Gendang Tabuik Gendang Tabuik menyerupai bangunan bertingkat tiga terbuat dari kayu, rotan, dan bambu dengan tinggi mencapai 10 meter dan berat sekitar 500 kilogram. Pada bagian bawah Tabuik berbentuk badan seekor kuda besar bersayap lebar dan berkepala “wanita” cantik berjilbab. Kuda gemuk itu dibuat dari rotan dan bambu dengan dilapisi kain beludru halus warna hitam dan pada empat kakinya terdapat gambar kalajengking menghadap ke atas. Gandang Tabuik bisa dibilang paling fenomenal yang hanya ada di Sumatera Barat (Sumbar). Salah satu yang menyebabkannya, alat musik ini dibuat dengan dana hingga puluhan juta rupiah. Bagaimana cara memainkannya? Cara memainkan Gandang Tabuik ini umumnya diangkat secara bersama-sama oleh 50 orang. Dan untuk mengangkatnya maka dibuatkan 4 buah balok bersilang dengan panjang sekitar 10 meter di bagian bawah Gandang Tabuik ini. https://www.silontong.com/2017/12/07/alat-musik-tradisional-sumatera-...
Tari Gandrung dilakukan sebagai manifestasi rasa syukur rakyat setelah panen. Kata "Gandrung" didefinisikan sebagai "terpesonanya" masyarakat Blambangan (nama lain dari Banyuwangi) agraris untuk Dewi Sri sebagai Dewi Padi dan Sawah serta Dewi Pertanian yang membawa kemakmuran bagi masyarakat. Bahkan, Banyuwangi sering dijuluki Kota Gandrung. Tarian ini dilakukan berpasangan antara wanita (penari gandrung ) dan pria (pemaju) yang dikenal sebagai "paju" . Tari Gandrung dibagi menjadi beberapa tarian, yaitu Jejer Gandrung, Paju Gandrung, Seblang Lukinto, Seblang Subuh, Gandrung Dor, Gandrung Marsan, Gama Gandrung dan Jaripah. Beberapa pembagian tersebut dibagi berdasarkan babak pertunjukan, musik atau yang sifatnya dramatis dan mistis. Dalam pertunjukannya, diiringi dengan musik khas, yaitu Gamelan Osing. Dan Tari Gandrung sering dipentaskan di acara-acara khitanan, pernikahan, pethik laut, tujuh...
Prosesi pernikahan adat merupakan salah satu tradisi dan budaya yang hingga kini masih dilaksanakan di masing-masing daerah. Salah satunya adalah prosesi pernikahan adat Palembang yang dilaksanakan berdasarkan budaya dan aturan yang berlaku di daerah Palembang. Persiapan Menjelang Akad Nikah Ada beberapa ritual yang harus dilakukan oleh calon pengantin yang dipercaya bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan pengantin wanita. Ritual tersebut adalah Betangas atau mandi uap, Bebedak , dan Bepacar . Bepacar atau memakaikan inai ke kuku tangan dan kaki, serta telapak tangan dan kaki, merupakan tradisi yang dipercaya memiliki kekuatan magis mengusir makhluk halus dan memberi kesuburan bagi mempelai wanita. Untuk calon pengantin wanita, ritual harus dilakukan di dalam kamar, sementara untuk calon pengantin pria cukup di dalam rumah. Setelah ketiga ritual tadi, dilakukan Mandi Bersih, seperti layaknya Siraman dalam tradisi Jawa, yang berarti menyucikan calon pengantin. sum...
Marasek Dalam adat Minang, penjajakan untuk menentukan pasangan hidup disebut dengan maresek . Sesuai dengan sistem kekerabatan matrilineal (hubungan keturunan melalui garis kerabat wanita), kunjungan dilakukan oleh pihak keluarga wanita. Utusan keluarga bertugas mencari tahu, apakah pemuda yang dituju cocok dan berminat menikahi si gadis. Prosesi ini bisa berlangsung beberapa kali. sumber :https://www.weddingku.com/blog/pernikahan-adat-ranah-minang
Maminang, Batimbang Tando (Bertukar Tanda) Setelah ada kata sepakat, keluarga calon mempelai wanita kembali datang untuk meminang. Proses bertukar tanda pun dilaksanakan. Lazimnya rombongan keluarga calon mempelai wanita membawa hantaran. Terutama sirih pinang yang ditata dalam carano . Hal itu bermakna apabila tersisip kekurangan saat kunjungan tidak akan menjadi bahan gunjingan di belakang hari. Selanjutnya adalah batimbang tando atau batuka tando (bertukar tanda) berupa benda-benda pusaka yang memiliki nilai sejarah bagi keluarga. sumber :https://www.weddingku.com/blog/pernikahan-adat-ranah-minang
Mahanta Siriah Kini tibalah calon mempelai pria menyampaikan kabar gembira untuk sanak-saudara, mengenai tanggal pernikahannya. Sekaligus memohon doa restu. Pada saat itu, calon mempelai pria membawa selapah berisi daun nipah dan tembakau (kini rokok). Hal serupa pun dilakukan calon mempelai wanita, diwakili oleh kerabat wanita yang sudah berkeluarga dengan cara mengantar sirih lengkap. Biasanya keluarga yang didatangi akan memberikan bantuan untuk ikut memikul beban dan biaya pernikahan sesuai kemampuan. sumber :https://www.weddingku.com/blog/pernikahan-adat-ranah-minang
Babako-Babaki Selain memberikan doa restu ayah calon mempelai wanita ( bako ) biasanya ikut memikul biaya sesuai kemampuan. Acara ini berlangsung beberapa hari sebelum akad nikah. Mereka datang membawa berbagai macam hantaran. Selaras tradisi, calon mempelai wanita dijemput untuk mendapat petatah-petitih (nasihat) di rumah keluarga pihak ayah. Keesokan harinya, calon mempelai wanita diarak kembali ke rumahnya diiringi keluarga pihak ayah dengan membawa berbagai macam barang. sumber :https://www.weddingku.com/blog/pernikahan-adat-ranah-minang
Malam Bainai Bainai berarti melekatkan tumbukan halus daun pacar merah atau daun inai ke setiap kuku calon pengantin wanita. Biasanya kegiatan tersebut dilangsungkan malam hari sebelum akad nikah. Tradisi ini melambangkan kasih sayang dan doa restu para sesepuh keluarga mempelai wanita. sumber :https://www.weddingku.com/blog/pernikahan-adat-ranah-minang
Manjampuik Marapulai Ini adalah acara adat yang paling penting dari seluruh rangkaian acara perkawinan Minangkabau. Calon pengantin pria dijemput guna melangsungkan akad nikah di rumah calon mempelai wanita. Disaat yang sama pemberian gelar pusaka kepada calon mempelai pria, sebagai tanda kematangan usia. Selanjutnya rombongan utusan dari keluarga calon mempelai wanita menjemput calon mempelai pria. Setelah prosesi sambah-manyambah dan mengutarakan maksud kedatangan. Calon pengantin pria beserta rombongan diarak menuju kediaman calon mempelai wanita. sumber :https://www.weddingku.com/blog/pernikahan-adat-ranah-minang