk budaya Jawa, Bali, dan Sunda akan mengetahui bahwa etnis Banjar juga memiliki wayang sebagai salah satu hasil budaya masyarakat tersebut.   Sumber:  Mujiyat, Mujiyat  and  Sondari, Koko  (2002)  Album wayang kulit Banjar.  Direktorat Tradisi dan Kepercayaan, Jakarta. http://repositori.kemdikbud.go.id/8166/

avatar
Monica91
Gambar Entri
Dwijendra Tattwa
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Di bawah pemerintahan raja yang kedua Batu Renggong, di Bali menetap seorang pertapa yang sakti, yaitu Mpu Nirartha dan di sana menjadi padiksyan Batu Renggong. Dengan pengangkatan ini barulah benar-benar tiba zaman yang amat makmur, baik di bidang kebandaan maupun di bidang politik dan kesusasteraan (1974: 148). Kalimat terakhir yang dituliskan oleh Dr. Berg di atas menjelaskan peranan penting kehadiran Dh. Nirartha di Bali, khususnya di zaman ke.emasan kerajaan Bali di bawah pemerintahan Raja Batu Renggong (Watu Renggong). Peranan tersebut mencakup peranan dalam bidang pembinaan dan pengembangan agama dan kesusasteraan. Dua bidang yang tampaknya merupakan tugas dan tanggung jawab seorang purohita/padiksyan atau pendeta kerajaan. Dengan demikian penelitian yang dilakukan terhaoap berbagai hal yang berkaitan dengan Dh. Nirartha (dh. Dwijendra) tampaknya sangat perlu dilakukan. Naskah (rontal) Dwijendra Tattwa yang merupakan koleksi pustaka lontar Universitas Udayana Denpasar dengan...

avatar
Monica91
Gambar Entri
Paguyuban Keluarga Putra Bali di Yogyakarta
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Keberadaan berbagai paguyuban atau perkumpulan kedaerahan yang banyak tersebar di kota besar di Indonesia tidak terlepas dari kemajemukan bangsa Indonesia. sebagai akibat dari pembangunan di berbagai bidang, seperti transportasi, teknologi dan informasi yang semakin tinggi intensitasnya ternyata mampu memacu perkembangan perkumpulan daerah atau paguyuban sebagai kelompok sosial tertentu dalam masyarakat yang tak terpisah dari kesatuan masyarakat perkotaan setempat. Paguyuban kedaerahan adalah perkumpulan yang anggota-anggotanya berasal dari satu daerah yang sama. Atau dapat juga berdasarkan pada kesamaan etnis. Oleh sebab itu, dalam perkembangannya paguyuban ini pun lebih mengetengahkan fungsi aktif dan peran bagi para anggotanya yang berpatisipasi aktif karena terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan ekonomi, sosial, serta jatidiri di dalam suatu kelompok masyarakat yang lebih luas dan heterogen. Dengan demikian, setiap paguyuban setidaknya berusaha menyiasati berbagai hubungan sosial yang...

avatar
Monica91
Gambar Entri
Bunga Rampai Budaya Minangkabau: Seni, Teknologi Tradisional, dan Hubungan Antarbudaya
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

Indonesia kaya dengan seni tradisi, adalah suatu hal yang tak terbantahkan. Kekayaan itu berupa tari, lagu, teater dan seni lainnya. Bentuk negara yang merupakan negara kesatuan dan terdiri dari berbagai suku bangsa, menunjang semua itu karena masing-masing suku bangsa memiliki seni tradisinya sendiri Setiap seni tradisi yang dimiliki suku bangsa-suku bangsa itu adalah khas dan unik seni tradisi yang dimiliki suku bangsa Jawa berbeda dengan seni tradisi Sunda atau Betawi. Begitupun dengan seni tradisi Batak atau Minangkabau yang berbeda dengan seni tradisi Bugis, Makassar atau Papua, dan masih banyak lagi mengingat jumlah suku bangsa yang ada di Indonesia diperkirakan mencapai kurang lebih lima ratus suku bangsa. Seni tradisi yang beraneka ragam itu tidak hanya dikenal oleh masyarakat pendukungnya tetapi telah 'merambah' ke seluruh nusantara bahkan mancanegara. Sebut saja beberapa diantaranya seni tradisi berupa tari, seperti tari srimpi dan bedhaya dari Jawa, pendet dan ke...

avatar
Monica91
Gambar Entri
Ikatan Keluarga Minang Saiyo di Denpasar
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

