Gendang Singindungi Gendang Singindungi hampir sama dengan Gendang Singanaki. Kedua alat musik ini memiliki kesamaan dari sisi bahan, bentuk, ukuran, dan cara pembuatannya. Perbedaannya hanya pada “gendang mini” yang disebut gerantung (panjang 11,5 cm) yang di ikat di sisi badan Gendang Singanaki, sedangkan pada gendang singindungi tidak ada. Gendang Singindungi dapat menghasikan bunyi naik turun melalui teknik permainan tertentu, sedangkan gendang singanaki tidak memiliki tehnik tersebut sehingga bunyi yang dihasilkannya tidak bisa naik turun. Masing-masing gendang memiliki dua palu-palu gendang atau alat pukul (drum stick) sepanjang 14 cm. https://www.silontong.com/2018/05/05/alat-musik-tradisional-karo/
Gung dan Penganak Gung dan Penganak tergolong dalam jenis suspended idiophone/gong berpencu yang memiliki persamaan dari segi konstruksi bentuk, yakni sama seperti gong yang umumnya terdapat pada kebudayaan musik nusantara. Perbedaan keduanya (Penganak dan gung) adalah dari segi ukuran atau lebar diameternya. Gung memiliki ukuran yang besar (diameter 68,5 cm), dan penganak memiliki ukuran yang kecil (diameter 16 cm). Gung dan Penganak ini terbuat dari kuningan, sedangkan palu-palu (pemukulnya) terbuat dari kayu dengan benda lunak yang sengaja dibuat di ujungnya untuk menghasilkan suara gung yang lebih enak didengar (palu-palu gung). https://www.silontong.com/2018/05/05/alat-musik-tradisional-karo/
Lagia Lagia adalah nama salah satu alat musik tradisional nias walaupun namanya sama dengan benda langit atau asteroid tapi bentuk atau pembuatan alat musik lagia tidak berhubungan dengan asteroid, alat musik lagia hampir sama dengan rebab atau biola bedanya lagia di mainkan dengan cara meletakkan nya diatas permukaan tanah atau apasaja lalu di mainkan dengan cara di gesek. https://www.silontong.com/2018/04/30/alat-musik-gesek-tradisional/
Fondrahi Fondahi adalah alat musik yang serupa dengan gendang kecil, dulu Fondahi hanya di gunakan oleh ere atau para pemuka agama untuk melakukan ritual atau persembahan kepada dewa-dewa. Sekarang Fondahi digunakan sebagia salah kesenian musik khas suku nias. https://www.silontong.com/2018/02/07/alat-musik-tradisional-nias/
Göndra Göndra atau gendang dalam bahasa Indonesia adalah salah satu alat musik tradisional khas suku nias, tidak jauh berbeda dengan gendang pada umumnya. Alat musik Göndra terbuat dari kulit sapi atau kerbau, suaranya juga sama. https://www.silontong.com/2018/02/07/alat-musik-tradisional-nias/
Nduri Mbewe Duri Mbewe adalah alat musik nias yang sangat unik. Alat musik yang berbentuk gitar perahu ini hanya memiliki satu senar. Gitar satu senar ini hanya memiliki satu nada saja, biasanya dipadukan dengan alat musik lainnya. https://www.silontong.com/2018/02/07/alat-musik-tradisional-nias/
DAGO INANG SARGE Lirik lagu rambadia ini adalah tegur sapa orang Batak dengan orang baru atau bisa dikatakan ucapan salam kenal orang-orang Batak. Seperti menanyakan asal dari mana, marga apa, dan lain-lain. Intinya kalau orang Batak kenalan nggak terlalu peduli dengan nama, asalkan marga sama dan satu rumpun semua akan terjalin dengan baik. Kurang lebih begitu arti lirik dan chord lagu daerah rambadia. Semoga dengan hadirnya lirik dan chord lagu daerah Sumatera Utara Rambadia ini mampu menggugah kita untuk selalu tetap melestarikan budaya-budaya negara kita. Dan mampu mendongkrak lagu-lagu daerah yang mulai tersisihkan oleh perkembangan musik-musik modern yang ada di Indonesia. Semoga kita menjadi warga negara yang selalu membanggakan dan cinta dengan budaya negeri ini. https://www.silontong.com/2017/12/10/lagu-daerah-sumatera-utara/
SIK SIK SIBATUMANIKAM Pada dasarnya, arti lagu itu tidak ada, dan dinyanyikan hanya untuk lucu-lucuan saja. Dan lagu rap ini sering digunakan untuk sesi pemanasan. Lagu ini juga cocok sekali jika ditaruh pada awal atau pun akhir dari lagu batak yang lain. Walaupun Sumatera Utara dihuni oleh suku Melayu dan Batak namun variasi lagu daerah Sumatera Utara banyak didominasi oleh lagu Batak sesuai dengan asalnya. Lagu-lagunya banyak menceritakan tentang hubungan sesama manusia terutama keluarga dan juga mengena percintaan. https://www.silontong.com/2017/12/10/lagu-daerah-sumatera-utara/
Akhir tarian perang Fatele, di mana pahlawan desa mengalahkan musuh dalam perang tanding. Sumber: https://www.museum-nias.org/tarian-musik/