Salah satu kota yang menjadi tujuan para perantau adalah Denpasar. Di samping sebagai ibukota Bali, Denpasar merupakan kota wisata internasional. Hal itu telah merangsang orang berbagai etnis datang dan mencoba mengadu nasib di tempat tersebut. Mereka dengan sistem pengetahuannya baik dalam bidang jasa maupun industri mencoba menanggapi kedatangan para wisatawan. Beradanya suatu etnis di daerah perantauan bukan berarti hanya merupakan sekumpulan orang-orang yang tersebar di tanah rantau, tetapi mereka sebagai mahluk sosial tentu juga mengaktualisasikan budaya yang dimilikinya. Oleh karena itu orang-orang yang tinggal di daerah rantau ini biasanya membentuk suatu kelompok-kelompok seetnis atau sedaerah guna memenuhi kebutuhan psikologis mereka.   Sumber:  http://repositori.kemdikbud.go.id/7725/

avatar
Monica91
Gambar Entri
Naskah Bali "Kidung Megat Kung"
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Kidung Megat Kung merupakan salah satu bukti bagi masyarakat Bali dan sebagai cermin dari budaya tradisional Bali, walaupun kidung ini belum begitu terkenal bagi pecinta sastra Bali tetapi dari segi isi dan mutu tidak kalah bila dibandingkan dengan kidung atau geguritan yang lainnya. Di dalam Kidung Megat Kung ini tercermin tentang kehidupan pengarang yang menyatakan bahwa dirinya tiada arti di dunia ini karena hidup penuh dengan penderitaan. Disamping itu pula karya bukan saja ditujukan kepada dirinya sendiri melainkan juga untuk orang lain dari semenjak lahir. Bila hal ini kita simak betapa kehebatan pengawi pada waktu itu, dalam keadaan menderita mereka marnpu menciptakan sebuah karya sastra yang bernilai.   Sumber:  http://repositori.kemdikbud.go.id/7792/

avatar
Monica91
Gambar Entri
Konvensi Budaya dan Nilai Naskah Bali "Kidung Kaki Tuwa"
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Tulisan ini akan mencoba menyingkap keberadaan satu di antara sekian banyaknya karya sastra Bali. Karya sastra yang akan disingkap dan dikaji ini adalah jenis sastra kidung yaitu Kidung Kaki Tuwa. Dipilihnya Kidung Kaki Tuwa (selanjutnya disingkat KKT) sebagai objek kajian analisis, bukan berarti bahwa KKT ini lebih berbobot dari segi makna, nilai dan fungsi dibandingkan dengan kidung-kidung lain dan juga naskah kakawin atau pun naskah geguritan. Kakawin dan geguritan sudah sering ditulis orang, sedang kidung baru sedikit yang sudah diteliti. Untuk mengulas semua jenis sastra kidung yang ada lagi ditambah dengan sastra kakawin dan sastra geguritan, memerlukan waktu yang cukup lama di samping biaya yang amat besar.   Sumber:  http://repositori.kemdikbud.go.id/7791/

avatar
Monica91
Gambar Entri
Kepemimpinan dalam Naskah Bali "Tata Nagara Mantricasana"
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Proyek penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal Kebudayaan telah mengkaji dan menganalisis naskah-naskah lama di antaranya naskah kuno daerah Bali yang berjudul Tata Negara Mantricasana yang berisi tentang nasehat-nasehat dari unsur pendidikan serta pantangan-pantangan yang harus diketahui, dipahami oleh seorang pemimpin. Nilai-nilai yang terkandung di dalam naskah ini adalah nilai keperwiraan, kesederhanaan, budi pekerti, kesetiakawanan sosial dari lain-lain yang pada hakekatnya nilai-nilai tersebut dapat menunjang pembangunan, baik fisik maupun spirituil.   Sumber:  http://repositori.kemdikbud.go.id/7842/

avatar
Monica91
Gambar Entri
Ayam suir sere bali
Makanan Minuman Makanan Minuman
Bali

Bahan-bahan   1 pasang  dada ayam,rebus tiriskan lalu suir2 2 genggam  bawang merah,iris halus (sesuai selera,lbh banyak lbh enak) 30 batang  sere ambil bagian putihnya aja,rajang halus (lebih banyak makin enak) 5  jeruk limau Minyak kelapa dan minyak goreng biasa 1:1 (untuk menumis) Masako Garam Bumbu halus•••• 5  cabe merah 1 genggam  cabe rawit (sesuai selera) 1/2 sdt  ketumbar Trasi Kunyit...

avatar
Deni Andrian